Jusuf Kalla Meminta Dukungan Kepada Aliran Sesat

img
Dari ribuan jamaah LDII yang hadir di Kediri Jatim. Jusuf Kalla menyatakan meminta dukungannya kepada LDII. Hal ini sangat disayangkan sekali, karena sampai sekarang fatwa MUI tentang kesesatan LDII masih belum dicabut. Ini jelas sekali ada sebuah pembelaan terhadap aliran sesat yang lain, seperti Ahmadiyah nantinya. Silahkan menyimak beritanya:

Kediri, Jatim- Ketua Umum Dewan Pimpinana Pusat (DPP) Partai Golkar M Jusuf Kalla meminta meminta kalangan ulama Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII) untuk memberikan dukungan kepada Partai Golkar dalam pemilihan umum April mendatang dan pemilihan presiden 2009.

"Di LDII ini serasa rumah sendiri, untuk itu saya sebagai ketua umum Partai Golkar dan wapres meminta dukungan bapak-bapak pimpinan pondok pesantren Burengan dan pengurus DPP LDII dalam pemilu dan pilpres mendatang," Kata Ketum DPP Partai Golkar yang juga Wapres Jusuf Kalla saat meresmikan masjid dan menara pondok pesantren LDII Burengan, Kedir, Jatim, Jumat. Baca lebih lanjut

Iklan

Kenapa Aku Mendukung SBY Bukan JK!

Assalamualaikum Wr. Wb.
Saya membutuhkan cukup waktu untuk bisa memahami alasan DPP PKS memilih tetap berkoalisi dengan SBY-Boediono. Itu, karena tadinya saya mengharapkan dan menyangka PKS akan memilih JK. Namun, setelah jelas sikap DPP sedikit-demi- sedikit saya menemukan jawabannya. Semoga apa yang saya fahami ini tidak semuanya salah.

Pertama, PKS bukan satu-satunya partai Islam yang memilih SBY. Disana ada koalisi seluruh partai Islam dan berbasis massa Islam yaitu PKB, PPP dan PAN. Jadi, ini kemaslahatan pertama yaitu mendahulukan koalisi partai Islam dibanding koalisi sekuler termasuk yang mendukung JK. Mana yang harus kita utamakan, kumpulan partai Islamis atau koalisi partai sekuler? Baca lebih lanjut

Survei LRI: Pemilih Golkar Paling Setia

img3
JAKARTA- Popularitas JK-Win akhir-akhir ini menanjak dan selisih elktabilitasnya dengan SBY-Boediono di peringkat pertama hanya 4 persen saja. Demikian diungkap Presiden Direktur Lembaga Riset Informasi (LRI) Johan Silalahi.

"JK-Win menanjak karena mendapat limpahan suara dari pemilih Demokrat dan PDIP," kata Johan saat Jumpa Pers Survei Nasional Polling Presiden di Jakarta, Minggu (7/6). Hasil survey LRI mendapatkan, elektabilitas SBY-Boediono saat ini 33,02 persen. Sedangkan JK-Win 29,29 persen dan Mega-Pro 20,09 persen.

Johan memaparkan, pada Pileg yang lalu Partai Demokrat mendapat 20,8 persen suara. Dari jumlah itu, yang tetap memilih SBY hanya 87,42 persen. Sedangkan 6,29 persen pindah ke JK-Win, 0,90 persen ke Mega-Pro, dan 5,39 persen responden belum memutuskan. Baca lebih lanjut