Loyalis Senang Soeharto Diakui PKS

Dalam Tayangan Iklan Politik

JAKARTA – Iklan PKS yang menyebut Soeharto sebagai guru bangsa dan pahlawan disambut gembira oleh loyalis penguasa Orde Baru itu. Mereka menilai iklan tersebut membuktikan kesadaran baru bahwa banyak program dan hasil-hasil pembangunan yang dihasilkan Soeharto selama kepemimpinannya.

’’Jangan menyoroti sisi negatif saja, karena banyak juga program dan hasil pembangunan yang positif. Semua harus dihargai secara wajar," kata mantan Menko Kesra Haryono Suyono di Lampung kemarin (11/11).

Mantan kepala BKKBN itu mengakui, sebagai manusia, Soeharto mungkin memiliki salah. Namun, dia meminta masyarakat menerapkan falsafah Jawa yang dianut Soeharto, mikul dhuwur mendhem jero (menghormati jasa, memaafkan kesalahan).

’’Ini usaha bagus untuk menghargai sesepuh dan jasa Pak Harto dihargai secara pantas, secara wajar. Saya harapkan PKS mengiklankan Pak Harto dengan maksud positif, bukan agar Pak Harto kembali dicaci-maki," kata mantan menteri asal Pacitan itu.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tifatul Bantah Cagub PKS Disebut Penjudi

Jakarta – Beberapa hari lalu kita disuguhi tayangan ’berbau’ politis di salah satu TV swasta. Dalam tayangan tersebut, pria yang mirip calon Gubernur Sumatera Selatan yang diusung PKS, PDIP dan PPP, Syahrial Oesman tampak sedang berjudi di sebuah tempat judi ternama di Malaysia.

Menanggapi hal tersebut, Presiden PKS Tifatul Sembiring menganggap hal itu merupakan cara-cara yang dipakai Orde Baru dalam menghabisi lawan-lawannya.

"Mental Orde Baru ini adalah orang-orang tidak siap bersaing secara sehat, tidak siap berdemokrasi, tidak siap berbeda pendapat. Mereka merasa bahwa hati rakyat dapat dibeli dengan uang," ujar Tifatul dalam pesan singkatnya yang diterima detikcom, Rabu (20/8/2008).

Menurut Tifatul, ciri-ciri Orde Baru dalam menghancurkan musuhnya di antaranya dengan menfitnah. Baca lebih lanjut