Semakin Besar Demonstrasi Mendukung Mesir Terbebas Dari Tirani Pemerintahan Mubarak, Termasuk Dari Berbagai Negara

imageRibuan  orang di segenap negara melakukan demonstrasi dekat di kedutaan besar Mesir buat menyokong protes yang tengah dilaksanakan atas Presiden Hosni Mubarak, seiring beserta demonstrasi besar di Mesir hari Jumat.

Di Turki, kelompok-kelompok orang berkumpul di luar Kedutaan Besar Mesir di Ankara buat mengungkapkan solidaritas beserta pengunjuk rasa di Mesir.

Di London, demonstran memohon pihak berwenang Mesir supaya menghindari penggunaan anarkisme atas demonstran.

Di ibukota Tunisia, Tunis, unjuk rasa sejenis diselenggarakan di depan Kedutaan Besar Mesir buat menyokong penggulingan di Mesir.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Dari Tunisia Hingga Mesir, Ikhwanul Muslimin Kekuatan Gerakan Islam Terbesar

imagePengunjuk rasa menaikkan aksinya di Mesir beserta membakar gedung pemerintah di kota pelabuhan Suez, kelihatannya rakyat Mesir bertambah marah dengan pemerintah Presiden Hosni Mubarak.

Pengunjuk rasa melemparkan bom molotov ke arah gedung pada hari Rabu, unjuk rasa besar pula dijalankan di depan markas yang berpengaruh Partai Demokrasi Nasional, AFP memberitakan.

Ribuan rakyat Mesir tumpah ruah ke jalan-jalan di segenap negeri buat melanjutkan demonstrasi yang belum pernah berlangsung sebelumnya, melawan larangan pemerintah buat berunjuk rasa sebelumnya dari Departemen Dalam Negeri.

Baca Selanjutnya >>>

Bohong Jika Imam Hasan Al Banna Tidak Mengikuti Pemilu!

image 2 Dzulqa’dah 1367/5 September 1948

Mukadimah

Pada bulan Januari 1941 Munas Tahunan Ikhwanul Muslimin keenam menetapkan untuk memberikan izin kepada Maktab Irsyad mengajukan tokoh-tokoh Ikhwan untuk menjadi calon anggota legislatif untuk menyuarakan pandangan Jamaah Ikhwanul Muslimin demi kemaslahatan agama dan bangsa.

Berdasarkan keputusan Munas ke-6 itu, Imam Hasan Al-Banna mengajukan diri untuk menjadi calon anggota dewan pada Pemilu Mesir tahun 1942. Atas tekanan penjajah Inggris, Perdana Menteri, Mustafa Nuhas Pasya meminta Imam Hasan Al-Banna untuk mengundurkan diri dari pencalonannya. Setelah terjadi kesepakatan antara Ikhwan dengan penguasa tentang penghapusan bagha resmi, wajibnya penggunaan bahasa Arab bagi perusahaan-perusahaan dalam semua transaksinya, dibolehkannya Ikhwanul Muslimin beraktivitas serta mengeluarkan surat kabarnya dan meredakan perseteruan dengan kekuatan lainnya yang hanya menguntungkan penjajah Inggris.

Baca lebih lanjut

Ikhwanul Muslimin Dan Kemerdekaan Indonesia

Banyak yang belum tahu bahwa gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir ikut andil dalam kemerdekaan Indonesia. Sejarah menyatakan bahwa Syaikh Hasan Al banna pemimpin Ikhwanul Muslimin, mendesak pemimpin Mesir untuk mengakui Indonesia sebagai negara yang berdaulat. Karena butuh pengakuan sebuah negara dari negara lain untuk mendeklarasikan negara. Dan itu tidak didapatkan dari negara manapun kecuali yang pertama kali adalah Mesir, atas desakan Ikhwanul Muslimin yang melihat Indonesia sebagai negara muslim. Dan kedua adalah Palestina, setelah itu negara-negara lain.

Hal ini sangat jelas sekali, bahwa hanya keimananlah yang menyatukan mereka. Yang mengakui kedaulatan Islam itu sendiri. Walaupun harus dikhianati, tetapi umat Islam tidak akan pernah runtuh dalam perjuangannya.

Bung Syahrir ditemani Mr. Nazir Pamoncak dan M.Z. Hassan (Penulis buku Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri) berkunjung ke Kantor Pusat Al-Ikhwan Al-Muslimun Mesir untuk menyampaikan terimakasih Indonesia kepada Hasan Al-Banna yang sangat kuat mendukung kemerdekaan Indonesia.


KH. Agus Salim, Ketua Delegasi Indonesia, bersama H. Rasyidi menyampaikan terima kasih Indonesia kepada Hasan Al-Banna yang kuat sekali menyokong perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Sumber: Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, M.Z. Hassan, Penerbit Bulan Bintang Jakarta, Hal. 220 & 227.

Nah siapakah yang menuduh serampangan dan keji atas jasa-jasa setiap muslim, maka sesungguhnya mereka orang-orang keji yang sedang menutupi kekejiannya.

