Ikhwanul Muslimin Siapkan Diri Untuk Menghadapi Militer Mesir Yang Ingin Selalu Berkuasa

parlemen mesir Ikhwanul Muslimin (IM) telah merancang sebuah agenda "cetak biru" dalam sebuah demokrasi parlementer yang akan membalikan tradisi politik Mesir dalam sebuah kepemimpinan Kepala negara yang mempunyai kekuasaan penuh tetapi diatur dalam undang-undang.

Rencana tersebut muncul sejak gerakan islam ini mengambil bagian terbesar dari kemenangan kursi di parlemen, hal ini memungkinkan untuk membuat aturan yang kuat dan berseberangan dengan keinginan politik para jenderal yang berkuasa di Mesir sejak penggulingan Husni Mubarok pada Februari 2011 lalu.

Untuk saat ini IM selalu menghindari perebutan kekuasaan dengan tentara, hal ini supaya tetap terjadi kestabilan politik, dan memperkuat kepercayaan publik Mesir bahwa kedua kubu (IM dan Militer) mempunyai agenda yang tidak bertabrakan dalam mengelola Mesir.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan