Perbedaan 1 Syawal 1432 Jangan Menjadikan Perpecahan Umat Islam

shalat iedul fitriSuaranews – Diperkirakan hari Lebaran tahun 1 Syawal 1432 Hijriah maupun tahun 2011 ini bakal berbeda antara Muhammadiyah serta Nahdlatul Ulama. Walaupun begitu, umat Muslim di Indonesia diharapkan tetap senantiasa menghargai satu sama lain serta mengutamakan persaudaraan.

Imbauan tersebut disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) H Amidhan, di kantor MUI, Jakarta, Jumat (26/8/2011) petang.

Seperti dilaporkan, Idul Fitri tahun 2011 ini diduga bakal terdapat perbedaan hari.

Muhammadiyah, yang berpatokan pada hisab (perhitungan), sudah menjatuhkan hari raya nanti jatuh pada Selasa (30/8/2011). Sementara Nahdlatul Ulama masih menantikan rukyat (penglihatan) atas bulan, serta bisa jadi hari rayanya jatuh pada Rabu (31/8/2011).

Baca Selengkapnya >>>

Penetapan Awal Ramadhan 11 Agustus Oleh Muhammadiyah

image Surabaya – Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur berdasarkan hasil hisab menetapkan, 1 Ramadhan 1431 Hijriyah jatuh pada 11 Agustus 2010.

"Penetapan itu sesuai dengan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PW Muhammadiyah," kata Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Timur, di Surabaya, Sabtu (10/7) malam.

Dijelaskannya, awal Ramadhan tahun ini dimulai pada Rabu legi, 11 Agustus 2010. Ini, karena ijtima’ akhir Sya’ban terjadi pada Selasa, 10 Agustus, bertepatan dengan 29 Sya’ban 1431 Hijriyah pukul 10.09 WIB.

Baca lebih lanjut

Ulama Indonesia: ESQ Ari Ginanjar Tidak Ada Penyimpangannya

image Yogyakarta- Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan sejauh yang dia ketahui tidak ada praktik atau pelatihan yang diberikan ESQ (Emotional Spiritual Quotien) yang menyimpang dari akidah Islam.

Din seusai jumpa pers penutupan Muktamar ke-46 Muhammadiyah di Kampus UMY Yogyakarta, Kamis, mengatakan dirinya beberapa kali mengikuti pembukaan pelatihan dan membaca sejumlah buku ESQ dan berkesimpulan tidak ada hal aneh atau pantas dipandang sesat.

Namun, di sisi lain dia juga belum mengetahui secara pasti ajaran ESQ mana yang dituding oleh salah satu mufti negeri jiran, Malaysia, berkategori sesat.

"Karena itu akan lebih baik jika kita menunggu penjelasan dari salah satu mufti Malaysia tersebut agar semua menjadi jelas," kata Din.

Din lalu menjelaskan bahwa dirinya mengenal baik pendiri ESQ, yakni Ary Ginanjar Agustian yang banyak belajar dari Habib Adnan, tokoh agama Islam di Bali. Baca lebih lanjut

Kh Ahmad Dahlan, Akan di Filmkan! (Perjuangan Memerangi kesyirikan)

image Artis Lukman Sardi akan memerankan Kiai Haji Ahmad Dahlam dalam film berjudul Sang Pencerah. Untuk membintangi tokoh nasional itu, Lukman Sardi mengaku mendapat tantangan baru. Ahmad Dahlan merupakan tokoh nasional yang juga dikenal sebagai pendiri organisasi masyarakat Muhammadiyah.
 
"Saya hanya mengenal sosok Ahmad Dahlan dari buku dan berkunjung ke keluarga sang tokoh di Yogyakarta. Sayangnya, keturunan Ahmad Dahlan tak begitu ingat bagaimana penampilan dan perilaku Ahmad Dahlan. Mereka hanya memahami pemikiran sang tokoh tersebut," kata Lukman saat dijumpai di Jakarta, baru-baru ini.

Baca lebih lanjut

Islam Dan Kristen Mengharamkan Nikah Beda Agama!

    image "Cinta itu buta," begitu kata penyair asal Inggris, William Shakespeare. Ungkapan yang sangat masyhur itu memang kerap terbukti dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, terkadang sampai melupakan aturan agama. Saat ini, tak sedikit umat Muslim yang karena "cinta" berupaya sebisa mungkin untuk menikah dengan orang yang berbeda agama. "Tolong dibantu… Saya benar-benar serius untuk melakukan nikah beda agama. Saya benar-benar pusing harus bagaimana lagi," tulis seorang wanita Muslim pada sebuah laman.