Polisi Mesir Arogan, Menangkap Mahasiswa Indonesia

Mesir meningkatkan insentisitasnya dalam mengejar para kader Ikhwanul Muslimin. Karena Pemerintahan Mesir sangat takut sekali dengan gerakan oposisi terbesar di Mesir. Tidak terkecuali mahasiswa Indonesia yang sedang mengenyam pendidikan di negeri itu pun ditangkap. Sejumlah 4 orang mahasiswa dinyatakan mengikuti gerakan teroris (Hamas), karena membuat situs "ikhwan" dan memajang fotok syeikh Ahmad Yasin.

Pernyataan polisi Mesir sungguh sangat mengada-ada. Padahal gerakan Hamas merupakan gerakan Islam yang memperjuangkan kemerdekaan Palestina, namun diklaim sebagai Teroris. Perlu diketahui Mesir sudah sangat lama bekerja sama dengan Amerika dan Israel serta Arab Saudi untuk meredam perjuangan umat muslim di Palestina. Penangkapan para tokoh ikhwan beberapa waktu lalu juga merupakan "pesanan" karena ketakutan pemerintahan Mesir atas begitu kuatnya dominasi Ikhwanul Muslimin diseluruh daerah Mesir. Meskipun dari puluhan tahun para pemimpin Ikhwanul Muslimin ditangkapi, tetapi dominasi kekuatan oposisi ini terus membesar. Dan tidak pernah sama sekali terlibat aksi pemberotakan ataupun makar dalam sejarah Mesir.

Ke empat Mahasiswa ini bernama Faturrahman, Ahmad Yunus, Azril, Tasrih Sugandi. Keempat mahasiswa ini berasal dari Riau. Menurut kesaksian Faturrahman, mereka disiksa dan bahkan disetrum kemaluannya oleh Polisi Mesir. Namun ke empat mahasiswa ini akhirnya dilepaskan tanpa alasan yang jelas. Ini sangat jelas sekali, bahwa tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin menjadi target utama untuk dibasmi dimanapun berada, tidak terkecuali PKS yang juga (menurut Syeikh Yusuf Qaradhawi) berafiliasi terhadap Ikhwanul Muslimin tidak akan luput dari target untuk dihancurkan. Islam tidak akan pernah tegak dengan hanya semangat, tetapi tegaknya Islam karena rintangan yang akhirnya mengukuhkan kekuatan Iman untuk terus menuju keberhasilan kejayaan Islam yang telah di janjikan Allah.

Ilusi Negara Islam, Sebuah Serangan Liberal Garis Keras

(Kritik untuk Buku “Ilusi Negara Islam”)
Oleh *Sapto Waluyo (Direktur CIR)

Seorang tokoh kharismatik dari pelosok desa Buduran,
Bangkalan, Madura, K.H. Amjad al-Munawwir, berkunjung ke rumah dinas
Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW), suatu malam.
Tidak tanggung-tangung, pimpinan pesantren Al-Muhajirin itu
membawa serta isteri, anak dan keluarga besarnya yang tinggal di
Jakarta. Mereka mengendarai tiga mobil berisi penuh penumpang dari
kawasan Tanjung Priok menuju kompleks Widya Chandra hanya dengan satu
tujuan untuk menanyakan langsung: Apa benar mantan Presiden PKS itu
menganut paham Wahabiyah?
Hidayat menjawab dengan tenang seperti pertanyaan serupa yang
diterimanya lewat SMS, email atau posting Facebook, bahwa kaum Wahabi
mengharamkan partai politik. Sedangkan, ia pernah menjadi pendiri dan
ketua partai. Jadi, “nggak nyambung lah nyaw “, kata anak muda zaman
sekarang. Baca lebih lanjut

Menelanjangi Buku “Ilusi Negara Islam”

Ketika para JIL sudah kewalahan menghadapi para mukmin. Maka mereka menggunakan berbagai cara untuk memenangkan pertempuran/pertarungan. Dengan menghalalkan segala cara, seperti para jahiliyah munafiq. Mereka dengan semangat membuat fitnah-fitnah baru untuk dihembuskan kembali. Seperti dalam buku “Ilusi Negara Islam” mereka membuat sebuah klaim-klaim sepihak. Agar orang-orang mukmin yang lain goyah imannya sehingga timbul prasangka buruk terhadap umat Islam yang lain.

Hal ini sudah pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi yang mengaku masuk Islam (Abdullah bin Saba’). Untuk memecah-belahkan kaum muslimin, kaum Yahudi ini membuat pengelompokan-pengelompokan agar lebih mudah mematahkan perjuangan setiap muslim. Dari hasil pembacaan saya, ada beberapa point-point yang lucu dan dipaksakan oleh para penulis buku-buku tersebut.

Seperti halnya mereka membuat sensasi dengan menipu para netter, bahwa buku mereka mendapatkan cekal, dan para toko buku besar mendapatkan terror. Dan itu ternyata dibantah oleh para pemilik toko buku. Bahwa isu itu tidak benar! Sebagaimana orang-orang JIL (Jaringan Islam Liberal) yang selalu berbohong untuk keuntungan mereka sendiri.

Tentunya dengan mendapatkan sensasi sehingga banyak orang yang tertarik, maka mereka akan membeli buku yang "katanya" JIL dicekal itu. Tentunya keuntungan pembelian itu akan dijadikan membeli “misil” baru untuk menyerang umat Islam yang teguh dalam pendiriannya.

Karena saya menulisnya terlalu panjang. Maka saya akan membagikan beberapa bagian dalam tulisan ini. Dengan begitu akan bersambung setiap postingannya.

Baca lebih lanjut