Menguak Watak Buruk Syabab Hizbut Tahrir Dari Kebiasaan Dialog Mereka

image Beberapa kali saya mengupas bagaimana watak/karakter Syabab Hizbut Tahrir yang sangat memalukan bagi aktivis Islam. Bisa dilihat berbagai komentar dan jawaban para Syabab Hizbut Tahrir disetiap kali saya membahas masalah Hizbut Tahrir diblog ini maupun ditempat lain. Ini menguatkan kita semua bahwa Syabab Hizbut Tahrir memang "disetting" berwatak keras kepala dan tidak mau mengalah atas perbedaan pendapat. Coba saja lihat jika "pembesar" Hizbut Tahrir ketika diundang dialog di TV. Maka mereka sangat terlihat keras dan sangat terburu-buru dalam memberikan statement. Hal ini sangat membahayakan bagi madzhab Islam yang lainnya jika Hizbut Tahrir berkuasa. Karena konsepnya adalah "semau gue"!

Saat saya berdialog dengan syabab Hizbut Tahrir di Dialog Syabab Hizbut Tahrir Dengan Anggota PKS, Part I dan Part II. Dari situ sudah sangat jelas, bahwa memang Syabab Hizbut Tahrir tidak pernah mau menerima perbedaan selain pendapat harakah/organisasinya. Kali ini saya berdialog dengan syabab Hizbut Tahrir yang lainnya bernama Alwindra Al Fatih.

Baca lebih lanjut

Iklan

Dialog Syabab Hizbut Tahrir Dengan Anggota PKS, Part II

Beberapa waktu yang lalu saya membuat postingan yang sama “Dialog Syabab Hizbut Tahrir Dengan Anggota PKS” dan kini saya kembali mem-posting hal yang sama. Seandainya jika dia tidak menfitnah saya, maka postingan kedua ini insya Allah tidak akan saya publikasikan. Namun karena syabab Hizbut Tahrir ini membuat status di facebook yang menfitnah saya, maka postingan ini adalah sebagai tabayyun saya atas seluruh umat Islam tentang fitnah yang sudah biasa dilakukan oleh Hizbut Tahrir dan para syabab Hizbut Tahrir.

image

Diskusi ini adalah bermula ketika Syabab Hizbut Tahrir (Riyan Zahaf) membuat sebuah status di Facebook:

Baca lebih lanjut

Hizbut Tahrir Berulah Lagi, Menghina Muslim Yang Lainnya "Jawaban Atas Fitnah"

image Beberapa waktu lalu, saya diberikan link oleh beberapa teman. Link situs tersebut mengarah langsung di situs Hizbut Tahrir Indonesia. Karena ada beberapa kegiatan yang memang harus saya tunaikan dahulu, saya urungkan untuk menulis postingan ini. Dan alhamdulillah, Allah memberikan kelapangan waktu untuk membuat postingan menjawab syubhat saudara-saudara kita yang berada pada naungan prasangka-prasangka buruk di Hizbut Tahrir.

Dalam situs Hizbut Tahrir Indonesia, tertulis judul “HT Turki: Sungguh Tiba Saatnya Melepaskan Diri dari Penguasa Yang Hina!!” judul postingan tersebut terkait dari Copy paste HT Turki yang menfatwakan tentang “kehinaan” penguasa Turki. Hal ini terkait dengan kejadian 31 Mei 2010 yang terjadi pembajakan Israel terhadap kapal Mavi Marmara dan kapal bantuan yang lain.

Hizbut Tahrir entah mengapa memang selalu bersu’udzhan ria jika memberitakan terhadap orang Islam yang lain, yang tidak sependapat dengan pemikiran mereka. Menghina pemimpin Turki yang notabene dipilih umat Islam di Turki (mungkin tidak termasuk HT), slogan dan seruan profokatif dalam propaganda HT memang gencar sekali. Apalagi jika menyangkut ghibah, su’udzhan dan mencari-cari kesalahan pasti mereka dengan serta merta berpesta pora mengumbarkan hal-hal yang dilarang dalam Islam tersebut. Tidak lain dan tidak bukan, mereka selalu bersembunyi dalam ketiak “Kami hanya mengingatkan”

Baca lebih lanjut

Dewan Masjid Manchester (Afzal Khan): Hizbut Tahrir Tidak Mewakili Umat Islam Mayoritas

image MANCHESTER – Hizb-Ut-Tahrir di Inggris, tepatnya di wilayah Manchester menyebarkan leaflet yang berisi seruan untuk tidak memilih pada pemilu yang akan datang. Selebaran leaflet ini banyak berada di daerah Cheetham Hill dan beberapa daerah utama di Manchester, terutama di Rochdale dan Oldham.

