Benarkah TNI AD Akan Makar Bersama Hizbut Tahrir? Apakah Ini Bukti?

foto kavelery TNI ADBeberapa waktu lalu, seiring dengan maraknya kegiatan HTI dalam bulan rajab yang mereka sebut konferensi Rajab. Menggema di facebook, terutama di seantero facebook Indonesia. Hal ini dikarenakan sangat banyak sekali anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang gemar sekali mengundang orang-orang melalui undangan Facebook. Tingkah seperti itu mengundang banyak sesal bagi kalangan pengguna facebook. Disamping membuat tidak nyaman, undangan melalui facebook yang digembar-gemborkan tersebut malah terkesan SPAM. Hal ini tentu sangat mengganggu bagi orang-orang yang diundang terus-menerus.

Seiring dengan berlalunya konferensi Khilafah, konferensi khilafah di JABAR juga digelar dengan sangat meriah. Seperti konferensi Rajab HTI yang lainnya! Sebagaimana terkesan membuang uang karena setiap tahun diadakan konferensi sejenis oleh HTI.

Baca selengkapnya >>>

Iklan

HIzbut Tahrir Menyesatkan Hamas

Saya miris ketika melihat lembar buletin HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang berjudul "Penguasa Hamas Menapaki Jejak Penguasa Fatah, Sejengkal Demi Sejengkal, Sehasta Demi Sehasta" pada edisi 462.

Saya berusaha berkhusnudhon saat membaca buletin tersebut. Tetapi lama kelamaan kok yah gerah juga dengan serangan-serangan HT yang selalu mendiskriditkan umat Islam yang lainnya. Pada suatu kalimat didapati kata "Fatah Dan Hamas tidak mencerminkan Islam dan kaum Muslim", ini sebuah ke su’udhanan yang sangat membuat hati miris. Sekelas sebuah gerakan Islam international tetapi tidak mempunyai etika dalam mengingatkan dengan cara yang baik, bahkan disuatu kalimat yang membuat hati ini berdesir atas kelakuan penulis buletin itu "Keduanya hanyalah sekelompok kecil dari rombongan kafilah yang menyimpang dari jalan", sikap su’udhan yang sangat akut! Baca lebih lanjut

HTI Desak DPR Sahkan RUU Pornografi

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mendesak DPR segera mengesahkan RUU Pornografi, sebagai ketentuan hukum bagi pemerintah dan masyarakat, untuk memerangi pornografi dan pornoaksi.

"Harus ada upaya sungguh-sungguh melalui berbagai cara, baik pada tataran penyiapan UU, penegakan hukum dan pengawasan maupun penindakan agar Indonesia benar-benar bebas dari segala bentuk pornografi dan pornoaksi," kata Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto terkait aksi massa HTI di depan Gedung DPR/MPR Jakarta, Rabu (29/10).

Dia menyatakan, tidak ada keraguan bagi HTI untuk mendukung DPR segera mengesahkan RUU Pornografi. "RUU tersebut harus mampu menghilangkan segala bentuk pornografi dan pornoaksi, bukan sekadar mengatur apalagi malah melegalisasikan," katanya.

HTI juga menegaskan, ketentuan dalam RUU itu memberi ruang kepada orang non muslim untuk menerapkan ajaran agamanya.

"Semua itu, tentu bisa diwujudkan, jika syariah diterapkan secara kaffah di bawah naungan Khilafah," kata Muhammad Ismail Yusanto. [TMA, Ant]

Hizbut Tahrir Mendesak RUU Pornografi Disahkan

081026cdemo-hti[1]
Medan: Massa Hizbut Tahrir Indonesia di Kota Medan, Sumatra Utara, Ahad (26/10) berunjuk rasa mengecam sejumlah pihak yang menentang dan menghalangi pengesahan Rancangan Undang-Undang Pornografi. HTI menilai RUU Pornografi adalah upaya membendung kerusakan moral bangsa lewat pornografi dan pornoaksi. Karena itu mereka mendesak DPR tidak lagi menunda pengesahan RUU tersebut.

Di Yogyakarta massa HTI juga menggelar unjuk rasa di Jalan Malioboro untuk mendukung disahkannya RUU Pornografi. Mereka menilai RUU ini dapat melindungi kaum perempuan dan anak-anak dari eksploitasi pornografi dan pornoaksi.

Namun, tidak sedikit pula warga yang menolak RUU Pornografi, seperti aktivis perempuan, seniman, dan akademisi. Mereka yang mendukung berpendapat Indonesia perlu rambu-rambu akhlak. Sedangkan mereka yang menentang justru khawatir RUU Pornografi membatasi keragaman budaya bangsa dan berekspresi.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)

Apakah benar kader HTI munafiq?

Saya sedikit terheran-heran dengan saudara-saudara HTI. Ketika mereka menyudutkan PKS dengan sangat bersemangat sekali. Tetapi tidak pernah bertabayyun (klarifikasi) kepada pimpinan-pimpinan di PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Bentuk seperti ini sering sekali terjadi, penyudutan PKS yang dilakukan oleh kader-kader HTI ini “sepertinya” memang direncanakan secara matang untuk menjatuhkan PKS.

Apakah mereka benar-benar belajar dan mengamalkan tentang adab dalam Islam atau hanya sebatas slogan-slogan saja! Kader-kader HTI dalam menulis berita tentang PKS begitu kuat, mempertanyakan kekonsistensian PKS dalam jalan dakwah Islam. Berita-berita dari media yang dianggap sekuler jika menampilkan sisi yang “jelek” juga di blow-up besar-besaran. Tanpa klarifikasi dari berita-berita yang diberikan oleh media-media yang dianggap sekuler tersebut. Media-media HTI dengan bersemangat sekali memampang judul besar. Bahkan kalau perlu mengubah judul yang tidak ada “PKS”nya harus diada-adakan Contohnya “Kampanye Cagub PKS dan PAN Menampilkan Goyang Ngebor Inul Daratista” padahal judul aslinya adalah “Pilkada Maluku Diwarnai Aksi Goyang Ngebor” (judul awal http://www.liputan6.com/politik/?id=161861 Judul yang sudah diganti http://syariahpublications.com/index.php/2008/07/12/kampanye-cagub-pks-dan-pan-dimeriahkan-goyang-ngebor-inul-daratista/ )

Apalagi salah satu komentar dari “Pemanang pemilu 2009” tidak ditampilkan di artikel berjudul “Goyang Erotis pada Kampanye Cagub PKS di Jatim (http://syariahpublications.com/index.php/2008/07/13/goyang-erotis-pada-kampanye-cagub-pks-di-jatim/)”. Padahal tidak ada kata yang bernuansa melecehkan ataupun kasar dalam komentar tersebut. Entahlah, keberanian Kader dan Media HTI apa benar-benar terpolarisasi dengan kemunafikan? Berikut kutipan komentar yang berhasil saya dapatkan dari salah satu ikhwa:
Baca lebih lanjut