    Lalu bolehkah menurut hukum Islam seorang Muslim, baik pria maupun wanita menikah dengan orang yang berbeda agama? Masalah perkawinan beda agama telah mendapat perhatian serius para ulama di Tanah Air. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam musyawarah Nasional II pada 1980 telah menetapkan fatwa tentang pernikahan beda agama. MUI menetapkan dua keputusan terkait pernikahan beda agama ini.

Baca lebih lanjut

Video Memalukan Yang Dilakukan Oleh Beberapa Mahasiswa

Beberapa waktu lalu kita sering mendengar mahasiswa Unhas/Makasar yang selalu melakukan tawuran antara mahasiswa. Hal ini sangat memalukan bagi para mahasiswa atas citranya sebagai agent of change.

Namun disisi lain, demonstrasi yang dilakukan oleh sekolompok mahasiswa Muhammadiyah di salah satu daerah juga sangat membuat kita malu. Betapa hanya sebatas masalah “gelar” seorang rektor saja harus dipermasalahkan dengan anarkis. Bukankah ada jalur-jalur yang bisa dilalui daripada harus anarkis seperti itu? Dalam Islam sudah jelas haram merusak sesuatu atau memberi mudhorot saat akan melakukan sesuatu. Di istilahkan Demonstrasi adalah peperangan, maka sudah selayaknya para mahasiswa tidak boleh asal merusak sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan medan perang! Baik inilah video-videonya.

Baca lebih lanjut

Saya Bangga Menjadi Surury (Muhammad bin Surur)

1americe “Terbongkarlah Fitnah yang dilakukan oleh okum-oknum Menteri Saudi atas fitnah-fitnah yang di lancarkan kepada Syaikh Muhammad bin Surur. Hanya karena Muhammad bin surur menentang atas keberadaan panggakalan Militer Amerika, beliau harus difitnah habis-habisan. Maka jangan salahkan kami, jika kami menganggap Hizby Salafy merupakan kepanjangan tangan dari Yahudi dan Amerika. Itu terlihat dari dukungannya dengan berdiam diri menyetujui Arab Saudi ditempati pangkalan Militer orang kafir (Amerika). Dan malah mereka (Hizby Salafy) malah menyerang orang Islam yang menolak keberadaan pangkalan Mliter Amerika tersebut (Muhammad bin surur). Tujuan Arab Saudi mengijinkan pangkalan Militer AS, merupakan bentuk ketakutan Pemerintahan Arab Saudi akan ancaman kekuatan militer dari negara lain. Dengan begitu sudah sangat jelas, Arab Saudi meminta perlindungan pemerintahan kafir. Dan mereka, para hizby Salafy hanya berdiam diri, bahkan menjilat pemerintahan Arab Saudi dengan menfitnah ulama yang mentang adanya pangkalan militer di tanah yang dimuliakan Allah.

Berpegang teguhlah kalian dengan tali (agama) Allah dan janganlah kalian bercerai berai. Ingatlah akan nikmat Allah ketika kalian dahulu (masa jahiliah) bermusuh-musuhan hingga Allah mempersatukan hati kalian, lalu karena nikmat Allah, kalian menjadi bersaudara. ( QS. Ali Imran: 103)

Menurut Muhammad Ikhsan, mahasiswa Universitas Indonesia (UI)  Pasca Sarjana Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam, yang meneliti ”Gerakan Salafy Modern di Indonesia”, pada hakikatnya, seorang Muslim manapun sebenarnya, sedikit banyak memiliki kadar kesalafyan dalam dirinya, meskipun ia tidak pernah menggembar-gemborkan pengakuan bahwa ia seorang Salafy. Tapi kemudian, penggunaan istilah Salafy ini secara khusus mengarah pada kelompok gerakan Islam tertentu.
Tak dipungkiri, gerakan Salafy di Indonesia banyak dipengaruhi oleh ide dan gerakan pembaruan yang dilancarkan oleh Muhammad ibn ’Abd al-Wahhab di kawasan Jazirah Arab. Ide pembaruan ini memberikan pengaruh pada gerakan-gerakan Islam modern yang lahir kemudian, seperti Muhammadiyah, Persis, dan Al Irsyad. Isu mendasar yang diusung oleh gerakan-gerakan ini adalah ”Kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah”, serta pemberantasan takhayul, bid’ah dan khurafat. Patut dicatat, gerakan ini tidak sepenuhnya mengambil dan menjalankan ide-ide yang dibawa oleh purifikasi Muhammad ibn ’Abd al-Wahhab. Namun, tetap saja, banyak yang menisbatkan gerakan ini sebagai kelompok Wahhabi.

