Indonesia Itu Melankolis, Romantis Dan Anarkis

Beberapa hari lalu kita disuguhi oleh banyaknya “tawuran”, entah itu antara masyarakat dengan masyarakat lainnya, antara masyarakat dengan polisi, mahasiswa dan mahasiswa, mahasiswa dan polisi, polisi dan polisi, polisi dan TNI, polisi dan preman.

Berita-berita yang menyuguhkan tentang bagaimana kerasnya pertikaian antara satu dan yang lainnya, membuat miris yang melihatnya. Ini adalah sebuah hal yang harus menjadi perhatian besar bagi kita semua, karena akan terjadi masalah kemerosotan beradaban sebuah negeri. Persoalan-persoalan antara pengerahan massa satu sama lainnya dan saling bentrok membuat keberadaban bangsa Indonesia yang dikenal ramah dan sopan akan menjadi terkikis. Dan menjadikan negara yang tidak beradab dan bermoral dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.

Baca lebih lanjut

Massa AKKBB Didatangkan dari Cirebon

Massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang dikerahkan untuk melakukan aksi demonstrasi di Lapangan Monas pada 1 Juni 2008 dan berakhir bentrok dengan Front Pembela Islam (FPI) didatangkan dari Cirebon.

Kuasa hukum anti-Ahmadiyah Mahendradata usai bertemu Anggota Komisi III di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (19/6), menjelaskan bahwa massa yang lebih banyak ibu-ibu dan anak-anak itu semula dijanjikan akan berwisata ke Dunia Fantasi (Dufan), Ancol, Jakarta.

Mahendradata mengemukakan, kedatangan massa AKKBB ke Jakarta dari Cirebon itu menggunakan bus ber-AC dan tidak diberitahu akan melakukan aksi unjuk rasa.

Namun, menurut Mahendradata, sekitar 90 persen di kerumunan massa AKKBB itu adalah warga Ahmadiyah. Kondisi itu memicu emosi aktivis FPI yang saat itu sangat gencar menuntut pembubaran Ahmadiyah.

Dengan adanya pengerahan massa Ahmadiyah itu, menurut Mahendradata, diperkirakan bahwa aksi kekerasan di Monas sengaja direkayasa. “Ada skenario untuk menciptakan kekerasan antara FPI dengan Ahmadiyah,” ujarnya.

Adanya skenario menciptakan kekerasan di Monas itu, lanjutnya, juga bisa diindikasikan dengan tidak adanya tokoh penting dalam aksi AKKBB.

Aksi kekerasan di Monas telah diusut polisi. Komandan Laskar Islam, Munarman, juga telah menyerahkan diri ke polisi setelah pemerintah menerbitkan SKB mengenai penghentian aktivitas Ahmadiyah.

Polisi telah menetapkan Munarman sebagai tersangka. Begitu juga pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab menjadi tersangka sekaligus ditahan oleh pihak kepolisian. [EL, Ant] (Gatra)