Indonesia Dilecehkan Oleh Demo Pro Panji Gumilang

imgKetua Tim Investigasi Aliran Sesat (TIAS) Hedi Muhammad menilai aksi demo yang dijalankan oleh massa pendukung Panji Gumilang di Mabes Polri semacam bukti keberadaan Negara Islam Indonesia(NII).

“Sekian besar massa dari OTB (Organisasi Tanpa Bentuk) yang menyebut diri Masyarakat Indonesia Membangun pimpinan Panji Gumilang, yang siang baru saja berdemo di Mabes Polri serta menuntut pembebasan Abdul Halim yang adalah Menteri Sekretaris NII gadungan yang dipimpin Panji Gumilang, sekaligus menuntut supaya Panji Gumilang dibebaskan dari segala dakwaan, merupakan bukti langsung terkait keberadaan NII Panji Gumilang,” kata Hedi Muhammad ketika dikonfirmasi, Kamis (14/7/2011) malam.

Berdasarkan Hedi, gerakan itu tak mungkin dapat dikumpulkan beserta jumlah yang sangat banyak serta solid tanpa adanya penggalangan massa yang serius. Ia menduga sebenarnya para pengikut aksi itu bukanlah para santri dari Pondok Pesantren Al-Zaytun.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Mengungkap Agen Inteligen Israel di Indonesia

wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, memperingatkan sekelompok orang yang ingin merayakan hari kemerdekaan Israel agar mengundurkan niatnya. Lantaran, perkara tersebut cuma bakal menimbulkan reaksi keras dari kelompok lain.

Kepada wartawan di gedung DPR RI, Jumat (13/5) sore, Priyo menyatakan, perbuatan memperingati kemerdekaan Israel di Indonesia terang memicu provokasi. “Dipastikan bakal mengundang pihak-pihak lain buat berekasi secara keras. Saya meminta yang berkepentingan mengurungkan acara itu,” katanya.

Priyo pun menilai provokasi tersebut akan melukai rakyat Indonesia. “99 persen bakal melukai bangsa kita,” tambahnya.

Walaupun begitu Priyo juga menyatakan sesungguhnya agen Israel sebenarnya sudah berkeliaran di Asia Tenggara, terhitung Indonesia. Yang menjadi pertanyaan, lanjut Priyo, yaitu motif peringatan kemerdekaan Israel oleh sekelompok orang di Indonesia.

Baca selengkapnya >>>

Wartawan Al Jazeera Tersangkut Jaringan Pepi

Mabes Polri tetap bekerja giat membongkar kelompok diduga teroris Pepi Fernando serta rancangan kelompok tersebut. Termasuk mendalami rancangan Pepi menyiarkan langsung aksinya buat meledakkan Gereja Christ Catedhral tepat pada perayaan Paskah. Polisi hendak memanggil kepala biro salah satu stasiun televisi asing, Al-Jazeera di Indonesia, Bobby.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum ) Polri Kombes Boy Rafli Amar, menerangkan Kepala Biro TV asing tersebut diperiksa sebagai saksi. “Kami dalami penjelasan yang bersangkutan mengenai rancangan penyiaran kelompok Pepi,” ucapnya.

Boy menerangkan, Pepi dengan kameraman Global TV Imam Firdaus menghubungi kepala biro televisi jaringan internasional itu agar televisi asing tersebut menyiarkan dengan cara langsung tindakan teror bom yang diletakan di saluran pipa gas kepunyaan Perusahaan Gas Negara (PGN) di kawasan Gading Serpong, Tangerang, Banten.

Baca Selengkapnya >>>