Dihukum Penjara Kalau Tidak Menangis, Sungguh Aneh

menangis Untuk Korea Utara, Kim Jong-il adalah sosok yang amat diagungkan. Lebih-lebih, pemerintah hendak menghukum warganya yang tidak kelihatan sedih mengenai kepergiannya. Hal tersebut diungkapkan di antara situs Foxnews sebagaimana dikutip dari the Daily NK, sebuah koran online berbasis di Korea Selatan, Rabu (11/1).

Berdasarkan sumbernya di Provinsi Hamkyung Utara, pemerintah setempat bakal memberikan hukuman enam bulan di kamp pelatihan pekerja untuk mereka yang tidak turut serta turun ke jalan pada saat berkabung. "Atau tidak menangis serta tidak kelihatan meyakinkan," ucap sumber tersebut.

Selain itu, Daily NK memberitakan, diberlakukannya pengadilan terbuka kepada orang-orang yang mencoba meninggalkan Korea Utara atau memakai telepon genggam buat menelepon ke luar negeri selama masa berkabung.

Baca Selengkapnya >>>

Alhamdulillah, Akhirnya Pemilik Situs Porno Ini Dihukum Mati

Pengadilan Iran sekali lagi mengganjar dua orang biang situs porno beserta hukuman berat. Mereka dijatuhi hukuman mati lantaran dinyatakan bersalah menjalankan laman cabul di negeri tersebut.

"Dua orang administrator website porno sudah dieksekusi mati di dua pengadilan yang berbeda serta putusan ini sudah dikirim pada pengadilan tertinggi buat konfirmasi," tukas Abbas Jafari Dolatabadi, jaksa penuntut umum tanpa mengatakan nama kedua pelaku.

Baca Selengkapnya >>>

Ulama Al Azhar: “Qur’aniyun Murtad”

Tokoh sekte Al Qur’aniyun menyatakan terus terang bahwa Al-Quran bukan wahyu dan mereka mengingkari hukuman hadd

Syeikh Muhammad Thahir ‘Asyur anggota Majma’ Al Buhuts Al Islamiyah (Lembaga Penelitian Keislaman) menyatakan kembali fatwanya, bahwa kelompok yang menamakan diri mereka Al-Quraniyun adalah murtad, dan kepada penguasa Thahir Asyur meminta agar hukuman hudud dilaksanakan terhadap orang-orang yang tidak mengakui hadits sebagai salah satu sumber dalam hukum Islam ini.

“Saya sudah mengatakan bahwa Al-Quraniyun murtad yang harus diterapkan kepada mereka hukuman riddah, dan yang melaksanakan hukuman ini adalah penguasa, bukan sembarang orang, sehingga kaum ektrimis tidak menggunakan fatwa ini secara mutlak,” ujar Thahir Asyur pada alarabiya.net (16/3/2009). Baca lebih lanjut

Fatwa Rabbi :Perintah Agama Habisi Rakyat Palestina

Koran Saudi Al-Watan menyatakan bahwa Para Rabbi yahudi

dalam masyarakat Zionis mengeluarkan fatwa agama yang mengizinkan pembunuhan anak-anak dan wanita-wanita palestina, dan membebaskan dari hukuman setiap orang yahudi yang melakukan perbuatan kejam demikian.

Para rabbi tersebut menganggap bahwa pembantaian zionis Israel di jalur gaza bersesuaian dengan ajaran yahudi yang menyatakan bahwa pembunuhan demikian merupakan “hukuman kolektif terhadap musuh”.

Surat kabar tersebut juga menambahkan bahwa salah seorang rabbi mengeluarkan pendapat bahwa tidaklah masalah melakukan pembasmian terhadap penduduk palestina, bahkan walaupun harus membunuh satu juta atau lebih penduduk palestina ditangan tentara zionis Israel.

Mengutip beberapa ayat dari “Book of Genesis”, seorang Rabbi yahudi – Mordachi Elyaho -, mengirimkan sebuah leaflet mingguan kepada perdanan Menteri Olmert yang berisi izin bagi orang-orang yahudi untuk melakukan ide penghukuman massal terhadap para musuh, yang bersesuaian dengan etika perang di dalam taurat, demikian lanjut surat kabar tersebut. Baca lebih lanjut