Bersiaplah, Matahari Mulai Tertidur Amerika Dan Eropa Sudah Membeku!

Cuaca dingin ekstrem melanda kawasan lintang tinggi Bumi. Fenomena ini, antara lain, disebabkan oleh Matahari yang tidur berkepanjangan. Dampaknya menjadi terasa berat karena semakin diperparah oleh adanya pemanasan Bumi dan perubahan iklim global.

Sejak Desember lalu, suhu ekstrem terus melanda kawasan Lintang Utara, yaitu mulai dari Benua Amerika, Eropa, hingga Asia. Di Eropa, suhu dingin bulan lalu pernah mencapai minus 16 derajat celsius di Rusia dan minus 22 derajat celsius di Jerman. Bagi Inggris, ini suhu ekstrem terdingin dalam 30 tahun terakhir. Jalur transportasi ke Perancis lumpuh. Baca lebih lanjut

Iklan

Dunia Islam Sudah Berubah

img2
Indonesia sendiri akan menggantikan ukuran ekonomi Jepang, Inggris, dan Jerman, pada sekitar tahun 2040, dan menjadi kekuatan ekonomi ketujuh atau kedelapan di dunia, dengan populasi diperkirakan sekitar 285 juta orang

oleh: Dr. Terry Lacey

Forum Pew tentang Kehidupan Agama dan Umum telah menerbitkan sebuah laporan yang menunjukkan bahwa populasi Muslim dunia sekitar 1,8 miliar, sementara jumlah umat Kristen di dunia diperkirakan sekitar 2,2 miliar.

Studi menunjukkan bahwa lebih dari 60% umat Muslim tinggal di Asia, sementara hanya 20% yang tinggal di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Amaney Jamal, Asisten Profesor di Universitas Princeton menegaskan, “Semua ide bahwa umat Muslim adalah bangsa Arab dan bangsa Arab adalah umat Muslim, benar-benar dihapuskan oleh Laporan ini”. (The Jakarta Post, 9/10/2009, mengutip Eric Grosky).

Indonesia sendiri akan menggantikan ukuran ekonomi Jepang, Inggris, dan Jerman pada sekitar tahun 2040 (lihat laporan khusus Bank Standard Chartered, 2 September 2009) untuk menjadi kekuatan ekonomi ketujuh atau kedelapan di dunia, dengan populasi diperkirakan sekitar 285 juta orang.

Hal ini dengan tegas akan membantu mendorong pusat gravitasi Muslim dari Timur Tengah ke Asia, sementara minyak Timur Tengah akan mulai menurun secara signifikan dalam politik dan ekonomi. Baca lebih lanjut

Bunga Islam Von Wismar

Oleh Ineu

Minggu siang saat langit diselimuti warna biru cerah, saya bergegas menuju masjid untuk menunaikan sebuah amanah yang rutin selama ini saya jalani. Ketika sampai di tujuan, sekelompok ibu muda yang biasa saya bimbing membaca al-Quran telah berkumpul di salah satu sudut ruang. Segera saya hampiri mereka sembari mengucap salam dan memeluk satu persatu wajah-wajah yang senantiasa saya rindukan itu. Tak lama kemudian kami pun membentuk lingkaran kecil dan secara bergiliran mulailah lisan para ibu muda itu melafalkan ayat demi ayat firmanNya.

Waktu terus merambat hingga tiba saatnya kami mesti menghentikan kegiatan membaca Al-Quran beserta artinya itu untuk kemudian memasuki sesi diskusi seputar pendidikan anak sesuai dengan kesepakatan ibu-ibu selama ini. Namun tiba-tiba sebuah tanya bernada keheranan meluncur dari lisan seorang ibu dengan aksen Jerman yang sangat kental.

“Warum baca al-Qurannya selesai?. Apa kalian sudah capek?.Kalau begitu silahkan kalian berhenti tapi saya mau teruskan bacaannya sendiri.”
Baca lebih lanjut