Menguak Watak Buruk Syabab Hizbut Tahrir Dari Kebiasaan Dialog Mereka

image Beberapa kali saya mengupas bagaimana watak/karakter Syabab Hizbut Tahrir yang sangat memalukan bagi aktivis Islam. Bisa dilihat berbagai komentar dan jawaban para Syabab Hizbut Tahrir disetiap kali saya membahas masalah Hizbut Tahrir diblog ini maupun ditempat lain. Ini menguatkan kita semua bahwa Syabab Hizbut Tahrir memang "disetting" berwatak keras kepala dan tidak mau mengalah atas perbedaan pendapat. Coba saja lihat jika "pembesar" Hizbut Tahrir ketika diundang dialog di TV. Maka mereka sangat terlihat keras dan sangat terburu-buru dalam memberikan statement. Hal ini sangat membahayakan bagi madzhab Islam yang lainnya jika Hizbut Tahrir berkuasa. Karena konsepnya adalah "semau gue"!

Saat saya berdialog dengan syabab Hizbut Tahrir di Dialog Syabab Hizbut Tahrir Dengan Anggota PKS, Part I dan Part II. Dari situ sudah sangat jelas, bahwa memang Syabab Hizbut Tahrir tidak pernah mau menerima perbedaan selain pendapat harakah/organisasinya. Kali ini saya berdialog dengan syabab Hizbut Tahrir yang lainnya bernama Alwindra Al Fatih.

Baca lebih lanjut

Iklan

Apakah benar kader HTI munafiq?

Saya sedikit terheran-heran dengan saudara-saudara HTI. Ketika mereka menyudutkan PKS dengan sangat bersemangat sekali. Tetapi tidak pernah bertabayyun (klarifikasi) kepada pimpinan-pimpinan di PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Bentuk seperti ini sering sekali terjadi, penyudutan PKS yang dilakukan oleh kader-kader HTI ini “sepertinya” memang direncanakan secara matang untuk menjatuhkan PKS.

Apakah mereka benar-benar belajar dan mengamalkan tentang adab dalam Islam atau hanya sebatas slogan-slogan saja! Kader-kader HTI dalam menulis berita tentang PKS begitu kuat, mempertanyakan kekonsistensian PKS dalam jalan dakwah Islam. Berita-berita dari media yang dianggap sekuler jika menampilkan sisi yang “jelek” juga di blow-up besar-besaran. Tanpa klarifikasi dari berita-berita yang diberikan oleh media-media yang dianggap sekuler tersebut. Media-media HTI dengan bersemangat sekali memampang judul besar. Bahkan kalau perlu mengubah judul yang tidak ada “PKS”nya harus diada-adakan Contohnya “Kampanye Cagub PKS dan PAN Menampilkan Goyang Ngebor Inul Daratista” padahal judul aslinya adalah “Pilkada Maluku Diwarnai Aksi Goyang Ngebor” (judul awal http://www.liputan6.com/politik/?id=161861 Judul yang sudah diganti http://syariahpublications.com/index.php/2008/07/12/kampanye-cagub-pks-dan-pan-dimeriahkan-goyang-ngebor-inul-daratista/ )

Apalagi salah satu komentar dari “Pemanang pemilu 2009” tidak ditampilkan di artikel berjudul “Goyang Erotis pada Kampanye Cagub PKS di Jatim (http://syariahpublications.com/index.php/2008/07/13/goyang-erotis-pada-kampanye-cagub-pks-di-jatim/)”. Padahal tidak ada kata yang bernuansa melecehkan ataupun kasar dalam komentar tersebut. Entahlah, keberanian Kader dan Media HTI apa benar-benar terpolarisasi dengan kemunafikan? Berikut kutipan komentar yang berhasil saya dapatkan dari salah satu ikhwa:
Baca lebih lanjut

Berikut adalah ciri blogger munafik (JADI BLOGGER BAIK ATAU DIAM)

Sebenarnya saya malas untuk membuat artikel ini. Tetapi atas desakan dari berbagai teman-teman sesama blogger di email. Agar blogger-blogger yang ingin membuat sensasional menaikkan “rating kunjungan” dengan cara menfitnah, ataupun melecehkan pihak lain agar segera diketahui, bahwa perbuatan mereka adalah sia-sia. Dan termasuk kategori orang-orang munafik. Dan kesia-siaan yang mereka lakukan akan mendapatkan balasannya. “Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.”

Blogger adalah sarana komunikasi maupun sarana informasi bagi kita, kita bisa menjadikan blog sebagai “buku harian”, kita bisa menjadikan blog kita, sebagai menulis wacana kita, dsb. Namun ketika informasi itu berbau hal-hal yang menjatuhkan, menfitnah, menghujat, melecehkan, dsb. Apakah yang melihat dan yang membaca tidak jengah dengan blogger-blogger semacam itu!?

Jelas, dalam hadits dinyatakan bahwa ciri-ciri orang munafik “Sahabat Nu’man bin Basyir ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Barangsiapa berbuat serong (khianat) kepada teman berserikat terhadap sesuatu yang telah dipercayakan terhadap dirirnya, maka aku tidak lagi memperdulikan orang itu.” (HR. Abu Ya’la dan Baihaqi). Dalam riwayat Imam Bukhari dan Mus­lim diketengahkan, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Ada empat sifat yang apabila dimiliki oleh seseorang maka dia berarti munafik murni. Dan barangsiapa memiliki salah satu dari empat sifat dimaksud, berarti dia memiliki salah satu dari ciri seorang munafik. Empat sifat itu adalah: Apabila berbicara bohong, apabila dipercaya serong, apabila berjanji mengingkari, dan apabila berdebat tidak sportif (lacur).””
Baca lebih lanjut