Kapolda Jatim “Anton Bachrul Alam : Saya Mendorong Anggota Jadi Lebih Religius”

Wawancara Kapolda Jatim Anton Bachrul Alam

Polda Jatim di bawah kepemimpinan Anda terlihat lebih religius. Komentar Anda?

Sebenarnya sederhana saja. Bila anggota tidak dekat dengan Allah, pasti akan banyak penyimpangan. Entah itu pelanggaran kewenangan ataupun masalah internal, seperti bunuh diri dan sebagainya.

Karena polisi mempunyai kewenangan paksa yang luar biasa, adalah sangat berbahaya bila secara mental polisinya sudah tidak benar. Bagaimana mau membersihkan, bila sapunya tidak bersih? Lagi pula pendekatan religius ini cocok dengan karakteristik masyarakat Jawa Timur. Baca lebih lanjut

NU Larang Jihad ke Palestina

SURABAYA, SENIN — Lembaga Bathsul Masail PWNU Jawa Timur melarang orang yang tidak punya keterampilan berjihad ke Palestina. Lebih baik mengirimkan uang ke sana.

Sekretaris Lembaga Bathsul Masail PWNU Jatim Imam Syuhada mengatakan, hukum jihad ke Palestina adalah fardu kifayah. Dengan kata lain kewajiban itu gugur setelah ada orang lain yang mewakili. "Hukum membantu Muslim yang tinggal lebih dari 200 kilometer adalah fardu kifayah," tuturnya di Surabaya, Senin (19/1).

Kalaupun ingin membantu, sebaiknya mengirimkan uang saja. Uang bisa dipakai untuk berbagai keperluan di sana. "Ada banyak hal perlu diadakan di sana. Kalau tidak punya keterampilan perang modern, tidak bisa bahasa Arab, sebaiknya tidak usah ke sana. Malah konyol kalau berangkat," ujarnya.

Untuk saat ini, lebih baik hanya tenaga medis yang ikut berangkat ke sana. Tenaga medis masih dibutuhkan karena banyak korban. "Kami memutuskan ini berdasarkan pertimbangan fiqih. Silakan kalau ada orang lain berpendapat berbeda. Kami hanya menyampaikan apa yang benar dan sebaiknya bagi umat," ungkapnya.

Kemenangan KarSa Buktikan Quick Count Tak Selalu Tepat

Surabaya – Hasil penghitungan cepat atau quick count perolehan suara Pilgub Jatim putaran kedua yang dilakukan tiga lembaga survei benar-benar di luar prediksi.

Jika pada penghitungan cepat, 4 November lalu pasangan Khofifah-Mudjiono (KaJi) berhasil mengungguli Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) dengan selisih suara antara 1-2 persen.

Dari penghitungan cepat yang dilakukan Lembaga Survey Indonesia (LSI), pasangan
KaJi memperoleh suara sebanyak 50, 44 persen, dan KarSa mendapat 49,56 persen.

Sedangkan versi Lingkaran Survei Nasional yang mereka lakukan di 400 TPS di seluruh Jatim, KaJi meraup 50,76 persen dan KarSa meraih 49,24 persen.

Baca lebih lanjut