Keharmonisan Selebritis, Aa Gym Mengakui Kesalahan Dan Bertobat

aa gym Ucapan syukur umat Islam di Indonesia atas pernikahan Aa Gym dengan Teh Ninih merupakan sebuah harapan yang besar, kembalinya seorang Aa Gym dengan istri yang pertama adalah sebuah catatan penting yang mestinya menjadi pelajaran juga bagi setiap orang. Aa Gym yang bernama lengkap Abdullah Gymnastiar merupakan seorang da’i yang mampu membimbing umat dalam meneguhkan keimanan dalam kesejukan akhlaq. Tak hanya umat Islam, bahkan tak jarang umat non Islam pun senang dengan ceramah atau taujih Aa Gym.

Namun hal yang mungkin agak kurang sreg (dulu) bagi beberapa kalangan umat Islam, adalah ketika Aa Gym “bermain” mesra-mesraan didepan publik. Hal inilah yang menjadi kurang begitu disukanya perbuatan Aa Gym atas “diumbarnya” keharmonisan kepada publik. Adegan gandeng tangan, cium pipi, cium kening, dsbnya. Dipertontonkan didepan umum, dan menjadi konsumsi hal yang menjadi “biasa” untuk ditonton publik.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Kebanyakan Orang Tidak Paham Perbedaan Nikah Sirri Dan Nikah Mut’ah

image Baru-baru ini kita dikejutkan oleh sebuah RUU yang akan memidanakan pelaku nikah sirri di Indonesia. Hal ini menjadi polemik dari berbagai hal, sehingga terjadi pro dan kontra. Namun banyak sekali orang masih belum memahami hakekat nikah sirri dan nikah mut’ah. Sehingga terjadi kesalah-pahaman dalam memandang dua hal tersebut dan dicampur-adukkan, padahal dua hal itu berbeda sekali.

Nikah sirri yang dimaksud di Indonesia ini adalah nikah tanpa “mengundang” pencatat dari KUA (Kantor Urusan Agama). Nah sehingga nikah tersebut disebut sebagai nikah sirri (nikah diam-diam/sembunyi) dari pencatatan pemerintah.

Baca lebih lanjut

Hamas Nikahkan 382 Pasangan

DAMASKUS – Mengusung agenda pembebasan Palestina tidak membuat Harakat al-Muqawamat al-Islamiyyah alias Hamas melulu berurusan dengan senjata dan perang. Jumat lalu (24/7) organisasi Islam garis keras yang berkuasa di Jalur Gaza itu justru sibuk menjadi sponsor pernikahan masal di kamp pengungsi Palestina di Al-Yarmouk, Syria.

Sebanyak 382 pasangan Palestina mengikat janji suci di kamp pengungsi di dekat ibu kota Syria, Damaskus, tersebut. Warna hijau yang selama ini melambangkan perjuangan Hamas mendominasi lokasi pernikahan. Dalam perhelatan akbar itu, tidak kurang dari 10.000 undangan hadir. Mereka dijamu oleh Hamas sebagai penyelenggara acara. (Mengembalikan Jati Diri Bangsa)

"Hamas ikut memikirkan kebutuhan rakyat Palestina. Kami merasakan adanya keinginan yang sangat kuat untuk menikah di antara mereka. Tapi, mahalnya biaya pernikahan menghalangi niat suci itu," papar Talal Nassar, pimpinan humas Hamas di Syria, seperti dilansir Associated Press kemarin (25/7). Alasan tersebut, lanjut dia, menggugah Hamas untuk menyelenggarakan nikah masal gratis bagi warga.(Mengembalikan Jati Diri Bangsa)

Sebelumnya, Hamas pernah menyelenggarakan acara serupa di Syria. Tapi, skala nikah masal kali ini jauh lebih besar. Baik dari jumlah pasangan yang dinikahkan maupun kemewahan pesta. Nassar mengatakan, kamp pengungsi menjadi sasaran utama Hamas karena mereka yang menghuni kawasan tersebut biasanya sangat miskin dan tidak punya pekerjaan tetap. (Mengembalikan Jati Diri Bangsa)

Setelah dinikahkan atas biaya Hamas, para pengantin Palestina itu mendapatkan sangu pernikahan USD 2.100 (sekitar Rp 20,9 juta). (hep/ttg)

NU Jatim: Pernikahan Lewat Internet Tidak Sah

Surabaya- Peserta bahtsul masail (diskusi keagamaan) pada Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) I Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menghukumi pernikahan lewat "cyber media" (internet yang terhubung melalui proyektor LCD) itu tidak sah.

