Aktivis PDIP Bunuh Diri Loncat Flyover, Hanya Karena Tidak Dibelikan BlackBerry

Aktivis PDIP Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Emon Tarman, bunuh diri Minggu malam lalu (31/1). Lelaki 27 tahun tersebut melompat dari jembatan layang (flyover) di Kiaracondong. Dugaan sementara, sosok yang juga ketua ormas Gema Rakyat Membangun itu stres karena terbelit utang.

Kejadian tersebut diketahui para pedagang pasar di dekat jembatan layang. Mereka pun melapor ke Polsekta Kiaracondong. Petugas menemukan tubuh korban bersimbah darah di jalan di bawah jembatan layang setinggi sekitar 50 meter tersebut. Baca lebih lanjut

Iklan

Video "lucu" Perseteruan Ruhut Dan Gayus Di Pansus Angket Bank Century

Jakarta – Pertengkaran antara anggota Pansus Angket Bank Century, Gayus Lumbuun dan Ruhut Sitompul kembali terjadi. Cekcok kedua kalinya antara politisi PDIP dan Partai Demokrat ini cukup sengit, bahkan sempat telontar kata-kata kasar.

"Diam kau bang*at," ujar Ruhut kepada Gayus yang sedang memimpin sidang Pansus dengan agenda pemeriksaan saksi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/1/2010).

Baca lebih lanjut

Taufiq Kiemas Gembosi PDIP dalam Angket century

Malah Sebut Inisiator Bukan PDI Perjuangan

JAKARTA – PDI Perjuang belum utuh dalam meloloskan hak angket Bank Century. Tokoh penting PDIP Taufiq Kiemas hingga kemarin belum membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan untuk mengusut kasus bailout senilai Rp 6,7 triliun itu.

Sikap Kiemas itu bakal berpengaruh besar. Sebab, dia adalah orang penting. Selain suami Megawati (ketua umum PDIP), dia menduduki kursi ketua Dewan Pertimbangan Pusat DPP PDIP sekaligus ketua MPR.

Selain itu, Kiemas sempat mengungkapkan pernyataan yang ’’menggemboskan’’ langkah fraksinya. Menurut dia, partainya selama ini sebenarnya bukanlah inisiator angket. "Fraksi PDI Perjuangan itu hanya mendukung ide dari Golkar," ujar Kiemas di sela acara penanaman pohon penghijauan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin (13/11). Baca lebih lanjut

Kader PDIP Selangkah Lagi Masuk Kabinet SBY-Boediono

Puan Ucapkan Alhamdulillah

JAKARTA – Kader PDIP selangkah lagi masuk kabinet SBY-Boediono. Komunikasi politik partai berlambang banteng moncong putih itu dengan Cikeas terkait jatah menteri mendekati klir. Tapi, masih ada satu hal yang mengganjal, yakni belum adanya kejelasan sikap Megawati Soekarnoputri. Apakah ketua umum PDIP itu merestui opsi koalisi atau tetap ngotot beroposisi.

’’Sampai hari ini, jujur, kalau ditanya apakah sudah ada komunikasi atau belum (dengan SBY, Red), saya jawab sudah. Tapi, bagaimana posisinya, akan kami sampaikan kemudian,’’ kata Sekjen DPP PDIP Pramono Anung di gedung DPR, Senayan, kemarin (13/10). Baca lebih lanjut

Demokrat, Golkar, dan PDIP Kecam Iklan PKS

Iklannya bisa dilihat dibawah ini:

JAKARTA – Iklan politik PKS yang beredar di berbagai media massa lagi-lagi menuai kontroversi. Setelah menampilkan Soeharto di antara deretan tokoh yang disebut guru bangsa, sekarang partai berasas Islam itu kembali beriklan dengan menjual rekaman fakta ketidakakuran para elite nasional. Misalnya, SBY dengan Megawati dan Jusuf Kalla dengan Sri Sultan HB X.

Konsep iklan politik PKS itu sebenarnya sederhana saja. Yakni, tampilan sejumlah kliping koran yang menggambarkan pertentangan terbuka para tokoh tersebut. Tentu saja iklan politik itu mengundang reaksi keras dari para elite Golkar, Demokrat, serta PDIP.

’’Dalam berpolitik, tetap harus mengedepankan etika dan moral. Jangan memprovokasi orang per orang atau kelompok per kelompok, apalagi parpol yang satu dengan parpol lain,’’ tegas Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo mengomentari iklan PKS itu seusai diskusi di Warung Daun, Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan, kemarin (14/2).

Menurut dia, parpol-parpol peserta Pemilu 2009 memiliki agenda yang jauh lebih strategis. Misalnya, mengantisipasi potensi meningkatnya angka golput. ’’Itu lebih penting daripada saling menjatuhkan,’’ ujarnya. (by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009) Baca lebih lanjut

PKS Kunci Koalisi Alternatif Parpol Lain

JAKARTA – Meski semua partai politik masih malu-malu menyatakan arah koalisinya, peta penggabungan kekuatan politik itu mulai terlihat. Beberapa pimpinan partai mengaku sedang menunggu sikap politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menentukan bentuk koalisi yang ideal.

’’Jadi, peluang antara Golkar dan PD (Partai Demokrat) menjadi besar (dengan pengesahan UU Pilpres, Red). Tinggal PKS yang menentukan, apakah ada pilihan alternatif,’’ kata Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dalam diskusi Calon Presiden setelah Pengesahan RUU Pilpres di press room DPR kemarin (31/10). Menurut dia, dengan UU Pilpres yang baru, banyak calon presiden yang sudah mendeklarasikan diri tidak akan mendapatkan tempat.

Dari UU Pilpres yang sudah disahkan DPR, sangat mungkin akan muncul tiga paket calon. Sebab, syarat sebuah partai atau koalisi mengajukan capres ialah mengantongi 20 persen suara dalam pemilihan legislatif atau 25 persen kursi DPR. Baca lebih lanjut

Tifatul Bantah Cagub PKS Disebut Penjudi

Jakarta – Beberapa hari lalu kita disuguhi tayangan ’berbau’ politis di salah satu TV swasta. Dalam tayangan tersebut, pria yang mirip calon Gubernur Sumatera Selatan yang diusung PKS, PDIP dan PPP, Syahrial Oesman tampak sedang berjudi di sebuah tempat judi ternama di Malaysia.

Menanggapi hal tersebut, Presiden PKS Tifatul Sembiring menganggap hal itu merupakan cara-cara yang dipakai Orde Baru dalam menghabisi lawan-lawannya.

"Mental Orde Baru ini adalah orang-orang tidak siap bersaing secara sehat, tidak siap berdemokrasi, tidak siap berbeda pendapat. Mereka merasa bahwa hati rakyat dapat dibeli dengan uang," ujar Tifatul dalam pesan singkatnya yang diterima detikcom, Rabu (20/8/2008).

Menurut Tifatul, ciri-ciri Orde Baru dalam menghancurkan musuhnya di antaranya dengan menfitnah. Baca lebih lanjut