Penghina Islam Salman Rushdie Dicekal Umat Islam India

wujud asli salman rushdiePara pemimpin Muslim di India meminta pemerintahan India supaya mencekal Salman Rushdie untuk menghadiri festival sastra di India, sebagaimana karya novelnya yang menghina umat Islam.

Pada tahun 1988 Salman Rushdie menulis sebuah novel yang berjudul "The Satanic Verses", novel ini menghujat Umat Islam dan memicu sebuah fatwa untuk membunuhnya. Selama ini Salman Rushdie bersembunyi selama bertahun-tahun ketakutan. Dia pernah mengunjungi India, walaupun begitu bukunya masih dilarang di sana.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Ketika hati ini keluh dengan komersialisasi dakwah!

Beberapa saat saya mengetik keyword "Bidadari Untuk Ikhwan" tak disangka, novel saya laris manis menjadi ajang download-downloadan para pencari Ebook, tak pelak novel yang lainnya pun (Aku Menggugat Akhwat & Ikhwan serta Joseph Sang Muallaf) juga laris manis! Saya begitu senang, karena karya saya dapat diterima oleh para netter di dunia. Tak tanggung-tanggung, ribuan SMS datang setiap saat. Dari penjuru nusantara SMS mengomentari novel-novel karya saya. Bahkan dari Singapura, Malaysia, Brunai Darussalam pun saya terima. Subhanallah, dakwah dengan novel ebook gratisan sungguh cepat menyebarnya.

Tetapi yang sangat disayangkan, ada beberapa blog yang mengkomersilkan novel saya. Sungguh memilukan, saya sendiri tidak ingin benar-benar mengkomersilkan novel saya kecuali untuk sekedar hanya untuk biaya penerbitannya, itupun jika ada yang sudi. Jika tidak, yah tidak apa-apa. Semua bisa di download secara gratis dan tidak perlu dipungut biaya apapun kecuali biaya koneksi internetnya.

Bagi yang mengkomersilkan novel saya. Saya mohon untuk tidak mengikut sertakan novel saya dalam jual beli apapun. Silahkan anda pakai untuk download-downloadan, tetapi saya berharap novel yang saya buat tidak menjadi ajang pencari keuntungan seseorang. Jika memang ingin mencari keuntungan dari internet, insya Allah ada yang cara lain ketimbang menjual sesuatu yang telah diniatkan untuk gratisan. Novel saya bisa di download di "Download Novel Islam" dan "Download Novel Islami"

Semoga bermanfaat.

Alhamdulillah, novel saya akhirnya terbit!

Alhamdulillah, setelah sekian lama menunggu dan menunggu. Kini novel saya diterbitkan oleh Mujahid Press. Limpahan karunia hanya kepada Allah saja yang menghamparkan rizkinya dimanapun berada.

Menulis Novel Atau Cerpen Islam Tetap Bid’ah dan sesatkah?

Pada suatu kali saya sedang mengisi sebuah kajian para anak-anak SMA, tentang materi bahayanya pergaulan bebas dalam remaja. Seperti biasa, sikap anak-anak SMA pasti akan cepat tertidur plus borring jika kita membawakan materi-materi yang menurut mereka tidak sesuai dengan kebiasaan mereka, apalagi bertolak-belakang dengan kebiasaannya. Jadi hanya satu yang harus saya kerjakan, membuat para siswa ini bahagia dan akhirnya merenungi apa yang mereka lakukan adalah kesalahan. Memberikan pemahaman bukan penekanan. Memberikan pengetahuan, bukan justifikasi. Alhasil, setiap materi yang saya lakukan alhamdulillah, insya Allah menjadi terapresiasikan dengan baik.

Sesi tanya jawab adalah sesi yang mengasyikkan, sesi yang lebih dari 70% waktu yang saya khususkan. Mulai dari masalah pacaran, masalah pergaulan, masalah jalan-jalan, orang tua dan segudang permasalahan siswa yang biasa-biasa saja. Tetapi sebuah pertanyaan muncul dari seorang aktivis lembaga dakwah sekolah. Sebuah pertanyaan yang membuat saya tergugah. Yaitu sebuah pertanyaan “Ustad, apakah benar. Menulis novel ataupun cerpen adalah perbuatan yang sia-sia? Dan merupakan bid’ah yang sesat!” Saya benar-benar tergugah, tergugah untuk pentingnya menjawab keraguan-keraguan ini, Sebuah pertanyaan yang pernah saya dapatkan di sebuah media chatting juga, termasuk salah satu blog yang berisi tentang sia-sia dan keharamannya menulis Novel maupun Cerpen Islami. Apakah benar?
Baca lebih lanjut

Fenomena Ayat-Ayat Cinta

Subhanallah. Ucapan itu yang pertama kali setelah membaca novel ayat-ayat cinta saat tahun 2005. “Saya harus memiliki novel ini” itu ucapan saya langsung setelah membaca novel ayat-ayat cinta pinjaman seorang teman. Saya membacanya mulai pukul 23.00 Wib sampai dengan pukul 04.00 Wib. Sampai-sampai saya lupa kebiasaan saya. Sholat lail tertinggalkan hanya gara-gara membaca novel ayat-ayat cinta. Wuih! Saya hanya tiga kali membaca buku yang saya selesaikan dalam satu hari. Yaitu yang pertama fiqih prioritas, tarbiyah Hasan Al banna, dan novel ayat-ayat cinta. Padahal biasanya saya menyelesaikan membaca buku maksimal dua minggu. Baca lebih lanjut