Menjadi Partai Pemenang Tak Harus Membuat IM Lali Dalam Berpolitik

Mohamed Badie Gerakan Islam Ikhwanul Muslimin (IM) yang mempunyai pengaruh besar di Mesir menginginkan presiden Mesir dengan latar belakang Islam yang kuat, kata pemimpin IM dalam sebuah komentar yang muncul untuk menyatakan sebuah pernyataan bahwa IM tidak akan mendukung calon liberal seperti Amr Moussa dalam sebuah pemilihan calon presiden mendatang.

IM sangat mempunyai aset suara yang sangat menentukan, karena IM telah memenangkan kursi lebih dari partai Mesir manapun, pemilihan presiden Mesir sangat ditentukan oleh IM dan hal ini menjadi sangat kompetitif setelah pernyataan IM tidak akan mencalonkan presiden dari IM atau Partai Kebebasan dan Keadilan.

Baca Selengkapnya >>>

Ikhwanul Muslimin Siapkan Diri Untuk Menghadapi Militer Mesir Yang Ingin Selalu Berkuasa

parlemen mesir Ikhwanul Muslimin (IM) telah merancang sebuah agenda "cetak biru" dalam sebuah demokrasi parlementer yang akan membalikan tradisi politik Mesir dalam sebuah kepemimpinan Kepala negara yang mempunyai kekuasaan penuh tetapi diatur dalam undang-undang.

Rencana tersebut muncul sejak gerakan islam ini mengambil bagian terbesar dari kemenangan kursi di parlemen, hal ini memungkinkan untuk membuat aturan yang kuat dan berseberangan dengan keinginan politik para jenderal yang berkuasa di Mesir sejak penggulingan Husni Mubarok pada Februari 2011 lalu.

Untuk saat ini IM selalu menghindari perebutan kekuasaan dengan tentara, hal ini supaya tetap terjadi kestabilan politik, dan memperkuat kepercayaan publik Mesir bahwa kedua kubu (IM dan Militer) mempunyai agenda yang tidak bertabrakan dalam mengelola Mesir.

Baca Selengkapnya >>>

Partai “Salafy” al-Nour Mesir “Diplomasi Dengan Israel Tidak Melanggar Prinspi Islam”

salafy mesir2Anggota partai "Salafy" al-Nour yang ultra-konservatif mengumumkan bahwa mereka bersedia untuk mengadakan pembicaraan perundingan dengan Israel dan menekankan bahwa melakukan hal tersebut bukan berarti melakukan pelanggaran dari prinsip-prinsip Islam.

Juru bicara dari Partai al-Nour, Yousri Hammad, menyatakan pada sebuah wawancara di telepon dengan saluran satelit independen al-Nas perihal mengenai pernyataan kontroversial pada ketua partai al-Nour Emad Abdul Ghafur mengenai kemungkinan diadakannya perundingan dengan Israel.

"Kami belum menerima permintaan resmi dari Israel, tapi jika memang Israel ingin duduk untuk berunding dengan kita, tentu harus melalui Kementerian Luar Negeri Mesir," katanya.

Baca Selengkapnya >>>

Ketua Partai “Salafy” al-Nour Meminta Semua Partai Membantu Mengakhiri Bentrokan

alnourKetua partai al-Nour, Abdel Ghafour Emad telah menyerukan kepada semua partai politik dan gerakan yang lain untuk membantuk mengakhiri bentrokan antara demonstran dengan pasukan bersenjata Mesir di sekitar Tahrir Square yang sudah berlangsung sejak hari Jum’at. Ia menyerukan untuk kedua belah pihak supaya melakukan dialog.

"Saya pergi ke Tahrir Square pada hari Minggu dengan sejumlah anggota Partai al-Nour untuk memeriksa situasi, dalam untuk untuk menghentikan kekerasan antara kedua belah pihak dan mencoba untuk memediasi dalam dialog yang rasional untuk mengakhiri krisis," kata Abdel Ghafour. "Tetapi, kami menemukan hal ini menjadi sulit karena kedua belah pihak tetap melakukan dengan kekerasan.

Baca Selengkapnya >>>

Partai “Salafy” al-Nour Juga Tidak Melegalisasi Jilbab Dalam Undan-Undang Mesir

al nour partyMengunjungi di markas Maadi kantor Partai al-Nour, kita akan menjumpai kesan yang sangat bersahabat. Bahkan kesan keras sebagaimana stereotip gerakan Islam Ultrakonservatif akan terkikis. Disitu kita akan disambut oleh pria muda yang berjanggut rapi dengan menggunakan pakaian seperti biasanya, berjas rapi. Tidak ada kesan permusuhan yang mungkin akan kita jumpai dibeberapa golongan Salafy pada umumnya. Bahkan dengan wartawan wanita pun, dua pria muda tersebut tidak segan untuk saling memandang.

Baca Selengkapnya >>>

Majalah Times Mengakui Kehebatan Ikhwanul Muslimin Dalam Berpolitik

imageMajalah Time baru-baru ini mengangkat tema masalah perseteruan antara kelompok Islam yang diwakili oleh Al Ikhwan Al Muslimun di Mesir dengan kelompok liberalis dalam perpolitikan. Majalah ini menilai bahwa Al Ikhwan lebih piawai dalam demokrasi dibanding kelompok liberal, demikian lansir alarabiya.net, (23/06/2011).

Kepiawaian Al Ikhwan dibanding kelompok liberal terbukti berhasilnya penggalangan melakukan voting untuk merubah beberapa poin perundang-undangan pada bulan Maret lalu. Di mana saat itu kelompok liberal terpecah menjadi dua kelompok, yang pertama menyerahkan perubahan itu kepada pihak militer yang berkuasa sedangkan lainnya menginginkan perubahan dilakukan oleh panitia khusus di parlemen.

Baca Selengkapnya >>>

KMM Mengklarifikasi Atas Pemberitaan Republika.co.id yang Tidak Benar!

image Terkait pemberitaan http://www.republika.co.id. pada hari Senin, 7 Februari 2011, berjudul: Akibat Pernyataan PKS, Mahasiswa Indonesia di Mesir Dipukuli

 

 

 

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/02/07/162899-akibat-pernyataan-pks-mahasiswa-indonesia-di-mesir-dipukuli,

KMM Mesir mengklarifikasi berita tersebut, bahwa:
* Pernyataan:

Baca Selanjutnya >>>