Baca lebih lanjut

Muhammadiyah Bertindak! Tak Ada Hubungan Wahabi dan Terorisme

Ajaran yang dikembangkan Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah ajaran memurnikan tauhid. Jadi tak ada hubungannya dengan tindakan teror. Pernyataan ini disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Dr Yunahar Ilyas, Lc di Jakarta, Selasa (4/8).

Pernyataan ini disampaikan pak Yun, begitu ia biasa dipanggil, seiring dengan berbagai stigma Wahabi yang diberikan oleh beberapa gelintir orang.

Sebagaimana diketahui, sejak kasus bom Kuningan, beberapa orang yang sesungguhnya tak mengerti Islam, tiba-tiba dibesarkan TV dengan mengeluarkan stigma Wahabi sebagai biang teror.(Mengembalikan Jati Diri Bangsa) Baca lebih lanjut

Kebodohan Blog Artikelislami Yang Katanya Penganut Majelis Rasulullah, Yang Menyesatkan Muhammadiyah

Beberapa waktu lalu ada yang curhat kepada saya (lagi) tentang blog artikelislami. "Mas, saya sebagai orang Muhammadiyah merasa terhina atas ungkapan kesesatannya secara tidak langsung kepada Muhammadiyah." Ucap beliau tersebut di kolom komentar yang meminta untuk dibuatkan jawaban atas tulisan yang menyesatkan dilakukan oleh admin blog artikelislami. Saya tidak approve/setujui untuk ditampilkan, karena memang dia meminta untuk tidak ditampilkan komentarnya.

Ok, kita bahas sedikit siapa si pemilik blog artikelislami tersebut.
Ketika saya dahulu berdialog dengannya (admin blog artikelislami) ilmunya memang sangat kurang sekali, tetapi sangat sombong, bahkan dengan bengis menuduh siapa saja yang berkomentar baik-baik diblognya sebagai orang yang menyimpang dari Islam. (Silahkan lihat jawaban komentar-komentar blog yang dilakukan oleh admin blog artikelislami). Dia menuduh secara serampangan tanpa ilmu, menyesatkan siapa saja yang tidak sesuai dengan pemikiran dia. Dia mengaku-ngaku sebagai penganut Majelis Rasulullah, entah benar apa tidak? Tetapi perilakunya seperti kaum Khawarij yang menuduh sesat umat Islam lainnya dan yang sudah jelas-jelas sesat didalam Islam. Karena apa khawarij sesat? Karena menyesat-nyesatkan orang Islam yang tidak sesat!

Ketika membahas masalah hizby Salafy, dia sangat ambisius sekali. Perkataannya sangat kasar dan tidak bisa dinalar dengan akhlaq yang diajarkan oleh Rasulullah. Kita semua tahu, bahwa setiap gerakan mempunyai kelebihan dan kelemahan. Tetapi bukan berarti kelemahan itu harus menjadikan sebuah justifikasi untuk menyesatkan orang dengan seenaknya sendiri. Baca lebih lanjut

Kontras: PKS Cari Simpati, Momen Tidak Tepat

Jakarta – Ajakan rekonsiliasi PKS dengan menampilkan mantan presiden Soeharto di jajaran pahlawan dan guru besar dinilai hanya untuk meraih simpati dan mendulang suara. Momennya sangat tidak tepat.

"Rekonsiliasi antara siapa dengan siapa? Apa yang persis mau direkonsiliasi? Momennya tidak sangat tidak tepat," kata Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Usman Hamid, Kamis (13/11/2008).

Menurut dia, iklan itu lebih sebagai upaya mencari simpati, meraih suara lebih dengan segmen yang seluas-luasnya. "Jauh dari upaya menggelar rekonsiliasi yang jujur," ujarnya.

Usman mengatakan, generasi baru dan generasi lama telah membangun moralitas politik reformasi dengan penegakan hukum. Hukum itu dibuat untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang beradab agar tidak ada dendam.

Baca lebih lanjut