Amien Rais Kritik Pemerintah

Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais, mengritik keras pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla. Amien menilai pemerintah sekarang belum berhasil memperbaiki kondisi bangsa terutama di bidang perekonomian, sehingga membuat bangsa Indonesia terjajah secara ekonomi. Demikian disampaikan saat menghadiri acara Milad (Hari ulang tahun) ke-99 Muhammadiyah di GOR Ki Mageti, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Ahad (22/2).

Menurut dia, kondisi pemerintahan saat ini seperti amburadul, karena pemimpin sekarang cenderung memiliki karakter feodal. "Indonesia sudah lama menjadi kepentingan kaum kapitalis asing. Pola yang yang sudah lama ini membuat warga Indonesia tidak sadar jika semua yang dikerjakan untuk kepentingan korporasi asing," ujar Amien.

"Akibatnya, kondisi itu tidak menghasilkan perubahan yang signifikan dan cenderung menyengsarakan rakyat. Hal ini karena kondisi kesejahteraan bangsa masih jauh dari harapan," katanya. Oleh karena itu, pihaknya memastikan akan melakukan manuver tandingan. "Seorang pemimpin harus jeli melihat keadaan sekitar. Jangan hanya melihat dari segi positifnya saja," tandas Amien.(TOZ/ANTARA)

Iklan

Hati-Hati, Krisis AS Juga Ancam Perekonomian Indonesia

uncle_sam[1]
Krisis perbankan di Amerika Serikat (AS) bisa memengaruhi perekonomian Indonesia. Karena itu pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akan memprioritaskan upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Krisis perbankan di Amerika Serikat (AS) bisa memengaruhi perekonomian Indonesia. Karena itu pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akan memprioritaskan upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Gubernur BI Boediono mengungkapkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menginstruksikan Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bekerja sama dengan Gubernur BI menjaga stabilitas perekonomian.

"Presiden memberikan arahan kepada kita, ke depan masalah stabilitas ekonomi perlu diperhatikan, " ujar Boediono seusai diterima Presiden SBY di Istana Negara Jakarta, Rabu (16/7) sore.

Pada pertemuan itu Gubernur BI memberikan penjelasan kepada Presiden mengenai situasi sektor keuangan terkini.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu mengungkapkan, bahwa krisis ekonomi di AS bisa menekan ekspor Indonesia, khususnya dari sektor manufaktur. Namun, dinamika internal ekonomi Indonesia yang cukup baik akan meminimalkan dampak krisis di AS. Baca lebih lanjut