Dari Pengikut Yesus Menjadi Pengikut Muhammad Yang Setia

image TEXAS–Allah telah berjanji bahwa Dia akan memberikan hidayah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dan, bila hidayah itu akan diberikan, tak ada yang sanggup mencegahnya. Hidayah bisa diberikan kepada siapa saja, baik pejabat, pengusaha, petani, nelayan, maupun lainnya.

Dalam Alquran dijelaskan bahwa sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah adalah agama Islam (QS Ali Imran [3]: 19). Islam itu agama yang agung dan tinggi. Tidak ada yang melebihi keagungan agama Islam.

Islam tidak memaksakan seseorang untuk memilihnya. Islam mengajarkan umat manusia untuk berpikir tentang kebenaran dan hakikat penciptaan alam semesta. Karena itu, Pencipta alam semesta itulah yang layak untuk disembah. "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat." (QS Al-Baqarah [2]: 256).

Baca lebih lanjut

Iklan

Islam Dan Kristen Mengharamkan Nikah Beda Agama!

    image "Cinta itu buta," begitu kata penyair asal Inggris, William Shakespeare. Ungkapan yang sangat masyhur itu memang kerap terbukti dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, terkadang sampai melupakan aturan agama. Saat ini, tak sedikit umat Muslim yang karena "cinta" berupaya sebisa mungkin untuk menikah dengan orang yang berbeda agama. "Tolong dibantu… Saya benar-benar serius untuk melakukan nikah beda agama. Saya benar-benar pusing harus bagaimana lagi," tulis seorang wanita Muslim pada sebuah laman.

    Lalu bolehkah menurut hukum Islam seorang Muslim, baik pria maupun wanita menikah dengan orang yang berbeda agama? Masalah perkawinan beda agama telah mendapat perhatian serius para ulama di Tanah Air. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam musyawarah Nasional II pada 1980 telah menetapkan fatwa tentang pernikahan beda agama. MUI menetapkan dua keputusan terkait pernikahan beda agama ini.

Baca lebih lanjut

Di Bekasi Muncul Gerakan Membasmi Islam (GMI)

image BEKASI– Lagi-lagi, Kota Patriot Bekasi diprovokasi pihak-pihak nom Muslim. Hubungan Islam dan Kristen kembali memanas, padahal kasus-kasus sebelumnya masih hangat, belum selesai dengan tuntas hingga sekarang. Belum reda konflik gereja Katolik di Harapan Indah, kasus pemurtadan berkedok festival Bekasi Berbahagia yang berujung pada festival pembabtisan, kasus Gereja Philadelpia, dan masih banyak lagi.

Kini provokasi gila-gilaan dilakukan melalui website blog yang adminnya menamakan diri Yayasan Perguruan Santo Bellarminus. Yayasan Katolik yang beralamat Jl. Kemangsari IV No. 97, Jatibening Baru, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat ini adalah terdiri dari pendidikan TK, SD, SMP hingga SMA dengan terakreditasi “A.”

Dalam blog bertitel “habisi Islam di Indonesia” ini diposting tulisan-tulisan yang ditujukan untuk membangkitkan amarah umat Islam. Misalnya, dalam pesan berjudul “Habisi Islam di Indonesia!!” Pesan yang diposting hari Rabu, 21 April 2010 pukul 02:05 ini terang-terangan membangkitkan amarah keagamaan umat Islam.

Baca lebih lanjut

Akibat “Ditampar Pipi Kanan Dan Menyarahkan Pipi Kiri”-Umat Kristen Biasa Diludahi Yahudi Israel

Beberapa pekan lalu seorang rohaniwan Katolik Ortodoks Yunani mendatangi sebuah pertemuan di gedung pemerintah di Givat Shaul, Yerusalem. Ketika ia kembali ke mobilnya, seorang laki-laki tua yang mengenakan topi kippah di kepalanya menghampiri, dan mengetuk kaca jendela. Ketika rohaniwan itu menurunkan kaca jendelanya, pejalan kaki tersebut meludahinya.

Si rohaniwan memilih untuk tidak melaporkan ke polisi, dan mengatakan kepada temannya bahwa ia sering diludahi oleh orang-orang Yahudi.

Banyak rohaniwan di Yerusalem menjadi korban tindakan semacam itu. Biasanya mereka membiarkannya, tapi kadang mereka tidak bisa membiarkannya begitu saja. Baca lebih lanjut

Sejarah Tentang Natal (Dari Herbert W. Armstrong)

Saat-saat sekarang ini banyak umat kristiani sedang menjalankan “hari raya” Natal (Natalan), namun tidak sedikit atau bahkan kebanyakan yang belum tahu sejarah natal. Saya menemukan sebuah tempat download sejarah tentang natal yang ditulis oleh Herbert W. Armstrong. Dan sudah diterjemahkan oleh Masyhud SM.

Namun bisa langsung didengar di MP3, karena sudah dibuatkan bentuk MP3 dengan suara Abdullah Darwis Suryantoro. Semoga ini bisa menjadikan kita semua tahu sejarah tentang Natal, karena bagaimanapun sejarah kemurnian sebuah agama merupakan kewajiban bagi setiap agama masing-masing. Jangan sampai agama adalah sebuah kolaborasi dari adat istiadat sebuah daerah. Sehingga mengkaburkan makna sebenarnya.

Silahkan langsung download:

Baca lebih lanjut

Dusta Pendeta Samuel

Empat tahun lalu, Indarwati–bukan nama sebenarnya–menikah secara Islam dengan seorang pemuda. Seluruh keluarga merestui pernikahan itu, karena menganggap mempelai pria itu Muslim yang taat. Belakangan, setelah Indar dikaruniai anak, keluarganya baru tahu jika suaminya seorang pendeta. Ia berkilah, kekristenannya ia terima setelah menikah. Saat ini, Indar pun sudah mengikuti jejak suaminya menjadi aktivis gereja. Bahkan, seorang adiknya juga masuk Kristen.
Kekristenan Indar dan adiknya terungkap ketika ia berusaha mempengaruhi kakaknya, orang tua, dan pamannya agar masuk Kristen. Ajakan ini menimbulkan keretakan keluarga, karena sang paman adalah aktivis PII (Pelajar Islam Indonesia).

“Siapa sebenarnya yang mempengaruhimu kok sekarang jadi seperti ini?” tanya sang paman lagi.

Baca lebih lanjut

Di Amerika, Generasi Mudanya Malas Pergi Ke Gereja

Sebagaimana diberitakan Christian Today Ahad lalu, survei ARG menyatakan bahwa 95 persen kaum muda Kristen AS berusia 20-29 tahun, rutin menghadiri gereja pada saat usia sekolah dasar hingga menengah pertama.

Kemudian, hanya 55 persen kaum muda Kristen tetap menghadiri gereja saat duduk di bangku sekolah menengah atas. Dan saat mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, hanya 11 persen yang masih menghadiri gereja.

Penelitian America’s Research Group (ARG) yang bertemakan; “Mengapa kaum muda meninggalkan gereja” ini, dan kemudian diterbitkan dengan judul “Already Gone”, sangat mencengangkan gereja.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa 40 persen kaum muda Kristen yang hengkang dari gereja, mengaku bahwa mereka pergi karena meragukan kebenaran Alkitab saat duduk di bangku sekolah menengah pertama. Sedangkan 43,7 persen di antaranya mengatakan bahwa mereka tidak lagi memercayai kebenaran Alkitab saat duduk di bangku sekolah menengah atas. Baca lebih lanjut