Berikut adalah ciri blogger munafik (JADI BLOGGER BAIK ATAU DIAM)

Sebenarnya saya malas untuk membuat artikel ini. Tetapi atas desakan dari berbagai teman-teman sesama blogger di email. Agar blogger-blogger yang ingin membuat sensasional menaikkan “rating kunjungan” dengan cara menfitnah, ataupun melecehkan pihak lain agar segera diketahui, bahwa perbuatan mereka adalah sia-sia. Dan termasuk kategori orang-orang munafik. Dan kesia-siaan yang mereka lakukan akan mendapatkan balasannya. “Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.”

Blogger adalah sarana komunikasi maupun sarana informasi bagi kita, kita bisa menjadikan blog sebagai “buku harian”, kita bisa menjadikan blog kita, sebagai menulis wacana kita, dsb. Namun ketika informasi itu berbau hal-hal yang menjatuhkan, menfitnah, menghujat, melecehkan, dsb. Apakah yang melihat dan yang membaca tidak jengah dengan blogger-blogger semacam itu!?

Jelas, dalam hadits dinyatakan bahwa ciri-ciri orang munafik “Sahabat Nu’man bin Basyir ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Barangsiapa berbuat serong (khianat) kepada teman berserikat terhadap sesuatu yang telah dipercayakan terhadap dirirnya, maka aku tidak lagi memperdulikan orang itu.” (HR. Abu Ya’la dan Baihaqi). Dalam riwayat Imam Bukhari dan Mus­lim diketengahkan, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Ada empat sifat yang apabila dimiliki oleh seseorang maka dia berarti munafik murni. Dan barangsiapa memiliki salah satu dari empat sifat dimaksud, berarti dia memiliki salah satu dari ciri seorang munafik. Empat sifat itu adalah: Apabila berbicara bohong, apabila dipercaya serong, apabila berjanji mengingkari, dan apabila berdebat tidak sportif (lacur).””
Baca lebih lanjut

Iklan

Demonstrasi antara menyampaikan kritik atau menghujat?

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah berasbda, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir janganlah menyakiti tetangganya. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah memuliakan tamunya. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau hendaklah diam".

Sitiran sebuah hadits Rasulullah tersebut adalah pengingat kita semua untuk berbuat baik dalam segala hal. Termasuk dalam menyampaikan pendapat maupun kritikan. BBM (Bahan Bakar Minyak) telah dinaikkan oleh pemerintah. Demonstrasi dimana-mana, untuk menuntut agar BBM tidak dinaikkan. Kenaikan BBM ini memang realitas dari pemerintahan kita yang tidak berdaya dalam mengelola sebuah negara.

Demonstrasi untuk menyampaikan pendapat, dan kritikan kepada pemerintah. Adalah sangat sah, bahkan dalam sebuah hadits menyatakan :

Sahabat Abdillah Thariq bin Syihab Al-Bajili telah berkata, bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw sambil duduk bersimpuh: "Ya Rasulallah, manakah jihad yang paling utama?" Jawab Rasulullah: "Menegakkan kebenaran di hadapan pemimpin yang zhalim." (HR. Nasai dengan sanad yang shahih).

Dasar berkata yang benar kepada penguasa yang zhalim, jelas itu merupakan termasuk salah satu jihad yang utama. Jadi, demonstrasi dalam menyampaikan pendapat kepada pemerintah jelas dapat dibenarkan. Namun yang perlu diketahui adalah, akhlaq ataupun adab dalam menyampaikan pendapat tersebut. Cara bagaimana kita menyampaiakan pendapat harus sesuai dengan ketentuan sopan santun yang baik.

Baca lebih lanjut