Merayakan April Mop, Sama Dengan Melegalkan Kebohongan!

april mop Memperingati sebuah moment atau hari senantiasa menjadi sebuah kelatahan tersendiri sebagaimana memperingati april mop bagi kita yang ada di Indonesia ini. Apalagi untuk kaum muda, ada berbagai hari khusus yang mereka “import” langsung dari luar negeri. Tercatat ada beberapa hari pada bulan tertentu yang membikin para kaum muda memberikan hak spesial untuk merayakannya.

Hari Valentine, hari Hellowen dan untuk besok (bukan untuk mengingatkan) pada tanggal 1 April diperingatinya sebagai April Mop atau biasa juga disebut April Fools Day. Yaitu hari spesial untuk bisa membuat lelucon dengan cara menipu. Hari itulah yang menjadikan banyak orang bisa melakukan kebohongan dengan cara “legal”.

Baca Selengkapnya >>>

Kebangkitan Nasional: Antara Realitas dan Pembohongan Publik! (2)

Dalam tulisan bagian pertama, telah dipaparkan betapa organisasi Boedhi Oetomo (BO) sama sekali tidak pantas dijadikan tonggak kebangkitan nasional. Karena BO tidak pernah membahas kebangsaan dan nasionalisme, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya ternyata anggota Freemasonry. Ini semua mengecewakan dua pendiri BO sendiri yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya akhirnya hengkang dari BO.

Tiga tahun sebelum BO dibentuk, Haji Samanhudi dan kawan-kawan mendirikan Syarikat Islam (SI, awalnya Syarikat Dagang Islam, SDI) di Solo pada tanggal 16 Oktober 1905. “Ini merupakan organisasi Islam yang terpanjang dan tertua umurnya dari semua organisasi massa di tanah air Indonesia, ” tulis KH. Firdaus AN.

Berbeda dengan BO yang hanya memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura—juga hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura, sehingga para pengurusnya pun hanya terdiri dari orang-orang Jawa dan Madura—sifat SI lebih nasionalis. Keanggotaan SI terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku seperti: Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku. Baca lebih lanjut