Kronologi Bentrokan Wartawan Dengan Siswa SMA 6

wartawan vs siswa sma 6Suaranews – Bentrokan yang berlangsung antara wartawan beserta pelajar SMA 6 menyebabkan korban cedera dari masing-masing pihak. Kedua pihak menyatakan bentrokan dimulai oleh pihak lawannya.

Berikut kronologi bentrokan versi wartawan yang disampaikan Ketua Pewarta Foto Indonesia-Jakarta (PFI), Jerry Adiguna di antara jumpa pers di Gedung Dewan Pers, Jl Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (20/9/2011):

Senin (19/9), pukul 09.30 WIB
Puluhan wartawan yang tergabung di antara Poros Wartawan Jakarta (PWJ) mengadakan aksi solidaritas di depan SMU 6 terkait penganiayaan serta perampasan rekaman punya wartawan Trans7, Oktoviardi.

Pukul 10.00 WIB
Sikap solidaritas dimulai dengan orasi oleh Ketua PWJ Widi Wahyu Widodo serta Ketua PFI, Jerry dan beberapa wartawan Polhukam.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Fatwa Rabi Israel: Laknat Tentara Israel Jika Tidak Membunuh Penduduk Palestina

Nawwaf Zouro*

Israel berani menyerang masjid Yasof dan membakarnya pada Jumat 11 Desember 2009. Ekstrimis Yahudi kembali menggelar aksi terorisme sistematis terhadap tempat-tempat suci di Palestina. Lebih dari itu mereka mengubah konflik menjadi konflik agama. Setelah membakarnya, di tembok masjid Yasof itu ditulis “Siaplah membayar harga berikutnya”.

Di hari berikutnya, rabi yahudi Aovadia Yosev – rujukan agama terdepan mereka – memberikan legalitas tindakan terorisme terhadap tempat suci, menghina Islam dan kaum muslimin. Rabi yahudi itu mengatakan, “Kaum muslimin bodoh dan agama Islam bodoh seperti mereka” (Maarev, 14 Desember 2009). Statemen itu yang mendorong mereka menyerang masjid lainnya, Ajami di Yava. Ini bukan pertama kalinya rabi Yosev menghina Islam dan kaum muslimin.

Baca lebih lanjut

Turunkan 600 Tentara, Perangi Hamas

31864large[1]

TEPI BARAT – Presiden Palestina Mahmoud Abbas mulai menunjukkan ketegasannya terhadap kelompok garis keras Hamas. Kemarin (25/10) dia menerjunkan 600 tentara di Tepi Barat, tepatnya Hebron.

Memang, Abbas tak secara terbuka menyatakan bahwa pasukan bersenjata itu dikirim untuk memerangi Hamas. Dia berdalih, itu dilakukan hanya untuk menegakkan ketertiban. Tapi, semua pihak percaya bahwa menekan Hamas adalah tujuan utama Abas.

"Kami serius akan menangkap siapa pun yang melanggar hukum dan ketertiban. Dimulai dari kelompok tentara ilegal dan siapa pun yang tergabung dengannya," kata Samih al-Saifi, kepala keamanan Palestina untuk wilayah Hebron. Baca lebih lanjut