NU Kirab Resolusi Jihad Untuk Mengingat Jasa Ulama

resolusi jihadPeran ulama serta kiai Nahdlatul Ulama (NU) dalam memperoleh kemer dekaan Republik Indonesia sungguh amat besar. Sayangnya, berdasarkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, peran serta jasa para ulama dan kiai tersebut tidak ditulis dalam sejarah resmi Indonesia.

“Entah tak mengetahui atau memang diniatkan tak mau tahu sehingga sejarah panjang yang dijalankan warga NU dilupakan demikian saja,” kata Kiai Said Aqil sesuai dikutip kantor berita Antara, Ahad (20/11). PBNU memohon supaya pemerintah mengevaluasi penulisan serta memasukkan perjuangan NU di antara sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Forum Persahabatan Ormas Islam, Hizbut Tahrir Indonesia Tak Termasuk!

image Perwakilan ormas Islam menyatukan barisan guna mengampanyekan Islam seharusnya agama pembawa rahmat. Ini ditandai beserta pendeklarasian Forum Persahabatan Ormas Islam yang melibatkan 14 ormas Islam di kantor PBNU, Jakarta, Jumat (21/10) malam.  Forum bertujuan memperkuat posisi umat Islam di Indonesia.

Selain itu, ucap Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, forum berfungsi semacam jembatan di antara mengurangi perbedaan yang sering tampil di tengah umat Islam serta merupakan wadah buat meredam radikalisme agama yang momojokkan Islam. Dengan begitu, bakal lenyap stigma yang mengucapkan Islam semacam agama teroris.

Baca Selengkapnya >>>

PBNU Kutuk Teror Bom

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk keras aksi teror bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Jakarta.

"Kami sangat mengutuk tindakan itu karena telah menghilang nyawa orang yang tidak berdosa," kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi usai peresmian Masjid Al Hikam serta pembangunan Pesantren Mahasiswa Al Hikam II di Depok, Jawa Barat, Jumat (17/7).

Dikatakannya, tak ada satu pun alasan yang bisa membenarkan aksi teror itu. Baca lebih lanjut

Mengebiri Tokoh Ulama Nasionall

Dari iklan PKS tentang Sumpah Pemuda, yang menampilkan Kh. Ahmad Dahlan, Kh. Hasyim Asy’ari, Ir. Soekarno, Moehammad Natsir. Harus dituntut oleh PBNU dan Ortom Muhammadiyah. Sungguh memilukan, tokoh-tokoh ormas Islam terbesar tersebut lebih terasa ingin menjadikan tokoh-tokoh nasional itu adalah milik mereka sendiri. Dan lebih terasa aroma ketaklidan kepada ulama serta ashabiah dalam golongan. Ketika seorang tokoh sudah diklaim sebagai milik Nasional, maka semua boleh mengaguminya.

Lalu apakah dengan menampilkan sosok tokoh nasional tersebut PKS hanya menjadikan tokoh nasional tersebut sebagai komoditas politik? Pertanyaan yang aneh! Bagaimana tidak, sudah seharusnya dan kewajiban kita semua termasuk partai-partai di Indonesia ini untuk menampilkan sosok-sosok pahlawan nasional. Sosok yang dapat menjadi tauladan dan panutan semua rakyat.

Saya jadi ingat ketika kuliah, dari ribuan Mahasiswa baru yang mengikuti mentoring. Hanya 10% saja yang tahu siapa itu Kh. Ahmad Dahlan dan Kh. Hasyim Asy’ari. Inilah bukti nyata bahwa tokoh nasional tersebut tidak setenar Imam Bonjol, Sultan Agung, Cut Nyak Din, dll. Tetapi ketika ada yang mempelopori untuk memperkenalkannya dengan slogan-slogan yang mengagumkan. Ternyata malah diprotes oleh orang-orang yang “merasa” berhak memiliki.

Baca lebih lanjut