Jika Rok Mini Boleh di DPR-RI, PSK Juga Boleh Mangkal Disana?

rok mini dan bang napi Ramai diperbincangkan mengenai rok mini yang bertebaran di lingkungan gedung DPR-RI menjadi sebuah berita hangat pada setiap kalangan. Bukan karena hangatnya "rok mini" itu, tetapi hangatnya siapa yang membicarakan rok mini tersebut.

Kita mungkin ingat bagaimana kontroversi rok mini yang saat itu diutarakan oleh Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo. Lalu kembali diingatkan dengan kasus rok mini setelah ada aturan dari BK (Badan Kehormatan) DPR-RI untuk melarang orang masuk di lingkungan gedung DPR-RI dengan menggunakan rok mini.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Demokrat Mencoba Bunuh Diri dengan Harakiri

Oleh: Djoko Suud

harakiri demokrat Betapa piciknya Partai Demokrat. Kader terlilit korupsi bukan ditepis dan diredam agar tidak berimbas pada partai, tetapi justru berkelahi sendiri. Hanya demi diri dan uang receh mereka rela meluluhlantakkan partai. Ini harakiri gaya Demokrat.

Citra buruk sedang digalang Partai Demokrat. Partai ini menuju kehancuran. Itu bukan infiltrasi luar, tetapi karena rendahnya rasa memiliki dari kader partai ini sendiri. Mereka ambisius dan individual. Belum merasa sebagai komunal yang senasib dan sepenanggungan.

Baca Selengkapnya >>>

Majalah Tempo Ngelindur, Andi Rahmat PKS Dituduh Calo Senayan

andi rahmat Daya ledak bom Tempo membelah DPR RI Senayan sekarang. Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golkar, dan Partai Demokrat yang nama-nama tokohnya disebut jelas diduga sebagai #CaloSenayan membuat ketiga partai itu panas-dingin. Andi Rahmat (PKS), Setya Novanto (Partai Golkar) dan M.Nazaruddin (Partai Demokrat) bendaharawan PD yang juga "diduga" terjerat kasus suap Sesmenpora Wafif Muharam, yang namanya santer dikaitkan dengan politisi PD lainnya Angelina Sondakh.

Fahri Hamzah, Wasekjen PKS, langsung menanggapi investigasi majalah Tempo yang difollowup investigasinya oleh PedomanNEWS.com, "Soal Andi Rahmat (ada 2 nama yg sama) 1 di PKS 1 di PD. Daerah Pemilihan yg dibicarakan TEMPO itu bukan yg PKS."

Baca Selengkapnya >>>

Demokrat Meminta Maaf Kepada PKS

imageWakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua dengan cara terbuka meminta maaf terhadap PKS mengenai pernyataan beberapa kader partainya (Partai Demokrat), yang terlihat mendorong PKS supaya keluar dari koalisi. Max menjelaskan, bila partainya menginginkan supaya partai yang memiliki kursi terbesar keempat tersebut tetap ada di koalisi.
"Itu pernyataan pribadi, serta bila terdapat ketersinggungan (mengenai pernyataan) dari temen saya, secara pribadi saya mohon maaf terhadap teman-teman saya di PKS. Demokrat tak pernah melontarkan provokasi antar parpol supaya keluar (koalisi)," ucap Max Sopacua, di komplek parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (21/10).
Max mengungkapkan, sepatutnya partai yang terhitung ada di barisan paling depan ketika mengusung SBY-Boediono, wajar bila PKS risau akan hadirnya pernyataan minor pasca reshuffle. Ia berjanji, bakal menegur oknum kader Demokrat yang menjadikan PKS tersinggung tersebut dengan cara pribadi.

Baca Selengkapnya >>>

Nazaruddin Sarat Dengan Sandiwara

fahri hamzahSuaranews – Perkara Nazaruddin menyita minat masyarakat umum. Dimulai mengenai pernyataan Nazaruddin masalah aliran uang ke Partai Demokrat sampai pelariannya hingga ke Kolombia. Sekarang ini ditambah lagi beserta surat Nazaruddin pada SBY.

Komisi III asal PKS, Fahri Hamzah pun menganggap perkara Nazaruddin ini penuh intervensi serta rekayasa.

"Ini sudah menjadi sandiwara," kata Fahri, Kamis (18/8/2011).

Di antara perkara ini, masyarakat awam dibikin bingung beserta sepak terjang Nazaruddin. Fahri pun tak dapat mengatakan dengan pasti apakah orang-orang yang disebut Nazaruddin bakal ikut serta diperiksa serta dijatuhi hukuman, ataukah perkara ini cuma memakan Nazaruddin semacam korbannya.

"Lantaran prosesnya tertutup, kita tak mengerti apa yang sesungguhnya terjadi. Namun yang jelas ketidakpastian semakin merajalela. Indonesia dikorbankan," sesal Fahri.

Baca Selengkapnya >>>

Berani-beraninya, Kader Kartini Demokrat Ingin Jadi Capres Ngelangkahi bu Ani Yudhoyono

imageKader perempuan Partai Demokrat di DPR yang tergabung diantara Kartini Demokrat, menginginkan kaum perempuan semakin berperan di banyak bidang terhitung pemerintahan. Karenanya, Kartini Demokrat tidak menampik apabila nantinya ditawari guna mendukung perempuan yang menjadi calon presiden.

Mengenai tersebut dibicarakan salah satu anggota Kartini Demokrat, Vera Febrianti diantara acara ramah tamah bersama para perempuan pekerja sektor informal di ruang rapat FPD, gedung DPR RI, Kamis (21/4). "Kita pasti ingin terdapat dari kita dapat maju (menjadi Capres). Serta kita pasti mendukung siapa pun yang maju dari kita (perempuan)," kata Vera.

Baca Selengkapnya >>>