PM Turki Lebih Memilih Kehilangan Suriah Daripada Ikhwanul Muslimin

perdana menteri Turki dan Syaikh Khalid mashaal Menlu Suriah Walid al-Muallem mengaku keterlambatan negaranya dalam melaksanakan agenda reformasi. Tetapi ia menekankan bahwa reformasi yang dipaksakan tidak akan bisa diterima, dan pemerintah Suriah juga tidak pernah akan menyerah terhadap tekanan Ikhwanul Muslimin. Bahkan pemerintah Suriah siap untuk memberedel organisasi tersebut, sehingga setiap aktivis Ikhwanul Muslimin di Suriah tidak pernah ada lagi dinegera tersebut.

Baca Selengkapnya >>>

Ikhwanul Muslimin Masih Saja Tetap Dimusuhi Oleh Kaum Liberal

ikhwanul muslimin Sebagaimana kita mengetahui bahwa Ikhwanul Muslimin merupakan organisasi terlarang di Mesir sebelum revolusi 25 Januari. Sekarang ini terdapat perdebatan sengit di Mesir mengenai persamaan kelompok Islam berserta asosiasi lain dalam legalitas hukum Mesir yang jelas.

Permohonan ini diajukan pada parlemen, yang saat ini kita mengetahui bahwa Ikhwanul Muslimin menjadi mayoritas didalam parlemen.

Baca Selengkapnya >>>

Menjadi Partai Pemenang Tak Harus Membuat IM Lali Dalam Berpolitik

Mohamed Badie Gerakan Islam Ikhwanul Muslimin (IM) yang mempunyai pengaruh besar di Mesir menginginkan presiden Mesir dengan latar belakang Islam yang kuat, kata pemimpin IM dalam sebuah komentar yang muncul untuk menyatakan sebuah pernyataan bahwa IM tidak akan mendukung calon liberal seperti Amr Moussa dalam sebuah pemilihan calon presiden mendatang.

IM sangat mempunyai aset suara yang sangat menentukan, karena IM telah memenangkan kursi lebih dari partai Mesir manapun, pemilihan presiden Mesir sangat ditentukan oleh IM dan hal ini menjadi sangat kompetitif setelah pernyataan IM tidak akan mencalonkan presiden dari IM atau Partai Kebebasan dan Keadilan.

Baca Selengkapnya >>>

Ikhwanul Muslimin Siapkan Diri Untuk Menghadapi Militer Mesir Yang Ingin Selalu Berkuasa

parlemen mesir Ikhwanul Muslimin (IM) telah merancang sebuah agenda "cetak biru" dalam sebuah demokrasi parlementer yang akan membalikan tradisi politik Mesir dalam sebuah kepemimpinan Kepala negara yang mempunyai kekuasaan penuh tetapi diatur dalam undang-undang.

Rencana tersebut muncul sejak gerakan islam ini mengambil bagian terbesar dari kemenangan kursi di parlemen, hal ini memungkinkan untuk membuat aturan yang kuat dan berseberangan dengan keinginan politik para jenderal yang berkuasa di Mesir sejak penggulingan Husni Mubarok pada Februari 2011 lalu.

Untuk saat ini IM selalu menghindari perebutan kekuasaan dengan tentara, hal ini supaya tetap terjadi kestabilan politik, dan memperkuat kepercayaan publik Mesir bahwa kedua kubu (IM dan Militer) mempunyai agenda yang tidak bertabrakan dalam mengelola Mesir.

Baca Selengkapnya >>>

Demokrasi Dan Islam Ternyata Sejalan

Persoalannya bukan pada agama, melainkan interpretasi pemeluknya.

Islam dan demokrasiTawakul Karman, aktivis HAM asal Yaman bersama dua orang lainnya, yaitu aktivis perdamaian Liberia Leymah Gbowee serta Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf, menerima hadiah Nobel Perdamaian, di Oslo, Norwegia, Sabtu (10/12). Di sela-sela rangkaian acara itu, Karman menegaskan bahwa Islam serta agama lainnya tak mengancam demokrasi.

Pernyataan dia mengacu pada fenomena kemenangan partai Islam di beberapa negara, menyusul terjadinya Arab Spring. Partai Annahda di Tunisia dalam pemilu parlemen lalu meraup kemenangan dan berhak atas kursi dalam jumlah besar di parlemen. Demikian pula, dengan partai Islam di Maroko serta Ikhwanul Muslimin di Mesir.

Baca Selengkapnya >>>

Persepektif Partai Bentukan Ikhwanul Muslimin di Mata Profesor Azyumardi Azra

Oleh Azyumardi Azra

partai kebebasan dan keadilan Jumpa lagi dengan Essam el-Haddad; kali ini dalam Forum Demokrasi bertajuk ‘Sustaining Democracy in the Arab World’ yang diselenggarakan International Institute for Democracy Assistance (IDEA) di Madrid, Spanyol, 27-28 November 2011. Sebelumnya 6-8 April 2011, saya pertama kali bertemu dengan el-Haddad dalam diskusi meja bundar di kantor pusat International IDEA di Stockholm—membahas tentang gejolak transisi Mesir pasca-Mubarak.

