Anggota Dewan PKS Mahfudz Siddiq Pernah Dipaksa Tawuran Saat di SMA 6

mahfudz siddiqSMA 6 Jakarta jadi sorotan media massa serta masyarakat. Pasalnya, ratusan siswa siswa sekolah yang berlokasi di bilangan Blok M ini diketahui menganiaya beberapa wartawan.

SMA 6 bukanlah SMA biasa. Sederet orang penting lahir asal lembaga pendidikan itu. Malahan konon beritanya, sampai sekarang ini SMA 6 dihuni oleh murid anak-anak dari pejabat negara serta para jenderal polisi. Tetapi, belum terungkap pejabat mana saja yang sekarang menyekolahkan anaknya di SMA 6.

Berikut sederet alumni SMA 6 Jakarta yang sekarang ini menjadi orang top di Tanah Air seperti yang dilansir asal berbagai sumber:

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Bukti-bukti Penyimpangan Blackberry Yang Mau Enaknya Dan Nggak mau Bayar Pajak di Indonesia!

image Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat yang membidangi informasi, Mahfudz Siddiq, mengungkapkan, ancaman pemblokiran BlackBerry dari pemerintah mesti dapat dilihat lebih besar dari cuma sekadar masalah pornografi. Research In Motion, penyelenggara Blackberry, telah disangka mengeksploitasi untung tanpa membayar pajak.

"Perkara RIM tidak sekadar persoalan filtering pornografi, namun pula keadilan usaha. Hendaknya tidak seenaknya kita mau dijadikan sapi perah," ucap politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 11 Januari 2010 ini.

Baca Selangkapnya >>>

“Hadi Djamal Mungkin Lagi Stres”

VIVAnews – Ketua Fraksi PKS, Mahfudz Siddiq mengatakan pihaknya ingin berbaik sangka soal tudingan Abdul Hadi Djamal soal keterlibatan anggotanya, Rama Pratama, dalam pertemuan di Hotel Ritz Carlton.

"Barangkali saudara Abdul Hadi sedang stres jadi tidak ingat siapa saja yang dia lihat (di Ritz Carlton) sehingga menyebut nama orang lain," kata Mahfudz kepada wartawan, 18 Maret 2009.

Ia menyampaikan rasa prihatinnya untuk Abdul yang saat ini sudah menjadi tersangka dalam dugaan suap pembangunan pelabuhan di Indonesia bagian Timur. "Ini pukul sangat berat," kata dia. Pasalnya, proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi belum selesai, Partai Amanat Nasional sudah memecatnya sebagai kader. Baca lebih lanjut