Hizbut Tahrir Berulah Lagi, Menghina Muslim Yang Lainnya "Jawaban Atas Fitnah"

image Beberapa waktu lalu, saya diberikan link oleh beberapa teman. Link situs tersebut mengarah langsung di situs Hizbut Tahrir Indonesia. Karena ada beberapa kegiatan yang memang harus saya tunaikan dahulu, saya urungkan untuk menulis postingan ini. Dan alhamdulillah, Allah memberikan kelapangan waktu untuk membuat postingan menjawab syubhat saudara-saudara kita yang berada pada naungan prasangka-prasangka buruk di Hizbut Tahrir.

Dalam situs Hizbut Tahrir Indonesia, tertulis judul “HT Turki: Sungguh Tiba Saatnya Melepaskan Diri dari Penguasa Yang Hina!!” judul postingan tersebut terkait dari Copy paste HT Turki yang menfatwakan tentang “kehinaan” penguasa Turki. Hal ini terkait dengan kejadian 31 Mei 2010 yang terjadi pembajakan Israel terhadap kapal Mavi Marmara dan kapal bantuan yang lain.

Hizbut Tahrir entah mengapa memang selalu bersu’udzhan ria jika memberitakan terhadap orang Islam yang lain, yang tidak sependapat dengan pemikiran mereka. Menghina pemimpin Turki yang notabene dipilih umat Islam di Turki (mungkin tidak termasuk HT), slogan dan seruan profokatif dalam propaganda HT memang gencar sekali. Apalagi jika menyangkut ghibah, su’udzhan dan mencari-cari kesalahan pasti mereka dengan serta merta berpesta pora mengumbarkan hal-hal yang dilarang dalam Islam tersebut. Tidak lain dan tidak bukan, mereka selalu bersembunyi dalam ketiak “Kami hanya mengingatkan”

Baca lebih lanjut

HIzbut Tahrir Menyesatkan Hamas

Saya miris ketika melihat lembar buletin HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang berjudul "Penguasa Hamas Menapaki Jejak Penguasa Fatah, Sejengkal Demi Sejengkal, Sehasta Demi Sehasta" pada edisi 462.

Saya berusaha berkhusnudhon saat membaca buletin tersebut. Tetapi lama kelamaan kok yah gerah juga dengan serangan-serangan HT yang selalu mendiskriditkan umat Islam yang lainnya. Pada suatu kalimat didapati kata "Fatah Dan Hamas tidak mencerminkan Islam dan kaum Muslim", ini sebuah ke su’udhanan yang sangat membuat hati miris. Sekelas sebuah gerakan Islam international tetapi tidak mempunyai etika dalam mengingatkan dengan cara yang baik, bahkan disuatu kalimat yang membuat hati ini berdesir atas kelakuan penulis buletin itu "Keduanya hanyalah sekelompok kecil dari rombongan kafilah yang menyimpang dari jalan", sikap su’udhan yang sangat akut! Baca lebih lanjut