Foto Anak Yang Berbakti, Tidur dilantai Menunggui Ibu Yang Sedang Facebook-an!

Ini adalah kejadian yang nyata, bahwa Internet (Facebook) telah membuat seorang ibu tega “menelantarkan” anaknya. Foto ini diambil oleh seseorang yang merasa iba oleh seorang anak yang sedang menunggui ibunya Chatting di Facebook. Semoga kejadian ini tidak menimpa ibu-ibu yang lainnya.

Silahkan dilihat foto-fotonya:

Baca lebih lanjut

Ketika Fatwa haram Facebook Akan Dikeluarkan, Ibu-Anak Dipersatukan Facebook

LONDON – Kendati menjadi kontroversi di berbagai belahan bumi, bagi Avril Grube, Facebook sangat berjasa. Betapa tidak, berkat jejaring pertemanan itu, dia bisa dipersatukan kembali dengan sang putra, Gavin, yang sudah terpisah sekitar 27 tahun lamanya. Kamis lalu (28/5) keduanya dipertemukan di rumah Grube di Poole, Dorset, Inggris.

"Meski sudah hampir 30 tahun (berpisah), saya langsung mengenali dia begitu pertama melihatnya. Matanya seperti mata saya," ujar Grube penuh haru seperti dikutip The Times kemarin (30/5).

Menjelang pertemuan dengan Gavin, perempuan 61 tahun itu menyatakan tidak bisa tidur dan berdebar-debar. Dia tidak sabar untuk bertemu dengan putra sulung yang kali terakhir dilihatnya pada 1982 tersebut. Baca lebih lanjut

Bunga Islam Von Wismar

Oleh Ineu

Minggu siang saat langit diselimuti warna biru cerah, saya bergegas menuju masjid untuk menunaikan sebuah amanah yang rutin selama ini saya jalani. Ketika sampai di tujuan, sekelompok ibu muda yang biasa saya bimbing membaca al-Quran telah berkumpul di salah satu sudut ruang. Segera saya hampiri mereka sembari mengucap salam dan memeluk satu persatu wajah-wajah yang senantiasa saya rindukan itu. Tak lama kemudian kami pun membentuk lingkaran kecil dan secara bergiliran mulailah lisan para ibu muda itu melafalkan ayat demi ayat firmanNya.

Waktu terus merambat hingga tiba saatnya kami mesti menghentikan kegiatan membaca Al-Quran beserta artinya itu untuk kemudian memasuki sesi diskusi seputar pendidikan anak sesuai dengan kesepakatan ibu-ibu selama ini. Namun tiba-tiba sebuah tanya bernada keheranan meluncur dari lisan seorang ibu dengan aksen Jerman yang sangat kental.

“Warum baca al-Qurannya selesai?. Apa kalian sudah capek?.Kalau begitu silahkan kalian berhenti tapi saya mau teruskan bacaannya sendiri.”
Baca lebih lanjut