Arab Saudi Kebocoran Dokumen Rahasia Yang Mengungkapkan Arab Saudi Mendanai Berbagai Aksi Teroris di Irak

image Suaranews – Sebuah berita keamanan melaporkan hadirnya friksi ditengah-tengah Kepala Dinas Intelejen Arab Saudi, Muqran Bin Abdul Aziz serta Menteri Luar Negeri Saud Al-Faisal tentang persoalan Irak.

Seperti diberitakan kantor pemberitaan Fars News, Menlu Arab Saudi belum lama ini menyadari sebenarnya salah satu negara Eropa mendapatkan data rahasia terkait kegiatan dinas intelejen Saudi.

Baca Selebihnya >>>

——————————————————————————————————

Iklan

300 Ribu Tentara AS di Irak & Afghanistan Terkena Depresi

Washington – Bahaya bunuh diri dan gangguan mental mengancam pasukan AS yang bertugas di Irak dan Afghanistan. Institut Nasional Kesehatan Mental di negeri Paman Sam ini pun memperingatkan akan bahaya yang mungkin terjadi.

Seperti dikutip AFP, Selasa (6/5/2008), ada sekitar 1,6 juta pasukan AS yang bertugas di negeri konflik tersebut. Dan sekitar 18-20 persennya atau 300 ribu pasukan menunjukan gejala post-traumatic stress dissorder (PSTD) dan depresi.

Hal itu seperti yang dinyatakan Kepala Institut Kesehatan Mental Thomas Insel dalam konferensi pers pertemuan Asosiasi Psikiatri Amerika. Dia juga memperkirakan, 70 persen dari para penderita gangguan psikologis dan mental tersebut tidak mendapatkan bantuan perawatan dari Departemen Keamanan dan Bagian Veteran.

Insel memperingatkan agar penanganan segera dilakukan, jika tidak maka tentara yang terkena depresi dan PSTD itu bisa melakukan bunuh diri atau mengalami gangguan mental. “Ini bisa menciptakan kondisi buruk bagi sektor kesehatan publik,” tambah Insel.

Data menunjukan 4 ribu tentara AS tewas sejak invasi pada 2003 lalu dan sekitar 400 lainnya tewas di Afghanistan sejak invasi pada 2001 lalu. ( ndr / rdf )
(detik)

JIKA ORANG-ORANG KAFIR BERTEMPUR UNTUK MENCARI KEHIDUPAN, TETAPI PARA MUSLIM BERTEMPUR UNTUK MENCARI KEMATIAN. KARENA SYAHID CITA-CITA YANG TERTINGGI BAGI PARA MUJAHID-MUJAHIDAH . DAN MEREKA TIDAK AKAN PERNAH MENYERAH MEREBUT NEGERI-NEGERI ISLAM YANG DIKUASAI OLEH PARA KAFIR.

Al Quran Jadi Sasaran Latihan Tembak, AS Minta Maaf

Baghdad – Gara-gara menggunakan Al Quran sebagai target dalam latihan tembak, seorang tentara AS ditarik dari Irak. Pejabat militer AS pun telah meminta maaf atas sikap anak buahnya yang memicu protes itu.

Seorang tentara yang tidak disebutkan identitasnya itu diamankan setelah polisi Irak menemukan Al Quran yang merupakan kitab suci umat Islam dengan lubang peluru di sampulnya pada pekan lalu di Irak barat.

Panglima tertinggi Angkatan Perang AS di Baghdad Mayor Jenderal Jeffrey Hammond menemui kepala suku Radhwaniya di pinggiran barat ibukota untuk memohon maaf.

“Saya datang untuk meminta maaf,” kata Hammond kepada pemimpin suku. “Pada kesempatan ini dengan rendah hati saya mohon maafkan saya dan tentara saya,” ujar Hammond seperti dikutip AFP, Senin (19/5/2008).

Sedangkan pejabat militer AS lainnya menciumi Al Quran dan memberikan hadiah Al Quran kepada kepala adat dalam upacara minta maaf. Dalam kesempatan itu juga dibacakan surat permintaan maaf dari tentara yang bersangkutan.

“Saya dengan tulus berharap tindakan saya tidak mengurangi kemitraan yang sudah dikembangkan oleh dua negara ini. Tindakan saya ini sangat gegabah dan tak bertanggung jawab, tetapi di lubuk hati saya tidak ada niat untuk berbuat jahat,” ujar Hammond, mengutip surat yang ditulis tentara berpangkat sersan tersebut.

Sersan itu lalu dipindahkan dari Irak untuk mengikuti pemeriksaan pendahuluan. “Prajurit itu dipertanyakan kedisiplinanya karena tindakannya menembak Al Quran. Kami melatih semua tentara kami sepenuhnya untuk bertanggung jawab terhadap tindakan mereka,” imbuh dia.

Sedangkan juru bicara militer Kolonel Bill Buckner mengatakan mereka melihat insiden ini sebagai suatu hal yang serius dan bermasalah.

“Panglima koalisi sudah memberi penjelasan kepada pemimpin lokal hasil pemeriksaan serta mengungkapkan penyesalan mendalam. Mereka juga sudah melakukan tindakan disipliner bagi tentara yang terlibat dan dia sudah disingkirkan dari Irak,” pungkas Buckner.

( mly / nrl )
(detik)

TERLIHAT JELAS PERMUSUHAN MEREKA TERHADAP ISLAM