KMM Mengklarifikasi Atas Pemberitaan Republika.co.id yang Tidak Benar!

image Terkait pemberitaan http://www.republika.co.id. pada hari Senin, 7 Februari 2011, berjudul: Akibat Pernyataan PKS, Mahasiswa Indonesia di Mesir Dipukuli

 

 

 

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/02/07/162899-akibat-pernyataan-pks-mahasiswa-indonesia-di-mesir-dipukuli,

KMM Mesir mengklarifikasi berita tersebut, bahwa:
* Pernyataan:

Baca Selanjutnya >>>

Video Memalukan Yang Dilakukan Oleh Beberapa Mahasiswa

Beberapa waktu lalu kita sering mendengar mahasiswa Unhas/Makasar yang selalu melakukan tawuran antara mahasiswa. Hal ini sangat memalukan bagi para mahasiswa atas citranya sebagai agent of change.

Namun disisi lain, demonstrasi yang dilakukan oleh sekolompok mahasiswa Muhammadiyah di salah satu daerah juga sangat membuat kita malu. Betapa hanya sebatas masalah “gelar” seorang rektor saja harus dipermasalahkan dengan anarkis. Bukankah ada jalur-jalur yang bisa dilalui daripada harus anarkis seperti itu? Dalam Islam sudah jelas haram merusak sesuatu atau memberi mudhorot saat akan melakukan sesuatu. Di istilahkan Demonstrasi adalah peperangan, maka sudah selayaknya para mahasiswa tidak boleh asal merusak sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan medan perang! Baik inilah video-videonya.

Baca lebih lanjut

Mahasiswa Ceko Memamerkan Keindahan Sumatra, Lalu Kita Sendiri?

image Para alumni penerima Beasiswa Darmasiswa dari Ceko mempromosikan keindahan Sumatra melalui pameran foto yang diselenggarakan di Galeri Samson di kota Rakovnik, Ceko. Pameran foto tersebut berlangsung 9 Januari 2010 – 6 Februari 2010.

Keterangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Praha mengungkapkan bahwa foto-foto yang menceritakan kehidupan di Sumatra tersebut hasil karya Jana Cermakova, Jana Klapova, Jan Kautecky. Mereka mengabadikan gambar-gambar itu selama belajar di Universitas Andalas,Padang, periode 2008-2009.

Pameran tersebut dibuka oleh Azis Nurwahyudi, Councellor Penerangan Sosial Budaya dan Pariwisata KBRI Praha pada Sabtu 9 Januari 2010. Dalam kesempatan tersebut disampaikan ucapan terima kasih kepada para alumni Darmasiswa yang turut aktif mempromosikan Indonesia di berbagai kota di Ceko.

Baca lebih lanjut

Indonesia Itu Melankolis, Romantis Dan Anarkis

Beberapa hari lalu kita disuguhi oleh banyaknya “tawuran”, entah itu antara masyarakat dengan masyarakat lainnya, antara masyarakat dengan polisi, mahasiswa dan mahasiswa, mahasiswa dan polisi, polisi dan polisi, polisi dan TNI, polisi dan preman.

Berita-berita yang menyuguhkan tentang bagaimana kerasnya pertikaian antara satu dan yang lainnya, membuat miris yang melihatnya. Ini adalah sebuah hal yang harus menjadi perhatian besar bagi kita semua, karena akan terjadi masalah kemerosotan beradaban sebuah negeri. Persoalan-persoalan antara pengerahan massa satu sama lainnya dan saling bentrok membuat keberadaban bangsa Indonesia yang dikenal ramah dan sopan akan menjadi terkikis. Dan menjadikan negara yang tidak beradab dan bermoral dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.

Baca lebih lanjut

Kontras: PKS Cari Simpati, Momen Tidak Tepat

Jakarta – Ajakan rekonsiliasi PKS dengan menampilkan mantan presiden Soeharto di jajaran pahlawan dan guru besar dinilai hanya untuk meraih simpati dan mendulang suara. Momennya sangat tidak tepat.

