Partai Demokrat Protes Isu Jilbab untuk Black Campaign

JAKARTA – Kubu capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono tidak nyaman dengan isu jilbab yang mencuat akhir-akhir ini. Partai Demokrat menganggap pihak yang mengembuskan isu jilbab untuk black campaign telah memolitisasi dan merendahkan agama tertentu.

Kubu SBY-Boediono kemarin (29/5) menghelat konferensi pers khusus untuk merespons isu tersebut. Pernyataan disampaikan oleh Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Sekjen Partai Demokrat Marzuki Ali, dan anggota tim sukses Rizal Mallarangeng.

Menurut Anas, agama harus ditempatkan dalam posisi terhormat. "Kami mengimbau siapa pun untuk tidak memolitisasi agama. Jangan dijadikan alat politik, apalagi hanya alat kampanye untuk kepentingan politik jangka pendek," tutur Anas di Kantor Bravo Media Center (BMC) kemarin. (tom/noe/agm)

Iklan

Wahabi Isu Jadul Yang Dimunculkan Kembali Di Indonesia

“Dasar, Wahabi kampungan” selintas komentar ini nangkring diblog. Dan ada beberapa komentar lagi yang bahkan menghina-hina Wahabi. Entahlah kenapa mereka menghina Muhammad Bin Abdul Wahab murid dari Ibnu Taimiyah ini. Atau mungkin dari buku-buku yang mereka baca, atau dari ustad-ustad mereka. Atau mungkin dari teman-teman yang lainnya. Wallahu’alam. Pokoknya mereka sepertinya sangat antipati terhadap Wahabi.

Oh iya, kenapa saya bilang Jadul (Jaman Dulu). Karena ternyata dulu pun sudah ada pencitraan Wahabi, sebagai orang yang akan menggilas tradisi yang tidak sesuai dengan aturan/syari’at Islam. Isu ini digulirkan untuk membendung pemahaman yang dibawa oleh sarjana-sarjana dari Arab Saudi (kebanyakan) untuk diajarkan di Indonesia.

Mari kita mengingat Kh. Ahmad Dahlan. Tokoh pembaharu Islam di Indonesia ini yang telah mendirikan Muhammadiyah sebagai pencetak generasi-genarasi Islam tersebut. Ternyata juga di cap sebagai Wahabi pada masanya. Dari perjuangan seorang Ahmad Dahlan yang belajar dari Arab Saudi dan datang kedaerahnya untuk membetulkan segala perilaku-perilaku peribadatan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam untuk diluruskan kembali. Dan yang paling tragis, ketika Kh. Ahmad Dahlan akan membetulkan letak Surau untuk menghadap kearah kiblat umat Islam. Ditentang keras oleh kyai-kyai yang lainnya. Baca lebih lanjut

Mewaspadai PROVOKASI

Godaan meterial dunia. Seorang muslim sangat mungkin menjadi sasaran empuk rayuan harta dan jabatan.

Sesungguhnya setan telah berputusasa untuk disembah oleh orang-orang yang shalat di Jazirah Arab. Akan tetapi (ia masih semangat) untuk memprovokasi (memecah belah) antara mereka (HR. Muslim)

Hadist shahih yang diriwayatkan Imam Muslim itu menjelaskan antara lain, bahwa setan sudah berputus asa dan tidak lagi berharap akan disembah oleh orang-orang yang melaksanakan shalat. Akan tetapi, sang setan tidak akan henti-hentinya menanamkan kebencian dan memprovokasi kaum muslimin untuk mengorbankan permusuhan dan pertempuran didalam tubuh mereka. Ini sebuah peringatan penting dari Rasululloh SAW. Jika sampai terjebak dengan provokasi itu, tentu saja banyak kerugian yang akan menimpa kita. Di antara kerugian itu adalah sebagaimana yang Allah SWT gambarkan dalam ayat :