"Pernikahan melalui cyber media itu harus diulang, karena tidak sah," kata Katib (sekretaris) Syuriah PWNU Jatim KH drs Syarifudin Syarif setelah bahtsul masail PWNU Jatim di Balai Diklat Depag Jatim di Surabaya, Rabu.

Menurut dia, pernikahan lewat "cyber media" itu tidak sah, karena pernikahan itu mengharuskan wali perempuan, saksi, dan pengantin laki-laki berada tidak dalam satu majelis atau bertatap muka dan melihat mimik bibir penghulu serta pengantin saat "ijab qobul."

"Bagi mempelai perempuan itu boleh tidak dalam satu ruang, sebab sebelum ijab qobul selesai memang kedua pengantin tidak boleh bersentuhan," katanya.

Ia menegaskan bahwa pernikahan merupakan hal yang sakral dan pernikahan yang sesuai dengan syariat agama akan melahirkan manusia yang berbudi luhur dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa serta agama. Baca lebih lanjut

YESUS BERPOLIGAMI

Dalam antropologi sosial, Poligami merupakan praktik pernikahan kepada lebih dari satu istri atau suami. Terdapat tiga bentuk poligami, yaitu : Poligini ( Seorang pria memiliki beberapa orang istri); Poliandri ( Seorang wanita memiliki beberapa orang suami ) dan Group Marriage atau Group Family ( yaitu gabungan dari poligini dengan poliandri, misalnya dalam satu rumah ada lima laki-laki dan lima wanita, kemudian bercampur secara bergantian ).

etiga bentuk poligami itu ditemukan dalam sejarah manusia, namun poligini merupakan bentuk paling umum. Poligami ( dalam makna Poligini ) bukan semata-mata produk syariat Islam. Jauh sebelum Islam datang, peradaban manusia di berbagai belahan dunia sudah mengenal poligami.

Nabi Ibrahim as beristri Sarah dan Hajar, Nabi Ya’qub as beristri : Rahel, Lea, dan menggauli dua budak/hamba sahayanya : Zilfa dan Bilha. Dalam perjanjian lama Yahudi Nabi Daud as disebut-sebut beristri 300 orang.

Dalam sejarah, raja-raja Hindu juga melakukan poligami dengan seorang permaisuri dan banyak selir. Dalam dunia gereja juga dikenal praktik poligami, Dewan tertinggi Gereja Inggris sampai abad sebelas membolehkan poligami.

Dalam Katholik sejak masa kepemimpinan Paus Leo XIII pada tahun 1866 poligami mulai dilarang. Dalam The Book of Mormon, Triatmojo, menjelaskan bahwa Penganut Mormonisme sebuah aliran Kristen, pimpinan Joseph Smith sejak tahun 1840 hingga sekarang mempraktikan bahkan menganjurkan poligami.

Bangsa Arab sebelum Islam datang sudah biasa berpoligami , ketika Islam datang, Islam membatasi jumlah istri yang boleh dinikahi. Islam memberi arahan untuk berpoligami yang berkeadilan dan sejahtera. Dalam Islam Poligami bukan wajib, tapi mubah, berdasar antara lain QS An-Nisa : 3 .

Muhammad Abduh (1849-1905 ) adalah satu dari sedikit ulama yang mengharamkan poligami, dengan alasan bahwa syarat yang diminta adalah berbuat adil, dan itu tidak mungkin bisa dipenuhi manusia seperti dinyatakan dalam QS An-Nisa : 129 ( Tafsier Al-Manar, Dar Al-Fikr, tt, IV: 347-350 ) Abduh yang mantan Syeikh Al-Azhar ini menjelaskan tiga alasan haramnya poligami : Pertama, Syarat poligami adalah berbuat adil, syarat ini mustahil bisa dipenuhi seperti dikatakan dalam QS An-Nisa : 129. Kedua, buruknya perlakuan para suami yang berpoligami terhadap para istrinya, karena mereka tidak dapat melaksanakan kewajiban memberi nafkah lahir dan batin secara baik dan adil. Ketiga, dampak psikologis anak-anak hasil poligami, mereka tumbuh dalam kebencian dan pertengkaran karena ibu mereka bertengkar baik dengan suami atau dengan istrinya yang lain. ( Al-’Amal Al-Kamilah lil-imam Al-Syeikh Muhammad Abduh, Cairo, Dar Al-Syuruk, 1933 , II: 88-93 ) .
Baca lebih lanjut