Hanya Orang Tsu’ (jahat) Yang Mengusik Syaikh Yusuf al-Qardhawi

image Pemimpin gerakan Islam Hamas, Isamael Ridwan mengungkapkan penolakan kaum muslimin di masjid-masjid Tepi Barat  untuk mengecam Al-Qardhawi menunjukan bahwa mereka berpihak pada Qardhawi dan perlawanan.

Dalam pernyataan persnya, Jum’at (15/1) menyusul kebijakan pemerintah Ramallah yang membagi-bagian teks khutbah jum’at yang berisi kecaman terhadap Syaikh Yusuf al-Qardhawi sebagai ketua persatuan ulama dunia, sekaligus sebagai syaikh perlawanan dan Al-Aqsha. Semua suara kemunafikan yang berupaya melecehkan ulama mujadid abad ini pasti akan gagal. Al-Qhardhawi adalah syaikh Al-Aqsha, Palestina dan perlawanan.

Baca lebih lanjut

22 Tahun, Hamas Makin Matang Sebagai Gerakan Revolusi di Timur (Islam)

Gerakan Perlawanan Islam Hamas kini sudah memasuki usianya yang ke-22 tahun. Sejak didirikan, gerakan yang mengakar dalam dan jauh di dalam masyarakat, ini mampu mengatasi kesulitan-kesulitan yang ada di depannya. Penjajah Zionis Israel, sejak gerakan ini ada terus melancarkan penangkapan kader-kader dan pemimpinya dan membunuh mereka. Menjadikan institusi-institusinya sebagai target serangan dengan tujuan untuk menundukkan dan menghabisinya. Namun yang ditemui Israel hanyalah kegagalan. Gerakan Hamas terus mengalami serangan dari jenis yang sama, namun dari otoritas Abbas di Tepi Barat, di samping dari pihak penjajah Israel. Hanya saja upaya-upaya ini selalu gagal total, terutama pada masa ketika gerakan menyebar luas.

Baca lebih lanjut

Jawaban Untuk Jamaah Su’udzhan: Pemerintah Haniyah Tegaskan Dukungannya pada Perlawanan

Gaza- Pemerintah Palestina di Gaza yang dipimpin PM Ismail Haniyah menegaskan dukungannya pada perlawanan Palestina. Perintah Haniyah menegaskan pihaknya adalah pendukung nyata bagi perlawanan yang berdiri melawan kejahatan penjajah Zionis dan serangannya yang terus dilakukan terhadap warga sipil di diblokade di Jalur Gaza.

Jurubicara pemerintah Haniyah, Taher Nunu menampik adanya tahanan di pemerintahnya karena latar belakang perlawanan terhadap penjajah Israel atau karena afiliasi politik. Dia menegaskan bahwa pemerintah Palestina di Gaza "memperlakukan semua organisasi dan siapa saja sesuai dengan hukum dan kepentingan nasional tertinggi."

Nunu menegaskan, "Kami mengadopsi metode perlawanan dan programnya. Tidak mungkin kami menangkap siapapun karena latar belakang perlawanan, atau menggapnya sebagai kejahatan. Kami memiliki kesepemahaman dengan semua faksi di Gaza untuk hal ini."

Jurubicara pemerintah Palestina di Gaza menjelaskan bahwa "penjara-penjara di Jalur Gaza terbuka untuk semua lembaga- hak asasi manusia guna memastikan kebenaran apa yang kami katakan." (seto/infopalestina)

Hubungan Mesir-Hamas Kian Memburuk

Dalam sepekan terakhir, hubungan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dan Mesir semakin memburuk. Ketegangan itu buntut dari masalah blokade Jalur Gaza yang dilakukan Israel dan keengganan pemerintah Mesi untukr membuka perbatasan Rafah bagi warga Gaza. Tidak biasanya Hamas mengeluarkan pernyataan keras terhadap Mesir yang menolak untuk membuka perbatasan Rafah. Kali ini Hamas langsung menuduh Mesir bekerja sama dengan Israel memblokade bangsa Palestina.

Salah satu Juru Bicara Hamas saat mengritik langkah pemerintah Mesir mengingatkan, sikap Mesir terhadap Hamas karena menilai gerakan ini masih satu rangkaian dengan Ikhwanul Muslimin (IM). Sebagaimana IM ditekan di Mesir, kini pemerintahan Hosni Mobarak juga ingin menekan Hamas di Gaza.

Berlanjutnya blokade Jalur Gaza akan menciptakan tragedi kemanusiaan di sana. Tekanan dan blokade yang terus berlanjut terhadap warga Gaza menguatkan opini publik dunia Arab dan Islam bahwa negara-negara Arab turut menambah kesulitan warga Palestina. Namun tampaknya sebagian kepala-kepala negara Arab tenang-tenang saja sekalipun tahu mereka menjadi bagian dari kejahatan Zionis Israel. Kelaparan, penyakit menular, tidak ada fasilitas medis memadai dan dokter merupakan pemandangan memprihatinkan yang biasa disaksikan di Gaza.
Baca lebih lanjut