Habieb Rizieq Shihab Tidak Mendukung Negara Islam

Ketua Umum Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab mengemukakan tak harus terdapat usaha mendirikan negara Islam sesuai formal di Indonesia.

Berbicara diantara forum diskusi tokoh agama Islam bersama wartawan AS di kantor International Conference of Islamic Scholars (ICIS), Jakarta, Rabu, Rizieq menganggap secara substansial Indonesia sebenarnya telah tergolong sebagai “Negara Islam”.

Peraturan Islam telah banyak dimasukkan dalam peraturan di pemerintahan,” ucapnya.

Ia mengungkapkan mengenai tersebut menanggapi pertanyaan asal wartawan Amerika Serikat mengenai maraknya gerakan Negara Islam Indonesia belakangan ini.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Nabi NII, Panji Gumilang Mengatakan "Banyak Kodok di Indonesia"

Pemimpin Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu, Syaykh Abdus Salam Panji Gumilang menyangkal kalau dirinya pemimpin Negara Islam Indonesia (NII). Begitu pula bersama berita yang mengait-kaitkan Al-Zaytun berserta NII, Panji membantahnya. Lantaran ucap dia, Al-Zaytun merupakan lembaga pendidikan.

“Saat di bangku SD telah diajarkan sejarah sesungguhnya NII yang diproklamirkan dari Kartosuwiryo telah selesai mulai dari 1962. Telah berakhir. Sama dengan PKI yang sudah berakhir,” ucap Panji Gumilang ketika ditemui di Pondok Pesantren Al-Zaytun, Sabtu (30/4) siang.

Berdasarkan pria dari Jawa Timur, tersebut yang ada sekarang ini yaitu Negara Republik Indonesia yang mempunyai UUD 1945 serta Pancasila. Sedang NII cuma bagian mengenai sejarah lama.

Baca Selengkapnya >>>

Inilah 9 Alasan Menkominfo Untuk Keuntungan NKRI Yang Harus Diberikan Dari RIM BlackBerry

imageMenteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring sekali lagi angkat bicara masalah perdebatan pemblokiran layanan internet BlakcBerry. Di antara akun Twitter-nya, @tifsembiring, Tifatul menerangkan sembilan hal mengenai polemik tersebut.

Di antara sepuluh itu, Tifatul mengatakan terdapat sekira 3 juta pelanggan Research in Motion (RIM), produsen BlackBerry, di Indonesia. Mengenai banyaknya itu, RIM menangguk buat pemasukan bersih Rp 2,268 triliun setiap tahun.

"Salahkah kita meminta "JATAH" untuk NKRI sebagaimana tenaga kerja, konten lokal, hormati serta patuhi ketentuan Hukum serta UU di RI yg berdaulat ini," ucap Tifatul melalui akun Twitter-nya, Selasa (11/1).

Berikut sembilan keterangan Tifatul yang baru di akun Twitter-nya.

Baca Selanjutnya >>>