Tolong Buktikan Dalil Qath’i Tentang Haramnya Demokrasi!

Selama ini saya banyak sekali mendapatkan masukan saudara-saudara saya dari organisasi Islam yang menyatakan bahwa Demokrasi itu kufur dan haram hukumnya. Namun setiap kali saya meminta bukti dalil qath’i (pasti) tentang haramnya demokrasi, mereka hanya membawa dalil-dalil ijtihad dari beberapa ulama.

Ingatkah ketika seorang Kh. Ahmad Dahlan harus dicap murtad, kufur, munafiq, dll. Hanya karena sistem pendidikannya mengacu dengan tata-cara Belanda? Ingatkan ketika beliau (Kh. Ahmad Dahlan) akan dibakar surau-nya oleh beberapa umat Islam dan kyai-kyai, hanya karena ingin merubah Surau kearah Kiblat yang benar? Ingatkah ketika beliau (Kh. Ahmad Dahlan) mengenakan busana ala Belanda dan dicap sebagai orang kufur atas ketasyabuhannya?

Haram dan Halal semuanya itu sudah ditetapkan oleh Allah. Jangan menetapkan sebuah keharaman dari Islam tanpa ada dalil yang qath’i kecuali itu adalah sebuah ijtihad pribadi (madzab).

Kebodohan Blog Artikelislami Yang Katanya Penganut Majelis Rasulullah, Yang Menyesatkan Muhammadiyah

Beberapa waktu lalu ada yang curhat kepada saya (lagi) tentang blog artikelislami. "Mas, saya sebagai orang Muhammadiyah merasa terhina atas ungkapan kesesatannya secara tidak langsung kepada Muhammadiyah." Ucap beliau tersebut di kolom komentar yang meminta untuk dibuatkan jawaban atas tulisan yang menyesatkan dilakukan oleh admin blog artikelislami. Saya tidak approve/setujui untuk ditampilkan, karena memang dia meminta untuk tidak ditampilkan komentarnya.

Ok, kita bahas sedikit siapa si pemilik blog artikelislami tersebut.
Ketika saya dahulu berdialog dengannya (admin blog artikelislami) ilmunya memang sangat kurang sekali, tetapi sangat sombong, bahkan dengan bengis menuduh siapa saja yang berkomentar baik-baik diblognya sebagai orang yang menyimpang dari Islam. (Silahkan lihat jawaban komentar-komentar blog yang dilakukan oleh admin blog artikelislami). Dia menuduh secara serampangan tanpa ilmu, menyesatkan siapa saja yang tidak sesuai dengan pemikiran dia. Dia mengaku-ngaku sebagai penganut Majelis Rasulullah, entah benar apa tidak? Tetapi perilakunya seperti kaum Khawarij yang menuduh sesat umat Islam lainnya dan yang sudah jelas-jelas sesat didalam Islam. Karena apa khawarij sesat? Karena menyesat-nyesatkan orang Islam yang tidak sesat!

Ketika membahas masalah hizby Salafy, dia sangat ambisius sekali. Perkataannya sangat kasar dan tidak bisa dinalar dengan akhlaq yang diajarkan oleh Rasulullah. Kita semua tahu, bahwa setiap gerakan mempunyai kelebihan dan kelemahan. Tetapi bukan berarti kelemahan itu harus menjadikan sebuah justifikasi untuk menyesatkan orang dengan seenaknya sendiri. Baca lebih lanjut

Mengebiri Tokoh Ulama Nasionall

Dari iklan PKS tentang Sumpah Pemuda, yang menampilkan Kh. Ahmad Dahlan, Kh. Hasyim Asy’ari, Ir. Soekarno, Moehammad Natsir. Harus dituntut oleh PBNU dan Ortom Muhammadiyah. Sungguh memilukan, tokoh-tokoh ormas Islam terbesar tersebut lebih terasa ingin menjadikan tokoh-tokoh nasional itu adalah milik mereka sendiri. Dan lebih terasa aroma ketaklidan kepada ulama serta ashabiah dalam golongan. Ketika seorang tokoh sudah diklaim sebagai milik Nasional, maka semua boleh mengaguminya.

Lalu apakah dengan menampilkan sosok tokoh nasional tersebut PKS hanya menjadikan tokoh nasional tersebut sebagai komoditas politik? Pertanyaan yang aneh! Bagaimana tidak, sudah seharusnya dan kewajiban kita semua termasuk partai-partai di Indonesia ini untuk menampilkan sosok-sosok pahlawan nasional. Sosok yang dapat menjadi tauladan dan panutan semua rakyat.

Saya jadi ingat ketika kuliah, dari ribuan Mahasiswa baru yang mengikuti mentoring. Hanya 10% saja yang tahu siapa itu Kh. Ahmad Dahlan dan Kh. Hasyim Asy’ari. Inilah bukti nyata bahwa tokoh nasional tersebut tidak setenar Imam Bonjol, Sultan Agung, Cut Nyak Din, dll. Tetapi ketika ada yang mempelopori untuk memperkenalkannya dengan slogan-slogan yang mengagumkan. Ternyata malah diprotes oleh orang-orang yang “merasa” berhak memiliki.

Baca lebih lanjut

Ayo… Rame-Rame Somasi PKS…

Tampilkan Pendiri NU, PKS Diprotes
INILAH.COM, Jakarta – Gara-gara menampilkan figur pendiri Nahdlatul Ualam KH Hasyim Say’ari dalam iklan kampanye, PKS diprotes sejumlah organisasi massa berbasis kaum nahdliyin.

Generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) yang melancarkan protes itu antara lain adalah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat NU, dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

"Kami minta tayangan iklan itu dihentikan. Kami akan mengirim surat keberatan ke PKS," kata Ketua PB PMII Adin Jauharidin di Jakarta, Rabu (29/10).

Adin mengancam, apabila keberatan mereka tidak digubris, maka mereka akan menggelar unjuk rasa di kantor DPP PKS di Mampang Jakarta Selatan.

Adin mencurigai iklan PKS yang menampilkan kakek Gus Dur itu ditujukan untuk merebut simpati massa NU di Pemilu 2009 nanti. "Padahal antara PKS dan NU tidak ada akar sejarahnya. Ini manipulasi untuk meraih simpati warga NU," cetusnya. Baca lebih lanjut