TV Hambat Perkembangan Bicara Anak

TV merupakan salah satu sarana hiburan dan sumber informasi. Tapi, hati-hati dengan frekuensi dan durasi menonton Anda, terutama jika melibatkan anak. Pasalnya, TV bisa mengganggu kemampuan berbicara anak. Sebuah studi dari University of Washington School of Medicine menemukan, orang tua yang meninggalkan TV dalam keadaan menyala, bahkan saat tidak ada seorang pun menonton, bisa membahayakan perkembangan bicara anak. Studi ini menyatakan, baik orang dewasa maupun anak-anak, hanya menggunakan sangat sedikit kata-kata saat TV sedang menyala dan merebut perhatian mereka.

Para peneliti mempelajari 329 anak yang berusia antara 2 bulan dan 4 tahun dengan menggunakan alat rekam digital. Alat rekam ini berfungsi menangkap apapun yang mereka dengar atau katakan.

Berdasarkan laporan dari the Archives of Paediatrics and Adolescent Medicine, peneliti menyebutkan, anak-anak mendengar rata-rata 770 kata, lebih sedikit dari orang dewasa. Atau 7% per setiap tambahan 1 jam paparan TV. Baca lebih lanjut

Iklan

K-Link VS Habbatusaudah

Baru-baru ini saya didatangi oleh seorang teman yang silahturahim ke rumah. (Singkat cerita), tidak beberapa lama dari ngobrol si teman ini ingin mempersentasikan sebuah obat alami yang tanpa efek samping dan pasti menyebuhkan berbagai penyakit (katanya karena dari klorofil yang alami, makanya bisa menyembuhkan semua penyakit). Beberapa obat ditunjukkan kepada saya, dan juga bagaimana keuntungan ketika bergabung di MLM-nya. Mulai dari sistem downline yang katanya lebih baik dari semua MLM (Multi Level Marketing) dan bla..bla…bla.

Dari beberapa MLM yang pernah saya ikuti, saya agak malas untuk ikut MLM kembali. Tetapi teman saya ini meyakinkan saya begitu kuat, sampai siap untuk membayarkan uang registrasi atau gratis registrasi karena dia yang bayar, jika saya mau bergabung. Karena beberapa pengalaman akhirnya saya bilang "Iya akh, nanti ana pertimbangkan. Antum tidak perlu langsung membayarkan registrasi buat ana".

Setelah berdiskusi dengan istri, maka kami sepakat untuk akhirnya tidak ikut bergabung di MLM tersebut. Tetapi bukan mutlak, karena saya perlu referensi orang yang memang bidang keilmuannya sesuai dengan medis dan pembisnis MLM, untuk dimintai pendapat. Akhirnya saya harus googling, karena paman google inilah yang sering memberikan jawaban atas ketidaktahuan saya. Maka ketemulah thread kaskus yang membahas masalah K-Link. Antara pro dan kontranya. Baca lebih lanjut

Buku ‘Ilusi Negara Islam’ Mengadu Domba Ummat

By Republika Newsroom

YOGYAKARTA — Peneliti Yogyakarta, Dr Zuli Qodir, Adur Rozaki MSi, Laode Arham SS, Nur Khalik Ridwan SAg melakukan protes terhadap buku ‘Ilusi Negara Islam’ yang diterbitkan The Wahid Istitute, Maarif Institute dan Gerakan Bhineka Tunggal Ika. Buku tersebut dinilai tidak sesuai dengan apa yang mereka teliti dan isinya mengadu domba umat Islam.

”Saya tidak berani lagi pulang ke Madura, karena terbitnya buku ini. Bisa-bisa saya dikalungi clurit karena buku ini mengadu domba umat Islam,” kata Abdur Rozaki di Kantor Republika Yogyakarta, Senin (25/5).

Dijelaskan Zuli Qodir, isi buku ‘Ilusi Negara Islam‘ bukan merupakan hasil penelitiannya meskipun mereka disebut sebagai penelitinya. Sebab isi dari buku tersebut telah menyimpang dari apa yang mereka teliti. Selain itu, pihaknya juga tidak dilibatkan dalam proses penerbitan. Baca lebih lanjut

Melatih Otak Dengan Beberapa Kali “Klik” Internet

Para peneliti di University of California Los Angeles, mempelajari orang-orang yang melakukan pencarian situs sembari aktivitas otak mereka direkam dengan alat scan, magnetic resonance imaging (MRI).

Apa yang kami lihat adalah mereka yang melakukan kegiatan berinternet menggunakan lebih banyak otak mereka selama pencarian," Dr. Gary Small, seorang dokter ahli usia lanjut (geriatri) UCLA, menjelaskan dalam suatu wawancara telepon.

"Hal ini menunjukkan bahwa hanya dengan melakukan pencarian di internet dapat melatih otak—yang mungkin dapat menjaga agar otak kita tetap aktif dan sehat," lanjut Small, yang risetnya diterbitkan di American Journal of Geriatric Psychiatry.

Banyak penelitian telah menemukan bahwa aktivitas mental yang menantang seperti bermain puzzle dapat membantu menjaga fungsi otak, namun hanya sedikit yang melihat peranan yang mungkin dimainkan oleh internet.

"Ini adalah kali pertama seseorang mendapatkan simulasi untuk melakukan tugas pencarian di internet sambil men-scan otak mereka," kata Small. Baca lebih lanjut