Mantan Menteri Yang Rendah Hati

image Oleh : Cahyadi Takariawan

Gonjang-ganjing reshuffle kabinet banyak mendapatkan sorotan media akhir-akhir ini. Banyak media menilai PKS emosional mensikapi reshuffle ini lantaran seorang menterinya terkena dampak, harus meninggalkan kursi kementrian untuk diganti personal lain. Benarkah ada sikap emosional menghadapi reshuffle tersebut, dan bagaimana sikap Menteri yang terkena reshuffle ?
Menteri dari PKS yang terkena reshuffle itu adalah Suharna Surapranata. Apakah ia emosional menghadapi peristiwa ini ? Ah, berlebihan pertanyaan itu. Kang Harna, panggilan akrab sang menteri, ternyata biasa saja. Bersikap sangat arif dan tenang, sama sekali tidak ada kesan emosional.

Belum Pengumuman, Sudah Berpamitan
Bagi banyak kalangan, jabatan menteri dianggap sebagai sebuah posisi yang prestis dan terhormat, maka banyak orang berebut mendapatkannya. Oleh karena itu, bagi sebagian menteri, reshuffle sungguh merupakan tamparan dan menjadi momok yang sangat menakutkan. Namun tidak demikian dengan Kang Harna. Mantan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS ini menganggap posisi menteri adalah amanah dakwah. Maka sebagai bagian utuh dari proses dakwah, ia siap ditempatkan dimanapun pos-pos yang bisa menjadi lahan baginya untuk berkontribusi secara optimal.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

WOW, Menlu Amerika (Hillary Clinton) Tidak Bisa Menjawab Pertanyaan Remaja SMU

image Seorang pelajar Arab Saudi hari Ahad (21/2) bertanya kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton. Pelajar itu juga mengkritik Clinton karena berusaha mengalihkan perhatian dan menghindar menjawab pertanyaan tersebut.

Maryam Alawi, seorang pelajar Jeddah, menyatakan bahwa ia tidak mendapatkan yang benar dari Clinton. Dalam surat yang dilayangkannya kepada Arabnews, Maryam menulis, "Pertanyaan saya sangat sederhana dan jelas, namun Clinton sama sekali tidak memberikan jawaban yang memuaskan," ujarnya.

Alawi, adalah pelajar SMU Internasional India di kota Jeddah, Arab Saudi. Bersama enam teman kelasnya, ikut dalam acara di Fakultas Daar al-Hikmah yang juga dihadiri Clinton. Baca lebih lanjut

Kader PDIP Selangkah Lagi Masuk Kabinet SBY-Boediono

Puan Ucapkan Alhamdulillah

JAKARTA – Kader PDIP selangkah lagi masuk kabinet SBY-Boediono. Komunikasi politik partai berlambang banteng moncong putih itu dengan Cikeas terkait jatah menteri mendekati klir. Tapi, masih ada satu hal yang mengganjal, yakni belum adanya kejelasan sikap Megawati Soekarnoputri. Apakah ketua umum PDIP itu merestui opsi koalisi atau tetap ngotot beroposisi.

’’Sampai hari ini, jujur, kalau ditanya apakah sudah ada komunikasi atau belum (dengan SBY, Red), saya jawab sudah. Tapi, bagaimana posisinya, akan kami sampaikan kemudian,’’ kata Sekjen DPP PDIP Pramono Anung di gedung DPR, Senayan, kemarin (13/10). Baca lebih lanjut

Hari ini, Sidang Itsbat Penentuan 1 Syawal 1429

Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni berharap 1 Syawal 1429 Hijriyah tidak terjadi perbedaan.

"Seluruh ahli hisab telah sepakat 1 Syawal 1429 H itu jatuh pada tanggal 1 Oktober 2008. Kita berharap mudah-mudahan rukyah pun demikian," ujar Menag Maftuh Basyuni di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Sabtu (27/9) kemarin.

Sidang itsbat yang akan diadakan hari ini akan dihadiri para ahli rukyah dan ahli hisab baik dari organisasi masyarakat Islam dan pemerintah.

"Insya Allah, itsbat kali ini, semua bisa sama harinya. Sudah tidak ada lagi perbedaan seperti pada tahun-tahun sebelumnya," kata Menag. [depag/hidayatullah]

PM GAM: Penerapan Syariat Islam Bukan Prioritas GAM

Perdana Menteri GAM Malik Mahmud menyatakan, penerapan syariah Islam dalam proses penegakan hukum untuk kasus pelanggaran kesusilaan dan tindak pidana, bukan skala prioritas pihak GAM, sebab masih ada prioritas-prioritas lain yang harus didahulukan.

“Masalah syariat Islam untuk sekarang bukanlah prioritas kita, kita masih ada prioritas yang harus didahulukan,”katanya disela-sela Konferensi Internasional Membangun Perdamaian Abadi di Aceh, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin(14/08).

Menurutnya, jika mengikuti perjuangan GAM sejak dulu, perjuangan tersebut bukan berdasarkan agama, dan hingga sekarang masih tetap sama.

Lebih lanjut Mahmud menegaskan, penggunaan syariah Islam di Aceh, ide awalnya bukan dari pihak GAM, hal itu terwujud dikarenakan sejak dahulu agama Islam sudah berkembang dengan pesat di Aceh.

Ia menambahkan, penerapan syariah dilaksanakan berdasarkan adat-istiadat yang berlaku dan diterapkan di Aceh.

“Itu bukanlah yang diinginkan oleh seluruh masyarakat, Islam di Aceh adalah Islam tradisional, tetapi syariat Islam itu bukanlah seperti yang ada di Aceh,” tandasnya.(novel)