Leaflet tersebut berisi pernyataan bahwa voting adalah "haram" dan pemungutan suara untuk partai dalam sistem sekular Britania akan "menjadi dukungan yang jelas bertentangan dengan Islam."

Namun penasihat Cheetham Hill dan pemimpin anggota terkemuka Dewan Masjid Manchaster, Afzal Khan menentang seruan Hiz-Ut-Tahrir tersebut. Ia mengatakan adalah tugas umat Islam untuk memilih dan membuat suara mereka didengar.

Ia mengatakan: "Selebaran seperti ini muncul setiap tahunnya namun kebanyakan orang mengabaikannya." Baca lebih lanjut

Daftar Pertanyaan Yang Belum Dijawab Kader Hizbut Tahrir

Beberapa saat yang lalu, saya pernah membuat beberapa postingan dengan berjudul "Apakah benar kader HTI munafiq?" dan "Hizbut Tahrir Menyesatkan Hamas" Karena sudah kebiasaan Hizbut Tahrir menjadi organisasi yang selalu "mempertanyakan" kredibilitas keislaman organisasi Islam. Tetapi sayang, beberapa pertanyaan saya tidak pernah dijawab. Baik, inilah daftar pertanyaan saya yang tidak pernah dijawab oleh Hizbut Tahrir: Baca lebih lanjut

HIzbut Tahrir Menyesatkan Hamas

Saya miris ketika melihat lembar buletin HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang berjudul "Penguasa Hamas Menapaki Jejak Penguasa Fatah, Sejengkal Demi Sejengkal, Sehasta Demi Sehasta" pada edisi 462.

Saya berusaha berkhusnudhon saat membaca buletin tersebut. Tetapi lama kelamaan kok yah gerah juga dengan serangan-serangan HT yang selalu mendiskriditkan umat Islam yang lainnya. Pada suatu kalimat didapati kata "Fatah Dan Hamas tidak mencerminkan Islam dan kaum Muslim", ini sebuah ke su’udhanan yang sangat membuat hati miris. Sekelas sebuah gerakan Islam international tetapi tidak mempunyai etika dalam mengingatkan dengan cara yang baik, bahkan disuatu kalimat yang membuat hati ini berdesir atas kelakuan penulis buletin itu "Keduanya hanyalah sekelompok kecil dari rombongan kafilah yang menyimpang dari jalan", sikap su’udhan yang sangat akut! Baca lebih lanjut

Hizbut Tahrir Mendesak RUU Pornografi Disahkan

081026cdemo-hti[1]
Medan: Massa Hizbut Tahrir Indonesia di Kota Medan, Sumatra Utara, Ahad (26/10) berunjuk rasa mengecam sejumlah pihak yang menentang dan menghalangi pengesahan Rancangan Undang-Undang Pornografi. HTI menilai RUU Pornografi adalah upaya membendung kerusakan moral bangsa lewat pornografi dan pornoaksi. Karena itu mereka mendesak DPR tidak lagi menunda pengesahan RUU tersebut.

Di Yogyakarta massa HTI juga menggelar unjuk rasa di Jalan Malioboro untuk mendukung disahkannya RUU Pornografi. Mereka menilai RUU ini dapat melindungi kaum perempuan dan anak-anak dari eksploitasi pornografi dan pornoaksi.

Namun, tidak sedikit pula warga yang menolak RUU Pornografi, seperti aktivis perempuan, seniman, dan akademisi. Mereka yang mendukung berpendapat Indonesia perlu rambu-rambu akhlak. Sedangkan mereka yang menentang justru khawatir RUU Pornografi membatasi keragaman budaya bangsa dan berekspresi.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)