Akibat Tinggal di Luar Negeri, Puteri Indonesia Lupa Sejarah Indonesia

Bulan ini Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke-66. Beragam aktivitas pun dijalankan buat memperingati jasa para pahlawan yang sudah gugur untuk memperjuangkan kemerdekaan.

Selain peringatan itu, tentu menarik buat mengetahui sejauh mana para artis menyadari mengenai bangsa serta sejarah Indonesia.

Saat pertanyaan mengenai siapa pencipta lagu Indonesia Raya diberikan terhadap Puteri Indonesia 2010, Nadine Alexandra Dewi Ames nampak gelagapan. Maklum ia dituntut menyampaikan jawaban segera serta spontan yang tak perlu waktu buat berpikir.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Ikhwanul Muslimin Dan Kemerdekaan Indonesia

Banyak yang belum tahu bahwa gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir ikut andil dalam kemerdekaan Indonesia. Sejarah menyatakan bahwa Syaikh Hasan Al banna pemimpin Ikhwanul Muslimin, mendesak pemimpin Mesir untuk mengakui Indonesia sebagai negara yang berdaulat. Karena butuh pengakuan sebuah negara dari negara lain untuk mendeklarasikan negara. Dan itu tidak didapatkan dari negara manapun kecuali yang pertama kali adalah Mesir, atas desakan Ikhwanul Muslimin yang melihat Indonesia sebagai negara muslim. Dan kedua adalah Palestina, setelah itu negara-negara lain.

Hal ini sangat jelas sekali, bahwa hanya keimananlah yang menyatukan mereka. Yang mengakui kedaulatan Islam itu sendiri. Walaupun harus dikhianati, tetapi umat Islam tidak akan pernah runtuh dalam perjuangannya.

Bung Syahrir ditemani Mr. Nazir Pamoncak dan M.Z. Hassan (Penulis buku Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri) berkunjung ke Kantor Pusat Al-Ikhwan Al-Muslimun Mesir untuk menyampaikan terimakasih Indonesia kepada Hasan Al-Banna yang sangat kuat mendukung kemerdekaan Indonesia.


KH. Agus Salim, Ketua Delegasi Indonesia, bersama H. Rasyidi menyampaikan terima kasih Indonesia kepada Hasan Al-Banna yang kuat sekali menyokong perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Sumber: Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, M.Z. Hassan, Penerbit Bulan Bintang Jakarta, Hal. 220 & 227.

Nah siapakah yang menuduh serampangan dan keji atas jasa-jasa setiap muslim, maka sesungguhnya mereka orang-orang keji yang sedang menutupi kekejiannya.