Keharmonisan Selebritis, Aa Gym Mengakui Kesalahan Dan Bertobat

aa gym Ucapan syukur umat Islam di Indonesia atas pernikahan Aa Gym dengan Teh Ninih merupakan sebuah harapan yang besar, kembalinya seorang Aa Gym dengan istri yang pertama adalah sebuah catatan penting yang mestinya menjadi pelajaran juga bagi setiap orang. Aa Gym yang bernama lengkap Abdullah Gymnastiar merupakan seorang da’i yang mampu membimbing umat dalam meneguhkan keimanan dalam kesejukan akhlaq. Tak hanya umat Islam, bahkan tak jarang umat non Islam pun senang dengan ceramah atau taujih Aa Gym.

Namun hal yang mungkin agak kurang sreg (dulu) bagi beberapa kalangan umat Islam, adalah ketika Aa Gym “bermain” mesra-mesraan didepan publik. Hal inilah yang menjadi kurang begitu disukanya perbuatan Aa Gym atas “diumbarnya” keharmonisan kepada publik. Adegan gandeng tangan, cium pipi, cium kening, dsbnya. Dipertontonkan didepan umum, dan menjadi konsumsi hal yang menjadi “biasa” untuk ditonton publik.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Bohong Jika Imam Hasan Al Banna Tidak Mengikuti Pemilu!

image 2 Dzulqa’dah 1367/5 September 1948

Mukadimah

Pada bulan Januari 1941 Munas Tahunan Ikhwanul Muslimin keenam menetapkan untuk memberikan izin kepada Maktab Irsyad mengajukan tokoh-tokoh Ikhwan untuk menjadi calon anggota legislatif untuk menyuarakan pandangan Jamaah Ikhwanul Muslimin demi kemaslahatan agama dan bangsa.

Berdasarkan keputusan Munas ke-6 itu, Imam Hasan Al-Banna mengajukan diri untuk menjadi calon anggota dewan pada Pemilu Mesir tahun 1942. Atas tekanan penjajah Inggris, Perdana Menteri, Mustafa Nuhas Pasya meminta Imam Hasan Al-Banna untuk mengundurkan diri dari pencalonannya. Setelah terjadi kesepakatan antara Ikhwan dengan penguasa tentang penghapusan bagha resmi, wajibnya penggunaan bahasa Arab bagi perusahaan-perusahaan dalam semua transaksinya, dibolehkannya Ikhwanul Muslimin beraktivitas serta mengeluarkan surat kabarnya dan meredakan perseteruan dengan kekuatan lainnya yang hanya menguntungkan penjajah Inggris.

Baca lebih lanjut

Mahmood Abbas Tangkapi Mufti dan Imam Masjid

Setelah Hamas melakukan penahanan untuk menyelidiki pelaku “bom Gaza” pada Jumat (25/7) dan telah membebaskan sebagian besar dari mereka. Ganti pihak Fatah melakukan penangkapan terhadap beberapa Imam Masjid dan Ulama.

Pada hari Ahad (27/7), para petugas kemanan milik pemerintahan Mahmood Abbas melakukan penangkapan terhadap lebih dari 50 tokoh Hamas di Tulkarem, baik yang menjadi imam masjid, dai, mufti, atau tokoh masyarakat.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa beberapa masjid, madrasah Al-Quran, serta Perpustakaan Dar Al Hadits di Tulkarem menjadi sasaran para petugas keamanan, hingga jumlah  korban penangkapan semakin meningkat. Baca lebih lanjut