Hikmah Atas Diharamkannya Perbuatan Zina

freesex Assalamualaikum Wr Wb
Saya sedih dengan merebaknya kasus hamil di luar nikah di masyarakat saya tinggal saat ini. Sepertinya doktrin bahwa zina itu adalah perbuatan keji dan dosa besar tidak membuat para pelaku takut berzina. Mungkin dengan menjelaskan hikmah dibalik pengharaman zina masayrakat akan semakin sadar dan bersama-sama menekan budaya perzinahan ini. Apa sajakah hikmah di balik pengharaman zina?

Hamba Allah

Jawaban:

Waalaikumsalam Wr Wb

Betapa bersarnya bahaya dan kerusakan yang ditimbulkan perbuatan zina itu bagi individu, keluarga, dan masyarakat Islam sehingga Allah SWT meletakkannya setelah pembunuhan dan mempersekutukan Allah (syirik). "Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina." (QS al-Furqan 68-69).

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Mensingkapi Tuduhan dan Fitnahan terhadap PKS

Maraknya tuduhan-tuduhan maupun fitnahan yang dilayangkan kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memang sangat merisaukan. Betapa sengitnya para pendengki yang begitu kuat rasa irinya menjadikan pandangan dan penglihatannya tidak berfungsi. Tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar dituduhkan untuk menjatuhkan PKS merupakan cara yang terus digulirkan oleh orang-orang ataupun organisasi yang merasa tersaingi.

Fenomena ini seharusnya sudah menjadi wilayah yang harus disingkapi dengan benar-benar serius. Sebuah tuduhan dan fitnahan ketika tidak dijawab dengan serius maka akan bergulir bak bola salju yang terus menggelinding. Namun, persoalan yang serius ini harus dijawab pula dengan kesantunan akhlaq yang telah diajarkan Rasulullah.

Kita ingat bagaimana istri Rasulullah difitnah oleh kaum munafik, bagaimana tidak. Seorang istri Rasulullah (Aisyah) dikabarkan selingkuh dengan sahabat Rasulullah (Shafwan) sendiri hanya karena pada saat itu Siti Aisyah berjalan dengan di iringi sahabat Rasulullah dari belakang yang bermaksud ingin melindungi. Tetapi karena hati munafik itu memang bersifat pendengki, maka dengan cara itu orang-orang munafik menjatuhkan Rasulullah dari umatnya dengan tuduhan dan fitnahan yang keji. Betapa pedihnya hati Aisyah yang dikabarkan berbuat hal yang sangat keji tersebut. Hati seorang suami mana yang tega melihat istri kesayangannya di kabarkan selingkuh, padahal tidak! Baca lebih lanjut

Berikut adalah ciri blogger munafik (JADI BLOGGER BAIK ATAU DIAM)

Sebenarnya saya malas untuk membuat artikel ini. Tetapi atas desakan dari berbagai teman-teman sesama blogger di email. Agar blogger-blogger yang ingin membuat sensasional menaikkan “rating kunjungan” dengan cara menfitnah, ataupun melecehkan pihak lain agar segera diketahui, bahwa perbuatan mereka adalah sia-sia. Dan termasuk kategori orang-orang munafik. Dan kesia-siaan yang mereka lakukan akan mendapatkan balasannya. “Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.”

Blogger adalah sarana komunikasi maupun sarana informasi bagi kita, kita bisa menjadikan blog sebagai “buku harian”, kita bisa menjadikan blog kita, sebagai menulis wacana kita, dsb. Namun ketika informasi itu berbau hal-hal yang menjatuhkan, menfitnah, menghujat, melecehkan, dsb. Apakah yang melihat dan yang membaca tidak jengah dengan blogger-blogger semacam itu!?

Jelas, dalam hadits dinyatakan bahwa ciri-ciri orang munafik “Sahabat Nu’man bin Basyir ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Barangsiapa berbuat serong (khianat) kepada teman berserikat terhadap sesuatu yang telah dipercayakan terhadap dirirnya, maka aku tidak lagi memperdulikan orang itu.” (HR. Abu Ya’la dan Baihaqi). Dalam riwayat Imam Bukhari dan Mus­lim diketengahkan, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Ada empat sifat yang apabila dimiliki oleh seseorang maka dia berarti munafik murni. Dan barangsiapa memiliki salah satu dari empat sifat dimaksud, berarti dia memiliki salah satu dari ciri seorang munafik. Empat sifat itu adalah: Apabila berbicara bohong, apabila dipercaya serong, apabila berjanji mengingkari, dan apabila berdebat tidak sportif (lacur).””
Baca lebih lanjut