Apakah benar kader HTI munafiq?

Saya sedikit terheran-heran dengan saudara-saudara HTI. Ketika mereka menyudutkan PKS dengan sangat bersemangat sekali. Tetapi tidak pernah bertabayyun (klarifikasi) kepada pimpinan-pimpinan di PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Bentuk seperti ini sering sekali terjadi, penyudutan PKS yang dilakukan oleh kader-kader HTI ini “sepertinya” memang direncanakan secara matang untuk menjatuhkan PKS.

Apakah mereka benar-benar belajar dan mengamalkan tentang adab dalam Islam atau hanya sebatas slogan-slogan saja! Kader-kader HTI dalam menulis berita tentang PKS begitu kuat, mempertanyakan kekonsistensian PKS dalam jalan dakwah Islam. Berita-berita dari media yang dianggap sekuler jika menampilkan sisi yang “jelek” juga di blow-up besar-besaran. Tanpa klarifikasi dari berita-berita yang diberikan oleh media-media yang dianggap sekuler tersebut. Media-media HTI dengan bersemangat sekali memampang judul besar. Bahkan kalau perlu mengubah judul yang tidak ada “PKS”nya harus diada-adakan Contohnya “Kampanye Cagub PKS dan PAN Menampilkan Goyang Ngebor Inul Daratista” padahal judul aslinya adalah “Pilkada Maluku Diwarnai Aksi Goyang Ngebor” (judul awal http://www.liputan6.com/politik/?id=161861 Judul yang sudah diganti http://syariahpublications.com/index.php/2008/07/12/kampanye-cagub-pks-dan-pan-dimeriahkan-goyang-ngebor-inul-daratista/ )

Apalagi salah satu komentar dari “Pemanang pemilu 2009” tidak ditampilkan di artikel berjudul “Goyang Erotis pada Kampanye Cagub PKS di Jatim (http://syariahpublications.com/index.php/2008/07/13/goyang-erotis-pada-kampanye-cagub-pks-di-jatim/)”. Padahal tidak ada kata yang bernuansa melecehkan ataupun kasar dalam komentar tersebut. Entahlah, keberanian Kader dan Media HTI apa benar-benar terpolarisasi dengan kemunafikan? Berikut kutipan komentar yang berhasil saya dapatkan dari salah satu ikhwa:
Baca lebih lanjut

Iklan

Fenomena PKS & Kemiripannya dengan Ikhwanul Muslimun

Assalamualaikaum Wr Wb,

Pak Ustad yang saya kagumi, fenomena PKS (partai keadilan sejahtera) begitu dahsyat, dalam beberapa dekade sudah menjadi salah satu kekuatan politik di Indonesia, bagaimana Pak Ustad menyikapinya? Apakah ini salah satu tanda kebangkitan Islam di indonesia? Dan kemiripan dengan gerakan dakwahnya dengan IM (ikhwanul Muslimun)

Demikian terima kasih.

Yudhi Pamungkas
cust-support@indotruck-utama.co.
Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Anda bukan orang yang pertama kali tertarik mengamati fenomena PKS, sudah banyak para pengamat dan cendekiawan yang berdecak kagum melihat penyebaran kader partai ini, kecepatan mereka dalam meraih kemenangan demi kemenangan serta kesolidan struktur tubuhnya.

Tidak kurang kalangan yang ‘memusuhi’ atau katakanlah kalangan yang menjadi lawan politik merekajuga banyak yangikut tercengang. Dan tidak sedikit yangketar-ketir melihat perkembangannya yang sangat sporadis.

Dan baru saja hal itu terbukti. Meski kalah dalam pilkada Jakarta kemarin, namun kekalahan itu oleh banyak pengamat dikatakan sebagaikemenangan besar, atau kemenangan yang tertunda. Sebab PKS dikeroyok oleh semua partai, tidak kurang dari 20 partai berkoalisi, ditambah barisan para kiayi, ulama, habaib, termasuk aparan pemda DKI. Semuanya bersatu menggempur PKS. Baca lebih lanjut

Mensingkapi Tuduhan dan Fitnahan terhadap PKS

Maraknya tuduhan-tuduhan maupun fitnahan yang dilayangkan kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memang sangat merisaukan. Betapa sengitnya para pendengki yang begitu kuat rasa irinya menjadikan pandangan dan penglihatannya tidak berfungsi. Tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar dituduhkan untuk menjatuhkan PKS merupakan cara yang terus digulirkan oleh orang-orang ataupun organisasi yang merasa tersaingi.

Fenomena ini seharusnya sudah menjadi wilayah yang harus disingkapi dengan benar-benar serius. Sebuah tuduhan dan fitnahan ketika tidak dijawab dengan serius maka akan bergulir bak bola salju yang terus menggelinding. Namun, persoalan yang serius ini harus dijawab pula dengan kesantunan akhlaq yang telah diajarkan Rasulullah.

Kita ingat bagaimana istri Rasulullah difitnah oleh kaum munafik, bagaimana tidak. Seorang istri Rasulullah (Aisyah) dikabarkan selingkuh dengan sahabat Rasulullah (Shafwan) sendiri hanya karena pada saat itu Siti Aisyah berjalan dengan di iringi sahabat Rasulullah dari belakang yang bermaksud ingin melindungi. Tetapi karena hati munafik itu memang bersifat pendengki, maka dengan cara itu orang-orang munafik menjatuhkan Rasulullah dari umatnya dengan tuduhan dan fitnahan yang keji. Betapa pedihnya hati Aisyah yang dikabarkan berbuat hal yang sangat keji tersebut. Hati seorang suami mana yang tega melihat istri kesayangannya di kabarkan selingkuh, padahal tidak! Baca lebih lanjut

Daftar Partai yang mengikuti Pemilu 2009

Akhirnya pengundian nomor parpol peserta Pemilu 2009, Rabu (9/7), selesai dilakukan KPU.

Berikut daftar nomor urutnya:

1. Partai Hati Nurani Rakyat
2. Partai Karya Peduli Bangsa
3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia
4. Partai Peduli Rakyat Nasional.
5. Partai Gerakan Indonesia Raya
6. Partai Barisan Nasional
7. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
8. Partai Keadilan Sejahtera Baca lebih lanjut