QS. Al Anfal 8:46.
Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Sebenarnya, ketika kondisi setiap pribadi muslim dan hubungan antar pribadi muslim kokoh, segala intervensi dan provokasi dari luar tidak akan terlalu efektif. Akan tetapi, jika gempuran itu dilakukan secara gencar dan terus menerus, tidak mustahil ada juga pengaruhnya terhadap jiwa dan pemikiran kaum muslimin. Setan yang melakukan provokasi itu bisa jadi dalam bentuk jin, bia juga dalam sosok manusia. Disinilah kita dituntut untuk senantiasa menancapkan kewaspadaan. Diantara hal-hal yang perlu diwaspadai itu adalah sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

Para Korban SMS Merah mulai pulih

Jambi (ANTARA News) – Kondisi lima warga Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi yang menjadi korban jatuh pingsan setelah menerima pesan singkat (sms) telepon selular (Ponsel) atau "Ring in the red", mulai pulih.

Berdasarkan keterangan dari perawat RSU Kabupaten Bungo yang dihubungi Sabtu malam, mengatakan, kondisi kelima korban yang dirawat di RSU sejak dua hari lalu mulai pulih.

"Kondisi kelima korban mulai pulih, mungkin sehari atau dua hari ini bisa pulang," ungkap salah seorang perawat Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit itu.

Menurut keterangan dokter, kata perawat itu, para korban yang dirawat itu karena ketakutan yang berlebihan setelah mendapat informasi isu kematian penerima telepon selular (ponsel) atau pesan singkat yang berwarna merah.

"Isu berlebihan itu membuat mereka ketakutan luar biasa," ujarnya.

Sementara itu, tiga dari lima korban yaitu Eva Susanti, Riska, dan Ansori, mengakui, ketika menerima pesan singkat melihat ponselnya warna merah dan bergambar bintang-bintang.

"Ketika saya melihat ponsel saya berwarna merah, saya langsung jatuh pingsan. Sekarang badan saya masih lemas," kata Eva Susanti.

Hal yang sama juga diakui Ansori, ketika ponselnya berdering yang disimpan di dalam lemari melihat pancaran cahaya merah, sehingga membuat dia ketakutan dan jatuh pingsan.

Di Kota Jambi juga mengguncang isu kematian akibat Infra merah ponsel yang berlebihan dengan "kartu maut" nomor 0866 dan 0666.

Masyarakat Jambi sampai kini resah akibat isu itu terus berkembang dari mulut ke mulut agar para pemilik ponsel tidak mengangkat ponselnya ketika berdering dengan nomor masuk 0866 dan 0666 itu.(*)

Kemenangan ini Atas pertolongan Allah

Sejenak peserta Syuro’ di DPD PKS Sidoarjo bertakbir “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.” Setelah salah satu ikhwa memberitahukan pasangan HADE atas hasil Quick count telah dimenangkan oleh pasangan PKS dan PAN. “Ini sudah direncanakan oleh Allah, dan kemanangan ini adalah atas pertolongan Allah” Ucap ketua DPD PKS Sidoarjo. Tidak sedikit peserta syuro’ yang begitu gembiranya dengan mata yang berkaca-kaca. Meskipun kami jauh, meskipun kami tidak saling mengenal. Tapi kami tahu bahwa mereka adalah saudara kami, mereka adalah umat Islam yang sama-sama memperjuangkan bendera Al Haq.

Sebenarnya kita tidak membicarakan masalah kalah dan menang. Tetapi kita membicarakan konsep Al Haq. Dan bagaimana mengelola negara atas apa yang Islam kehendaki! Kita tidak hanya membatasi berbicara masalah Islam hanya pada perkumpulan kita saja. Tetapi kita berbicara atas Islam dari segala macam unsur yang terkait didalamnya. Biarkan masyarakat yang menilai, bagaimana seorang yang sudah bertarbiyah dalam Al Islam. Menjadi rijal-rijal yang memang telah dipersiapkan oleh Allah. Menjadi pemimpin-pemimpin yang amanah, yang berdedikasi dalam mengemban amanah yang Adil dan dapat mensejahterakan umat. Kita tidak lagi berbicara konsep hanya pada slogan-slogan kita! Tetapi kita berbicara konsep dalam Islam sesuai dengan aplikasi yang nyata! Kita tidak hanya mengobral janji, tapi kita memberikan makna yang kuat atas apa yang dinamakan prinsip keadilan yang mensejahterakan!
Baca lebih lanjut