Belum Ditahan, Anand Krishna Sudah KO!

image

Katanya Anand Krishna guru spiritual untuk kesehatan, ditanya 100 pertanyaan saja sudah KO (pingsan), berarti sudah jelas Anand Krishna tidak sehat rohani dan jiwanya. Kenapa masih ada yang percaya dengan orang ini yah?

Kalau memang tidak bersalah, kenapa harus “capek” dan bisa pingsan! Ingat loh, Abu Bakar Ba’asyir saja ketika ditanya itu lebih dari 100 pertanyaan dan lebih banyak waktu yang tersita. Tapi beliau juga sehat-sehat saja, ini jelas karena beliau sehat rohaninya, meskipun raganya tidak sehat. Tetapi jiwanya masih tetap sehat, sehingga tidak sampai pingsan-pingsan seperti saudara Anand Krishna. Badannya saja gede tapi fisiknya lemots.

Jakarta – Anand Krishna pingsan setelah hampir 11 jam dimintai keterangan oleh polisi. Anand keluar dari ruang pemeriksaan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Kepolisian Daerah Metro Jaya dalam keadaan lemas. Ia dibopong oleh dua orang. Saat menuruni tangga didepan ruangan PPA, Anand tiba-tiba pingsan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tidak Heran Jika Anand Krishna Melakukan Pelecehan Seksual, Karena Dia Juga Sering Melecehkan Agama Islam

AnandTidak mengherankan apabila ada kabar pelecehan seksual yang dilakukan oleh Anand Krishna terhadap para murid wanitanya. Karena sepanjang kiprahnya, Anand Krishna sudah terbiasa melakukan pelecehan yang lebih besar lagi, yaitu pelecehan agama.

Menurut H Amin Djamaluddin, pengurus MUI Pusat, pelecehan agama ini dilakukan oleh guru semedi Anand Krishna karena ia menganut ajaran sinkretisme, yaitu mencampur aduk semua ajaran agama, antara lain: Hindu, Budha, Kristen, Katolik, dan Islam. Inilah beberapa kesimpulan ketua Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam (LPPI), yang dikutip langsung dari buku-buku tulisan Anand Krishna:
Anand Krishna Ajarkan Sinkretisme Ketuhanan

Menurut pemahaman Anand Krishna, “Tuhan” bukanlah dzat yang Maha Mulia, tapi sebatas pada sistem yang ada di dalam diri manusia. Jadi kedudukan Tuhan menurut konsep Anand lebih rendah dari manusia, karena Tuhan sederajat dengan sistem kesadaran pada diri manusia, atau sistem sel pada otak manusia. Jadi, Tuhan itu bagian dari makhluk (manusia), bukan al-Khalik, begitu menurut pemahaman Anand Krishna. Baca lebih lanjut

Perempuan “Korban” Pelecehan Seks di Gereja Galang Dukungan

Kelompok jaringan perempuan korban pelecehan di gereja berencana menggalang dukungan ke berbagai pihak. Menurut rencana selama berada di Jakarta mereka telah menjadwalkan beberapa agenda yang akan dilakukan antara lain meminta dukungan kepada beberapa lembaga negara seperti Komnas Perempuan, Komnas HAM, Meneg PP, Fraksi-Fraksi DPR RI.

Rabu (20/8) lalu korban dengan didampingi oleh Tim JPK2G menyambangi kantor Komnas HAM dan Komnas Perempuan yang terletak di Jl. Latuharhary, Jakarta Pusat guna mengaduan perihal pelecehan yang telah dialami yang mana pada hari Selasa (19/8) korban bersama dengan Tim JPK2G juga telah melaporkan ke PGI perihal kasus tersebut.

Beberapa organisasi kemanusiaan dan masyarakat juga memberikan dukungan atas penuntasan kasus ini antara lain; Jaringan Perempuan Korban Kekerasan di Gereja (JPK2G), Aliansi Sumut Bersatu, LETARE ( Kuasa Hukum ), Perkumpulan Peduli, Layar, Sahda Ahmo, Jemaat Antar Denominasi, Komunitas Masyarakat Damai, Kontras Medan, LBH APIK Jakarta, Koalisi Perempuan Indonesia, Kalyanamitra, Kapal Perempuan, Jurnal Perempuan, Kartini Networking, Our Voice, Ardhanary Institute, LP2M-Padang, PerPuaTI.
Baca lebih lanjut