Kisah Zaid bin Haritsah

Oleh: Prof Dr Yunahar Ilyas

anak sholeh Namanya singkat, Zaid. Umurnya baru delapan tahun. Tetapi, dia sudah mengalami peristiwa yang mengguncangkan hatinya dan membuatnya sedih tiadatara. Masih ingat bagaimana takutnya dia malam itu, tatkala dua tangan kasar mengangkatnya dengan paksa ke atas kuda lalu dibawa pergi meninggalkan ibu yang disayanginya.

Malam itu, segerombolan orang berkuda datang menyerang perkampungan Bani Ma’an, merampas harta benda penduduk, melarikan unta-unta, dan menculik anak-anak, termasuk Zaid putra Haritsah. Ia baru beberapa hari berada di perkampungan itu, dibawa oleh ibunya Su’da binti Tsa’labah mengunjungi familinya.

Penculik membawa Zaid ke pasar Ukaz di Makkah dan menawarkannya kepada pembeli. Putra Haritsah itu dibeli oleh Hakam bin Hazam bin Khuwailid, kemenakan Khadijah binti Khuwailid. Waktu itu, Khadijah baru saja menikah dengan pemuda, Muhammad bin Abdullah. Sebagai hadiah perkawinan bibinya itu, Hakam memberikan Zaid kepada Khadijah yang kemudian oleh Khadijah dihadiahkan kepada suaminya, Muhammad. sejak itulah, Zaid diasuh, disayangi, dan dididik oleh Muhammad.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Antara konde, kebaya dan Kartini

Hari Kartini, hari seorang wanita lantang dalam memperjuangkan harkat seorang wanita dari ketertindasan yang telah menjadi hegemoni masyarakat jawa pada saat itu. Kartini adalah seorang wanita yang berusaha untuk memecah tradisi dengan kebangkitan dari keterpurukan para wanita Jawa. Tetapi Kartini juga adalah seorang wanita yang patuh dan taat terhadap perintah orang tua dan suaminya. Itulah sosok wanita besar yang bernama Kartini.

Di hari Kartini, setiap tahun dirayakan. Antara konde dan kebaya adalah pilihan sebagai pakaian seorang Kartini. Padahal esensi dari perjuangan seorang Kartini bukan terletak di konde dan kebayanya. Namun pada tingkat polah pikir dalam mengatasi masalah kewanitaan. Kartini merupakan sosok besar yang harus dipertahankan realitas dari watak seorang wanita di Indonesia. Perasaan lembut, patuh, berkasih sayang serta menjadi panutan bagi wanita-wanita yang lain.
Baca Selengkapnya…