Masyarakat, Bedakan “Kami” dengan Hizby Salafy!

Banyak laporan yang dikeluhkan umat dan gerakan Islam dengan keberadaan Salafy — demikian mereka menjatidirikan kelompoknya. Meski di kalangan Salafy terjadi perpecahan dalam menyikapi ijtihad tertentu, namun kebanyakan umat tidak memahami peta Salafy secara utuh, sehingga cenderung men-generalisir Salafy dengan cap buruk.

Bukan sekali terjadi, benturan antara Salafy dengan gerakan Islam yang ada. Sehingga menimbulkan gelombang penolakan. Di Lippo Cikarang, kajian Salafy terpaksa diliburkan selama sebulan, karena adanya tekanan (ancaman) dari kelompok tertentu untuk membubarkan halaqah ini. Kemudian di Matraman, Jakarta, pernah terjadi penyerbuan kelompok jamaah dzikir yang dipimpin oleh seorang yang mengklaim dirinya habaib, terhadap masjid jamaah Salafy, seraya menuntut masjid itu tidak difungsikan lagi untuk penyelenggaraan shalat Jum’at.  Alhasil, tuntutan itu sukses.
Gelombang penolakan juga terjadi di luar Jawa, di Lombok Barat (NTB), sudah beberapa kali terjadi perusakan fasilitas milik ”penganut” Salafy oleh warga setempat. Akibat kesalahpahaman di kedua belah pihak, warga di Dusun Mesangguk, Gapuk, Kecamatan Gerung, Lombok, menyerang jamaah Salafy dengan lemparan batu. Sebelumnya, November 2005, ribuan warga Desa Sesela menyerbu Yayasan Pondok Pesantren Ubay bin Kaab di Dusun Kebon Lauk.

Baca lebih lanjut

Tidak Terbantahkan, Hizb Salafy itu ada

Saat ini kita sering melihat bagaimana seringnya sebuah golongan/organisasi/kelompok yang paling anti dengan sebutan hizby. Bahkan cenderung menjelek-jelekkan umat Islam yang lain, mereka ini adalah yang biasa menyebut diri mereka Salafy (atau kadang biasa disebut juga Ahlul Sunnah). Mereka menentang hizby (kelompok/golongan/organisasi) umat Islam yang lain, dan menggolongkan sebagai kelompok sesat atau kelompok sempalan terhadap Islam. Tidak perduli itu Muhammadiyah, NU, PERSIS, PKS (Tarbiyah), HTI, MMI, dll. Mereka semua adalah hizby yang paling tidak disukai oleh kelompok/Hizby Salafy.

Pengertian Salafy

Baca lebih lanjut