BiJak Dalam Mengambil Sebuah Keputusan

Oleh M Saifudin Kodiran

mengambil keputusan Saat menjadi hakim di Sijistan, Abdurrahman bin Abi Bakrah teringat pesan ayahnya saat hendak memutuskan perkara. "Aku pernah mendengar Rasulullah SAW berpesan, "Janganlah seorang hakim memutuskan suatu perkara di antara dua orang, sementara ia dalam keadaan emosi." (HR Bukhari 7158, Jawami’ al-Kalim 6652).

Meski disampaikan ratusan tahun yang silam, pesan ini tetap aktual. Melihat banyaknya keputusan dan kebijakan yang mengalami kegagalan di tengah masyarakat. Abu Bakrah dalam riwayat di atas seakan telah memprediksi jika kebijakan yang diambil putranya dengan emosional itu akan menimbulkan persoalan yang lebih rumit, yang tidak lain hanya akan menghasilkan kerugian semua pihak. Oleh sebab itu, ia sangat mewanti-wanti sang putra, selalu berpegang pada wasiat Rasulullah SAW.

Baca Selengkapnya >>>

Nazaruddin Sarat Dengan Sandiwara

fahri hamzahSuaranews – Perkara Nazaruddin menyita minat masyarakat umum. Dimulai mengenai pernyataan Nazaruddin masalah aliran uang ke Partai Demokrat sampai pelariannya hingga ke Kolombia. Sekarang ini ditambah lagi beserta surat Nazaruddin pada SBY.

Komisi III asal PKS, Fahri Hamzah pun menganggap perkara Nazaruddin ini penuh intervensi serta rekayasa.

"Ini sudah menjadi sandiwara," kata Fahri, Kamis (18/8/2011).

Di antara perkara ini, masyarakat awam dibikin bingung beserta sepak terjang Nazaruddin. Fahri pun tak dapat mengatakan dengan pasti apakah orang-orang yang disebut Nazaruddin bakal ikut serta diperiksa serta dijatuhi hukuman, ataukah perkara ini cuma memakan Nazaruddin semacam korbannya.

"Lantaran prosesnya tertutup, kita tak mengerti apa yang sesungguhnya terjadi. Namun yang jelas ketidakpastian semakin merajalela. Indonesia dikorbankan," sesal Fahri.

Baca Selengkapnya >>>