Di Bekasi Muncul Gerakan Membasmi Islam (GMI)

image BEKASI– Lagi-lagi, Kota Patriot Bekasi diprovokasi pihak-pihak nom Muslim. Hubungan Islam dan Kristen kembali memanas, padahal kasus-kasus sebelumnya masih hangat, belum selesai dengan tuntas hingga sekarang. Belum reda konflik gereja Katolik di Harapan Indah, kasus pemurtadan berkedok festival Bekasi Berbahagia yang berujung pada festival pembabtisan, kasus Gereja Philadelpia, dan masih banyak lagi.

Kini provokasi gila-gilaan dilakukan melalui website blog yang adminnya menamakan diri Yayasan Perguruan Santo Bellarminus. Yayasan Katolik yang beralamat Jl. Kemangsari IV No. 97, Jatibening Baru, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat ini adalah terdiri dari pendidikan TK, SD, SMP hingga SMA dengan terakreditasi “A.”

Dalam blog bertitel “habisi Islam di Indonesia” ini diposting tulisan-tulisan yang ditujukan untuk membangkitkan amarah umat Islam. Misalnya, dalam pesan berjudul “Habisi Islam di Indonesia!!” Pesan yang diposting hari Rabu, 21 April 2010 pukul 02:05 ini terang-terangan membangkitkan amarah keagamaan umat Islam.

Baca lebih lanjut

Iklan

Vatikan Kembali Mendapat Tuduhan Pelecehan Seksual

image Konferensi Uskup Jerman melakukan penyelidikan atas tuduhan pelecehan seksual dan fisik yang menimpa lebih dari 170 siswa di Jerman. Penyidikan termasuk memeriksa klaim pelecehan seksual di sebuah paduan suara yang pernah dipimpin oleh Georg Ratzinger, saudara laki-laki dari Paus Benedict XVI.

Pemimpin Gereja Karl Juesten, penghubung antara para uskup Katolik Roma dan pemerintah Jerman, mengatakan, investigasi akan meliputi penyelidikan Uskup Agung Munich. Siswa di sekolah-sekolah Katolik di seluruh Jerman telah mengatakan mereka mengalami pelecehan seksual di masa lalu, sementara yang lain telah membuat pernyataan mengalami pemukulan yang parah.

Baca lebih lanjut

Akibat “Ditampar Pipi Kanan Dan Menyarahkan Pipi Kiri”-Umat Kristen Biasa Diludahi Yahudi Israel

Beberapa pekan lalu seorang rohaniwan Katolik Ortodoks Yunani mendatangi sebuah pertemuan di gedung pemerintah di Givat Shaul, Yerusalem. Ketika ia kembali ke mobilnya, seorang laki-laki tua yang mengenakan topi kippah di kepalanya menghampiri, dan mengetuk kaca jendela. Ketika rohaniwan itu menurunkan kaca jendelanya, pejalan kaki tersebut meludahinya.

Si rohaniwan memilih untuk tidak melaporkan ke polisi, dan mengatakan kepada temannya bahwa ia sering diludahi oleh orang-orang Yahudi.

Banyak rohaniwan di Yerusalem menjadi korban tindakan semacam itu. Biasanya mereka membiarkannya, tapi kadang mereka tidak bisa membiarkannya begitu saja. Baca lebih lanjut