Alhamdulillah, Ternyata Sudan Dan Hamas Mempunyai Hubungan Yang Erat

pertemuan pemimpin Hamas dan presiden SudanPM Ismail Haniyah mengadakan pembicaraan penting dengan Presiden Sudan Omar al-Bashir pada Tur Kamis kemarin (29/12). Kunjungan regional resmi pertama sejak tahun 2007, ketika perebutan antara Hamas dan Fatah di Gaza.

PM Ismail Haniyyah yang tiba di Khartoum selasa, langsung bergabung dengan pertemuan tingkat tnggi bersama pemimpin Hamas, yang pertama kali mereka bertemu bersama Presiden Sudan Omar al-Bashir, Sudan dan Hamas memiliki hubungan dekat dan sangat erat.

Kelompok Palestina telah lama mempertahankan basisnya di Sudan, dimana pengasingan Syaikh Khalid Meshaal pada mulanya sering mengunjungi Sudan.

Syaikh Khalid Meshaal bergabung satu jam berikutnya dengan dialog yang lama bersama Presiden Omar al-Bashir. Orang-orang yang mengikuti dialog tersebut adalah beberapa tokoh utama Hamas dan menteri luar negerinya.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Mossad Setelah Bunuh Mahmud Al Mabhuh, Sasaran Kedua PM Ismail Haniya, Hamas Tak Gentar!

image TEL AVIV–Untuk menegaskan keterlibatan Mossad dalam pembunuhan elite Hamas Mahmud Al Mabhuh, mantan panglima Israel Danny Haltus mengaku memberi apresiasi pembunuhan itu. Sementara kepala Komisi Parlemen di Knesset Yarev Lipeni menyerukan agar membunuh PM Palestina di Gaza, Ismail Haniya.

Situs aljazeera.net edisi Rabu (24/2) melansir ucapan Haltus dalam sebuah kuliah di Universitas Tel Aviv bahwa siapapun sosok seperti Al Mabhuh harus berfikir sejenak sebelum melakukan aktivitasnya. "Ia menegaskan, aksi semacam ini akan menggentarkan organisasi terorisme dan negara-negara juga akan menyadari kemampuan Israel," tegasnya.

Haltos menyinggung bahwa pembunuhan elite Hizbullah Lebanon, Emad Mughaniyah, sebagai tindakan menggentarkan sehingga tidak heran Sekjen Hizbullah selama tiga tahun setengah berada di persembunyian. Dia yakin suatu saat Israel akan mampu menghabisinya. Haltos menambahkan, operasi pembunuhan akan menimbulkan kerugian bagi kinerja kelompok ‘teroris’ menunjuk kelompok perlawanan dan negara seperti Iran dan Ahmadinejad.

Baca lebih lanjut

Facebook Hapus Seluruh Member dari Facebook Milik Ismail Haniyah

Terbukti memang Facebook anti yang berbau Islam dan Jihad. Setelah banyak keluhan dari para penggunanya yang menjadikan Facebook sebagai washilah (sarana) untuk berdakwah, account keanggotaan mereka banyak yang di blok, dan user name mereka dihapus, sekarang Facebook perdana menteri dari gerakan Hamas Ismail Haniyah yang dibikin oleh para penggemarnya – telah ikut menjadi korban dengan dihapusnya seluruh member yang ada di Facebook Ismail Haniyah tersebut oleh pihak administrasi Facebook.

Semua halaman para penggemar Ismail Haniyah telah dihapus dan pihak Facebook sama sekali tidak memberitahukan alasan penghapusan tersebut, kata administator dari Facebook Ismail Haniyah.

Administator memberi peringatan hal yang serupa bisa saja terjadi terhadap Facebook yang dibuat oleh para pengagum pimpinan Hamas lainnya seperti pimpinan biro politik Hamas – Khalid Misyal yang memiliki member sebanyak 17.000 member. Sedangkan Facebook Ismail Haniyah memiliki lebih dari 10.000 member.

Para aktivis Islam telah meluncurkan sebuah kampanye untuk menyerukan kembalinya halaman member dari Facebook Ismail Haniyah dan menolak setiap tindakan sewenang-wenang yang dilakukan pihak Facebook terhadap setiap halaman member Facebook yang terkait dengan pimpinan perlawanan Palestina Hamas ini, kata sebuah laporan dari media Al-Hayat yang berbasis di London pada Ahad kemarin.(fq/aby/eramuslim)

Jawaban Untuk Jamaah Su’udzhan: Pemerintah Haniyah Tegaskan Dukungannya pada Perlawanan

Gaza- Pemerintah Palestina di Gaza yang dipimpin PM Ismail Haniyah menegaskan dukungannya pada perlawanan Palestina. Perintah Haniyah menegaskan pihaknya adalah pendukung nyata bagi perlawanan yang berdiri melawan kejahatan penjajah Zionis dan serangannya yang terus dilakukan terhadap warga sipil di diblokade di Jalur Gaza.

Jurubicara pemerintah Haniyah, Taher Nunu menampik adanya tahanan di pemerintahnya karena latar belakang perlawanan terhadap penjajah Israel atau karena afiliasi politik. Dia menegaskan bahwa pemerintah Palestina di Gaza "memperlakukan semua organisasi dan siapa saja sesuai dengan hukum dan kepentingan nasional tertinggi."

Nunu menegaskan, "Kami mengadopsi metode perlawanan dan programnya. Tidak mungkin kami menangkap siapapun karena latar belakang perlawanan, atau menggapnya sebagai kejahatan. Kami memiliki kesepemahaman dengan semua faksi di Gaza untuk hal ini."

Jurubicara pemerintah Palestina di Gaza menjelaskan bahwa "penjara-penjara di Jalur Gaza terbuka untuk semua lembaga- hak asasi manusia guna memastikan kebenaran apa yang kami katakan." (seto/infopalestina)