Yusuf al-Qardhawi Kritik Perpecahan Antar Kelompok Islam di Somalia

img1
Ketua dewan persatuan ulama muslim internasional Syaikh Dr. Yusuf al-Qardhawi mengkritik secara keras perpecahan yang terjadi di Somalia akhir-akhir ini. Perpecahan tersebut terjadi justru di antara sesama kelompok Islam sendiri.

"Hampir seluruh penduduk Somalia adalah muslim, dan hampir semuanya menganut madzhab Syafi’i. Namun sayangnya mereka saling terpecah belah sebab tujuan politis," demikian diungkapkan al-Qardhawi sebagaimana dilansir situs Mafkarah al-Islam (17/5).

Ditegaskannya, justru karena perpecahan itulah pada akhirnya Somalia gagal membangun negara-bangsa. Dan oleh sebab itu pula Somalia turun derajat menjadi negara dunia keempat, tidak lagi ketiga.

Untuk itu, ulama kharismatik asal Mesir itu menyerukan seluruh kelompok Islam di Somalia untuk menghilangkan perbedaan politis, lalu bermufakat dan bersatu padu untuk menyelesaikan masalah internal dan memajukan negara Tanduk Afrika itu. Baca lebih lanjut

Iklan

Bagaimana Ulama Mensikapi Khilaf Fiqih?

Para ulama menyatakan agar masalah khilafiyah disikapi dengan bijak, dan tidak diperlakukan sebagai hal yang harus diingkari,sehingga perpecahan bisa dihindari.

Di kalangan awam, seringkali masalah khilaf fiqih menjadi pemicu pembid’ahan atau hajr (pemutusan hubungan). Bahkan tak jarang, mereka menilai permasalahan khilaf (masalah yang diperselisihkan hukumnya oleh para ulama mu’tabar) sebagai masalah kemungkaran, yang harus ditentang dengan keras, sebagaimana menghadapi masalah-masalah yang telah disepakati keharamanya oleh para ulama.

Dengan sikap demikian, tak jarang timbul perpecahan dan sikap saling membenci antara pengikut madzhab-madzhab fiqih yang ada, hingga terjadilah bentrok fisik antar mereka.

Tentu, hal inilah yang tidak diinginkan para ulama, hingga mereka memberi nasehat kepada umat, bagaimana seharusnya menyikapi khilaf fiqih. Berikut adalah petikan perkataan beberapa ulama mengenai penilaian mereka tentang perbedaan masalah fiqih.

Al Hafidz Imam As Suyuthi (911H),”Telah terjadi khilaf masalah furu’ sejak zaman sahabat-radhiyallahum wa ardhahum-, dan mereka adalah sebaik-baik umat, begitu pula dengan para imam tabi’in setelah mereka beserta para ulama, salah seoarang dari mereka tidak memusuhi yang lainnya, tidak menyakiti dan salah satu dari mereka tidak menuding yang lainnya salah atau tidak mampu.” Baca lebih lanjut