Amerika Terus Membombardir Alqaidah

pesawat tak berawak Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengakui, AS telah menggunakan pesawat tak berawak untuk menyerang para militan di wilayah Pakistan. serangan difokuskan kepada mereka yang dikategorikan sebagai teroris.

Pernyataan Obama disampaikan saat melakukan percakapan internet melalui jaringan sosial Google, Google+, dan video streaming YouTube. Sebanyak enam orang diundang dalam dialog itu. "Banyak serangan ini dilakukan di provinsi daerah kesukuan (FATA)," ujar Obama, seperti dikutip BBC, Selasa (31/1).

Serangan itu ditujukan kepada terasangka Alqaidah yang berada di medan-medann cukup sulit. Mereka bersembunyi di sebuah wilayah Pakistan yang berbatasan langsung dengan Afghanistan. Cara ini, menurut Obama, lebih efektif dibandingkan dengan taktik lain yang membutuhkann banyak instrumen militer.

Baca Selengkapnya >>>

Perlukah Menolak Kedatangan Obama?

Kehadiran Obama karena ia tahu, kita adalah umat Islam terbesar di dunia. Sudah seharusnya umat Islam di Indonesia menjadi pemain efektif dalam hubungan dengan AS

Oleh: M. Syamsi Ali

TIADA disangkal lagi, Barack Obama,  menjadi salah satu figur dunia saat ini. Tentu bukan saja sebagai Presiden negara superpower Amerika Serikat (AS) yang ke-44, tapi juga Obama merupakan sosok yang menarik dalam perpolitikan. Ia relatif baru dalam kancah politik, dari community organizer, state senator, terpilih menjadi senator AS, dan tiba-tiba mampu mengalahkan calon-calon presiden lainnya yang sangat senior, termasuk John McCain, dan sebelumnya sesama calon Partai Demokrat, Hillary Clinton. Baca lebih lanjut

Patung Orang Islam Saja Dilarang, Apalagi Patung Obama!

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengharamkan pembangunan patung Sultan Maulana Hasanudin di Bundaran Pamulang, Tangsel, karena khawatir dijadikan tempat pemujaan.

Ketua MUI Kota Tangsel, KH Saidi, Minggu (20/12), menyatakan bahwa hasil musyawarah MUI Tangsel dan pemerintah daerah setempat bahwa pembangunan patung Sultan Maulana Hasanuddin tidak sesuai dengan hadist. "MUI Tangsel mengharamkan pembangunan patung Sultan Maulana Hasanuddin Banten di bundaran Pamulang," kata Saidi di Tangerang.

Baca lebih lanjut

Di Menteng, Patung Obama “Sesembahan” Baru Partai Demokrat

Setelah melihat dialog di TVONE(15/12) masalah kontroversi patung Obama yang berada di Menteng, Jakarta. Dari statement Wakil Ketua DPP Demokrat Bp Mubarok, terkesan sangat mendewakan seorang Barack Obama. Beliau mengatakan bahwa pada intinya sekarang adalah dunia global, kita tidak bisa hidup “sendirian” dalam sebuah negara. Diperlukan kerjasama antar negara, sehingga saling tercipta hubungan baik negara satu dengan yang lainnya. Dengan stetement seperti itu, terlihat bahwa ada muatan politik dibalik pembuatan patung tersebut. Sangat jelas sekali kalau Bp. Mubarok mengharapkan jika nanti dibangun patung Barack Obama kecil, Barack Obama besar bisa mudah diajak diplomasi.

Dengan begitu sangat betul sekali komentar dari tokoh Betawi yang kontra dengan pembuatan patung tersebut. Yang menyatakan kalau itu hanya Proses/Program Carmuk (Cari Muka). Bisa kita bayangkan, kalau hanya sebatas ingin memberikan inspirasi, kenapa harus patung Obama? Padahal kalau dihitung-hitung banyaknya pahlawan di Indonesia dan Amerika, kita tidak kalah banyak, bahkan mungkin jumlahnya lebih banyak pahlawan Indonesia jika pahlawan kartun Amerika itu tidak ikut di daftarkan sebagai pahlawan (red, Spiderman, Super Girl, Superman, dll.). Jangan sampai karena sama-sama Demokrat partainya, sehingga merasa sreg dan ajeg ke-Demokratannya. Dan membela mati-matian sang Obama!

Baca lebih lanjut

Survei: Haruskah Obama Dibunuh?

Obama
WASHINGTON— Sebuah polling yang diposting di situs jejaring sosial Facebook mengajak pengguna internet untuk memberikan suara tentang pertanyaan "haruskan Obama dibunuh?"

Pilihan jawabannya termasuk: "ya", "mungkin", "jika dia memotong jaminan kesehatan saya", dan "tidak."

Lebih dari 730 orang telah mengikuti survei itu yang kemudian dicopot dari Facebook. Polling itu kini diselidiki pasukan pengamanan presiden, Secret Service. Demikian dilaporkan Associated Press, Selasa (29/9).

Survei itu masuk daftar 100 polling paling populer di Facebook. Namun, survei yang menanyakan haruskah pembuat polling "haruskah Obama dibunuh" ditangkap juga masuk daftar terpopuler.

Juru bicara Secret Service, Edwin Donovan, mengatakan pihaknya akan "mengambil langkah penyelidikan sepatutnya" terkait survei itu. Survei itu diposting, Sabtu(25/9), dan segera dicabut setelah pengelola Facebook diberitahu keberadaannya. "Kami melanjutkan penyelidikan kami," kata Donovan kepada FOXNews. Baca lebih lanjut

Pencipta Gambar Obama Jocker Di Tangkap


Dipuji Kritikus di Washington, Dituding Rasis di Los Angeles

Firas Alkhateeb hanya bermaksud mengusir kebosanan saat menjokerkan Barack Obama. Dia bermaksud mengingatkan semua orang agar tak berekspektasi berlebihan kepada mantan senator itu.

HUDA, adik perempuan Firas Alkhateeb, langsung mencium ketidakberesan ketika pagi-pagi sekali sang kakak beserta sang ibu, Sanaa Alqudsi, menjemputnya dari rumah teman tempat dia menginap dua pekan lalu. Apalagi, ketika mereka bertiga sudah berada dalam mobil, sang kakak langsung nyengir sambil berkata, “Aku terkenal sekarang.”

Begitu mendengar perkataan Alkhateeb itu, Huda sepenuhnya yakin bahwa mahasiswa jurusan sejarah di University of Illinois, Chicago, tersebut pasti telah melakukan sebuah kebodohan. “Apa hal bodoh yang telah kau lakukan, Firas?” Tanya dia seperti diceritakan kepada Chicago Tribune. Baca lebih lanjut