Inggris Meng-klaim, Manusia Pertama Berada di Inggris

image LONDON–Peralatan dari batu ditemukan di sebuah desa di Inggris menunjukkan bahwa manusia kuno tinggal di Eropa Utara 800 ribu tahun yang lalu, jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Sebuah penggalian di desa pesisir timur Happisburgh yang dilaporkan dalam jurnal Nature menunjukkan lebih dari 70 alat batu, mungkin untuk memotong kayu atau daging, dan memberikan catatan pertama pendudukan manusia di pinggir hutan terdingin utara di Eurasia.

"Penemuan ini adalah bukti awal dikenalkannya manusia di Inggris, terhitung setidaknya 100 ribu tahun lebih awal dari penemuan sebelumnya," kata Chris Stringer, seorang spesialis asal-usul manusia di Natural History Museum London, yang memberikan pengarahan tentang penelitian.

Baca lebih lanjut

Setelah Putri Istana Arab Saudi Berzina Dan Meminta Suaka Inggris, Kini Giliran Warga Arab Saudi Yang Lain Meminta Suaka Inggris

LONDON – Pemerintah Inggris banjir permintaan suaka dari warga Arab Saudi. Itu menyusul keberhasilan seorang putri istana dari Negeri Petrodolar tersebut mendapatkan izin untuk tinggal secara permanen di negeri monarki konstitusional itu pada Senin lalu (20/7).

Berkat suaka tersebut, si putri terhindar dari maut. Di negara asalnya, dia dan sang anak terancam hukuman rajam sampai mati dengan cara dilempari batu karena dianggap berzina. Gara-garanya, dia melahirkan sang anak hasil hubungan di luar nikah dengan pria Inggris.

Seperti dilansir The Independent, kemarin (21/7) giliran sepuluh warga Arab Saudi lainnya mengajukan suaka. Mereka juga mengaku nyawanya terancam jika kembali ke kampung halaman. Namun, nama maupun jenis kelamin para pemohon suaka itu masih dirahasiakan.

Berdasar catatan Kementerian Dalam Negeri Inggris, tahun lalu pernah ada 15 warga Arab Saudi yang mengajukan suaka, namun ditolak. Tapi, Senin lalu, hakim tribunal imigrasi dan suaka memberikan suaka kepada si putri Arab Saudi tersebut atas pertimbangan nyawa dia dan si anak yang terancam.

Putri yang identitasnya dirahasiakan tersebut sudah bersuami anggota kerajaan yang sudah cukup berumur. Dia bertemu si pria Inggris dalam suatu kunjungan ke Inggris. Mereka kemudian menjalin hubungan. Setahun setelah pertemuan pertama itu, si putri melahirkan sang anak di Inggris.

Pakar Imigrasi dan Suaka Inggris mengatakan bahwa keberhasilan si putri mendapatkan suaka merupakan kasus langka. Tapi, Keith Vaz, ketua Komite Urusan Dalam Negeri Parlemen Inggris, mendukung keputusan hakim tribunal suaka dan imigrasi tersebut.

"Ini adalah jenis kasus yang dalam hukum suaka kita dirancang untuk diberi perlindungan. Seorang wanita dan anaknya tidak seharusnya dikembalikan ke negara yang bisa mencelakai mereka. Saya menyambut baik putusan yang dibuat untuk kasus itu,’’ papar Vaz kepada The Independent. (war/ttg)

Gara-Gara Facebook, Polisi Ikut Pesta

Devon – Gara-gara Facebook, Andrew Poole, seorang warga Inggris mengalami perayaan ulang tahun yang tak akan ia lupakan. Bagaimana tidak? Bukan hanya teman dan keluarganya saja yang datang, namun juga sejumlah polisi berbaju besi turut hadir di sana.

Kejadian mengagetkan sekaligus mengesalkan ini bermula dari ide Poole mengorganisisr perayaan hari jadinya ke-30 dengan pesta barbeque, dan ia memutuskan untuk melibatkan Facebook.

Mungkin pikirnya, lewat postingan yang ia muat di Facebook, teman-teman dan relasinya akan lebih mudah diorganisir untuk datang ke gelaran yang ia adakan di pekarangan milik temannya di Sowton, Devon, Inggris. Baca lebih lanjut