Sejak pertama bertemu, percakapan saya sangat mengalir dengan el-Haddad, tokoh muda al-Ikhwan al-Muslimun (IM), penyandang gelar PhD dari Universitas Birming ham, Inggris. Ia juga menjabat ketua Dewan Penyantun Islamic Relief yang bermarkas di London. Kehangatan dalam percakapan, bukan hanya karena saya bisa bercerita panjang lebar padanya tentang banyak tokoh el-Haddad lain—dan juga warga keturunan Hadharim Indonesia—tapi karena pembicaraan saya yang ‘nyambung’ tentang IM. Saya memang sudah lama mengkaji IM—sejak mengambil MA Kajian Timur Tengah di Columbia University, New York (1986-88) dalam perspektif perbandingan dengan masyarakat Muslim Asia Tenggara.

Baca Selengkapnya >>>

Majalah Times Mengakui Kehebatan Ikhwanul Muslimin Dalam Berpolitik

imageMajalah Time baru-baru ini mengangkat tema masalah perseteruan antara kelompok Islam yang diwakili oleh Al Ikhwan Al Muslimun di Mesir dengan kelompok liberalis dalam perpolitikan. Majalah ini menilai bahwa Al Ikhwan lebih piawai dalam demokrasi dibanding kelompok liberal, demikian lansir alarabiya.net, (23/06/2011).

Kepiawaian Al Ikhwan dibanding kelompok liberal terbukti berhasilnya penggalangan melakukan voting untuk merubah beberapa poin perundang-undangan pada bulan Maret lalu. Di mana saat itu kelompok liberal terpecah menjadi dua kelompok, yang pertama menyerahkan perubahan itu kepada pihak militer yang berkuasa sedangkan lainnya menginginkan perubahan dilakukan oleh panitia khusus di parlemen.

Baca Selengkapnya >>>

Semakin Besar Demonstrasi Mendukung Mesir Terbebas Dari Tirani Pemerintahan Mubarak, Termasuk Dari Berbagai Negara

imageRibuan  orang di segenap negara melakukan demonstrasi dekat di kedutaan besar Mesir buat menyokong protes yang tengah dilaksanakan atas Presiden Hosni Mubarak, seiring beserta demonstrasi besar di Mesir hari Jumat.

Di Turki, kelompok-kelompok orang berkumpul di luar Kedutaan Besar Mesir di Ankara buat mengungkapkan solidaritas beserta pengunjuk rasa di Mesir.

Di London, demonstran memohon pihak berwenang Mesir supaya menghindari penggunaan anarkisme atas demonstran.

Di ibukota Tunisia, Tunis, unjuk rasa sejenis diselenggarakan di depan Kedutaan Besar Mesir buat menyokong penggulingan di Mesir.

Baca Selengkapnya >>>

Dari Tunisia Hingga Mesir, Ikhwanul Muslimin Kekuatan Gerakan Islam Terbesar

imagePengunjuk rasa menaikkan aksinya di Mesir beserta membakar gedung pemerintah di kota pelabuhan Suez, kelihatannya rakyat Mesir bertambah marah dengan pemerintah Presiden Hosni Mubarak.

Pengunjuk rasa melemparkan bom molotov ke arah gedung pada hari Rabu, unjuk rasa besar pula dijalankan di depan markas yang berpengaruh Partai Demokrasi Nasional, AFP memberitakan.

Ribuan rakyat Mesir tumpah ruah ke jalan-jalan di segenap negeri buat melanjutkan demonstrasi yang belum pernah berlangsung sebelumnya, melawan larangan pemerintah buat berunjuk rasa sebelumnya dari Departemen Dalam Negeri.

Baca Selanjutnya >>>

Bohong Jika Imam Hasan Al Banna Tidak Mengikuti Pemilu!

image 2 Dzulqa’dah 1367/5 September 1948

Mukadimah

Pada bulan Januari 1941 Munas Tahunan Ikhwanul Muslimin keenam menetapkan untuk memberikan izin kepada Maktab Irsyad mengajukan tokoh-tokoh Ikhwan untuk menjadi calon anggota legislatif untuk menyuarakan pandangan Jamaah Ikhwanul Muslimin demi kemaslahatan agama dan bangsa.

Berdasarkan keputusan Munas ke-6 itu, Imam Hasan Al-Banna mengajukan diri untuk menjadi calon anggota dewan pada Pemilu Mesir tahun 1942. Atas tekanan penjajah Inggris, Perdana Menteri, Mustafa Nuhas Pasya meminta Imam Hasan Al-Banna untuk mengundurkan diri dari pencalonannya. Setelah terjadi kesepakatan antara Ikhwan dengan penguasa tentang penghapusan bagha resmi, wajibnya penggunaan bahasa Arab bagi perusahaan-perusahaan dalam semua transaksinya, dibolehkannya Ikhwanul Muslimin beraktivitas serta mengeluarkan surat kabarnya dan meredakan perseteruan dengan kekuatan lainnya yang hanya menguntungkan penjajah Inggris.

Baca lebih lanjut