Hikmah Atas Diharamkannya Perbuatan Zina

freesex Assalamualaikum Wr Wb
Saya sedih dengan merebaknya kasus hamil di luar nikah di masyarakat saya tinggal saat ini. Sepertinya doktrin bahwa zina itu adalah perbuatan keji dan dosa besar tidak membuat para pelaku takut berzina. Mungkin dengan menjelaskan hikmah dibalik pengharaman zina masayrakat akan semakin sadar dan bersama-sama menekan budaya perzinahan ini. Apa sajakah hikmah di balik pengharaman zina?

Hamba Allah

Jawaban:

Waalaikumsalam Wr Wb

Betapa bersarnya bahaya dan kerusakan yang ditimbulkan perbuatan zina itu bagi individu, keluarga, dan masyarakat Islam sehingga Allah SWT meletakkannya setelah pembunuhan dan mempersekutukan Allah (syirik). "Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina." (QS al-Furqan 68-69).

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Indonesia Itu Melankolis, Romantis Dan Anarkis

Beberapa hari lalu kita disuguhi oleh banyaknya “tawuran”, entah itu antara masyarakat dengan masyarakat lainnya, antara masyarakat dengan polisi, mahasiswa dan mahasiswa, mahasiswa dan polisi, polisi dan polisi, polisi dan TNI, polisi dan preman.

Berita-berita yang menyuguhkan tentang bagaimana kerasnya pertikaian antara satu dan yang lainnya, membuat miris yang melihatnya. Ini adalah sebuah hal yang harus menjadi perhatian besar bagi kita semua, karena akan terjadi masalah kemerosotan beradaban sebuah negeri. Persoalan-persoalan antara pengerahan massa satu sama lainnya dan saling bentrok membuat keberadaban bangsa Indonesia yang dikenal ramah dan sopan akan menjadi terkikis. Dan menjadikan negara yang tidak beradab dan bermoral dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.

Baca lebih lanjut

PKS Tegaskan Kontroversi Iklan Tokoh Nasional Tak Perlu Terjadi

Jakarta- Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Fahri Hamzah menegaskan, kontroversi iklan PKS sebenarnya tidak perlu terjadi, karena tokoh nasional bukan milik kelompok atau golongan di masyarakat.

"Kami menganggap perdebatan mengenai hal itu tidak diperlukan," kata Fahri dalam dialektika demokrasi di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat.

Dia mengemukakan, perdebatan terkait iklan PKS yang menampilkan tokoh-tokoh nasional mencerminkan kurang kedewasaan dalam berpolitik. Karena itu, sebaiknya perdebatan dihentikan.

Dia mengungkapkan, PKS ingin menggalang rekonsilisasi dari iklan yang menampilkan tokoh nasional sekaligus menempatkan mereka sebagai guru bangsa.

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR, Marwan Jafar mengkritik iklan PKS yang menampilkan tokoh NU, Muhammadiyah dan juga mantan Presiden Soeharto.

Dia menganggap, tindakan PKS tidak sesuai etika politik karena mengambil tokoh nasional dari partai lain untuk menarik simpati publik.

Antara konde, kebaya dan Kartini

Hari Kartini, hari seorang wanita lantang dalam memperjuangkan harkat seorang wanita dari ketertindasan yang telah menjadi hegemoni masyarakat jawa pada saat itu. Kartini adalah seorang wanita yang berusaha untuk memecah tradisi dengan kebangkitan dari keterpurukan para wanita Jawa. Tetapi Kartini juga adalah seorang wanita yang patuh dan taat terhadap perintah orang tua dan suaminya. Itulah sosok wanita besar yang bernama Kartini.

Di hari Kartini, setiap tahun dirayakan. Antara konde dan kebaya adalah pilihan sebagai pakaian seorang Kartini. Padahal esensi dari perjuangan seorang Kartini bukan terletak di konde dan kebayanya. Namun pada tingkat polah pikir dalam mengatasi masalah kewanitaan. Kartini merupakan sosok besar yang harus dipertahankan realitas dari watak seorang wanita di Indonesia. Perasaan lembut, patuh, berkasih sayang serta menjadi panutan bagi wanita-wanita yang lain.
Baca Selengkapnya…