"Rekonsiliasi antara siapa dengan siapa? Apa yang persis mau direkonsiliasi? Momennya tidak sangat tidak tepat," kata Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Usman Hamid, Kamis (13/11/2008).

Menurut dia, iklan itu lebih sebagai upaya mencari simpati, meraih suara lebih dengan segmen yang seluas-luasnya. "Jauh dari upaya menggelar rekonsiliasi yang jujur," ujarnya.

Usman mengatakan, generasi baru dan generasi lama telah membangun moralitas politik reformasi dengan penegakan hukum. Hukum itu dibuat untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang beradab agar tidak ada dendam.

Baca lebih lanjut

Mengebiri Tokoh Ulama Nasionall

Dari iklan PKS tentang Sumpah Pemuda, yang menampilkan Kh. Ahmad Dahlan, Kh. Hasyim Asy’ari, Ir. Soekarno, Moehammad Natsir. Harus dituntut oleh PBNU dan Ortom Muhammadiyah. Sungguh memilukan, tokoh-tokoh ormas Islam terbesar tersebut lebih terasa ingin menjadikan tokoh-tokoh nasional itu adalah milik mereka sendiri. Dan lebih terasa aroma ketaklidan kepada ulama serta ashabiah dalam golongan. Ketika seorang tokoh sudah diklaim sebagai milik Nasional, maka semua boleh mengaguminya.

Lalu apakah dengan menampilkan sosok tokoh nasional tersebut PKS hanya menjadikan tokoh nasional tersebut sebagai komoditas politik? Pertanyaan yang aneh! Bagaimana tidak, sudah seharusnya dan kewajiban kita semua termasuk partai-partai di Indonesia ini untuk menampilkan sosok-sosok pahlawan nasional. Sosok yang dapat menjadi tauladan dan panutan semua rakyat.

Saya jadi ingat ketika kuliah, dari ribuan Mahasiswa baru yang mengikuti mentoring. Hanya 10% saja yang tahu siapa itu Kh. Ahmad Dahlan dan Kh. Hasyim Asy’ari. Inilah bukti nyata bahwa tokoh nasional tersebut tidak setenar Imam Bonjol, Sultan Agung, Cut Nyak Din, dll. Tetapi ketika ada yang mempelopori untuk memperkenalkannya dengan slogan-slogan yang mengagumkan. Ternyata malah diprotes oleh orang-orang yang “merasa” berhak memiliki.

Baca lebih lanjut

Inilah wajah mahasiswa kita: Bentrok Berdarah Kampus UMI Makassar

Gunakan Parang, Panah, Badik, dan Senpi Rakitan

MAKASSAR – Mahasiswa sebagai calon intelektual bangsa seharusnya lebih banyak bertindak dengan pemikirannya. Namun, tidak demikian halnya dengan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Kali kesekian terjadi bentrok antarmahasiswa perguruan tinggi tersebut.

Kemarin yang bentrok adalah mahasiswa fakultas teknik melawan anggota Mapala (mahasiswa pencinta alam) Cakrabuana UMI. Bentrok yang terjadi sekitar pukul 15.00 Wita tersebut mengakibatkan tiga mahasiswa terluka dan kritis.

Ketiga korban terluka berasal dari Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik UMI. Mereka adalah Fajrin, Bom-bom, dan Gazhali.

Fajrin mengalami luka sangat serius setelah dibacok di bagian belakang kepala. Luka tersebut menganga kurang lebih 5 cm. Bom-bom mengalami tiga luka terkena anak panah, yaitu di tangan kiri, paha, dan pantat. Sedangkan Gazhali terluka pada tangan kiri yang nyaris putus akibat sabetan parang. Dia juga mengalami luka serius di kepala akibat terkena lemparan batu.

Sumber di lokasi kejadian mengatakan, bentrokan tersebut dipicu dendam lama antardua kelompok mahasiswa. Fajrin, yang dievakuasi ke RS Labuang Baji, tahun lalu juga sempat ditikam mahasiswa Mapala UMI. Baca lebih lanjut